Aries Selalu Ingin Jadi Nomor Satu, Padahal Hidup Bukan Olimpiade #GanyangZodiakmu

sifat negatif Aries

Merujuk pada penelitian dari psikolog bernama Bertram Forer, salah satu alasan kebanyakan orang percaya zodiak adalah karena kita cenderung mempercayai hasil-hasil ramalan yang bernada positif. Namanya manusia memang selalu senang mendengar hal-hal positif tentang dirinya ketimbang yang bernada negatif. Itulah kenapa kebanyakan ramalan atau ulasan zodiak mengobral pernyataan-pernyataan yang akan membuat pembacanya merasa unik dan punya banyak kelebihan.

Masalahnya, kita harus adil sejak dalam pikiran. Dalam rangka campaign #kononkatanya, Hipwee ingin menguji kecil-kecilan teori Forer di atas dengan membuat seri #GanyangZodiakmu. Saya akan menjelma orang paling jujur dengan lidah paling pedas sedunia, mengungkap sisi negatif dari tiap-tiap zodiak. Kita lihat seberapa batinmu tahan mendengarnya. Sebagian dari kamu mungkin akan muak dan tidak lagi percaya zodiak, ya ndak apa-apa. Untuk yang tetap percaya, mudah-mudahan bisa jadi bahan introspeksi diri.

Aries (21 Maret – 19 April) adalah zodiak pertama di dunia. Kendati senior, mereka harus sabar menanti dan menjadi urutan kedelapan di seri #GanyangZodiakmu. Itu adalah kenyataan pertama yang harus diterimanya di artikel ini. Dan masih banyak lainnya yang bisa bikin egonya menahan sengit:

ADVERTISEMENTS

1.Aries selalu ingin jadi nomor satu, sehingga yang lain harus “kalah” seolah hidup ini perlombaan

Aries Selalu Ingin Jadi Nomor Satu, Padahal Hidup Bukan Olimpiade #GanyangZodiakmu

Aries motto via me.me

Aries melihat hidup sebagai kompetisi. Bagi mereka, hampir tiap-tiap segi kehidupan yang melibatkan orang lain adalah peperangan yang harus dimenangkan. Mereka menaruh ambisi-ambisi untuk menjadi yang terbaik di hal-hal itu.

Sungguh mental yang tangguh jika memang Aries tengah ikut lomba, namun beberapa hal tak perlu podium. Sesuatu yang bukan menang-kalah, atau katakanlah bisa dimenangkan bersama. Misalnya, berumah tangga dan parenting. Tentu tak perlu wasit atau piagam, melainkan keharmonisan dan saling melengkapi. Pun jika ada menang-kalah, tentu mertua selalu jadi pemenang ~

Ambisi yang terlalu melangit bisa mengesampingkan banyak hal, mulai dari kebijaksanaan, persahabatan, keluarga, bahkan logika. Ingatlah bahwa ambisi yang tak terkendali adalah motif utama kisah-kisah penjahat besar: Voldemort, Loki, Hitler, Kertarajasa (ingat?), beberapa politikus (tak mau menyebut), dan para Aries (wkwkwk).

Apalagi ambisi Aries kadang sampai ke hal-hal yang tidak berfaedah, misal banyak-banyakan koleksi mantan, menjadi yang pertama ngetwit ketika ada gempa, adu lari dari tanggung jawab, dan sebagainya.

Pun Aries tak kenal kata ‘cukup’. Padahal keserakahan semacam ini adalah sumber dari kapitalisme, pengrusakan lingkungan, korupsi, dan sederet masalah sosial lainnya. Mungkin kata yang paling cocok mewakili perasaan mereka yang mengikuti jejak perilaku Taurus adalah “melelahkan”. Capek kita tuh. Bersama Aries, hidup seperti tong setan, harus kebut-kebutan terus.

ADVERTISEMENTS

2. Perdamaian bagi Aries adalah sinonim dari “membosankan” 

Aries Selalu Ingin Jadi Nomor Satu, Padahal Hidup Bukan Olimpiade #GanyangZodiakmu

married and aries via www.facebook.com

Jika kekuatan cincin Thanos bisa memilih menghilangkan mahkluk-mahkluk berdasarkan zodiak, mungkin ia akan memusnahkan seluruh Aries. Demi terciptanya perdamaian di galaksi.

Aries adalah zodiak yang paling berisik. Bukan karena suara mereka seperti kipas laptop yang rusak, tapi mereka adalah zodiak yang agresif dan suka menjadi biang konflik. Naluri berkompetisi membuat Aries cenderung malas mengalah dan suka cari gara-gara.

Setiap menemukan lingkungan baru, lumrahnya seseorang akan mencari teman dulu. (Khusus Gemini mungkin akan mencari ‘mangsa lawan jenis’). Namun, yang dilakukan Aries justru diam-diam mencari “musuh”. Ia butuh seseorang yang bisa dikalahkan untuk hidup.

Padahal, ada dua fakta:

Pertama, tak semua hal harus dimenangkan (kembali ke poin satu).

Kedua, tak semua Aries jagoan. Suka berkelahi tak berarti mereka kuat, kadang mereka hanya lebih siap terluka ~

Celakanya, ini membuat Aries mudah dihasut. Terkait dengan simbol Aries, mungkin ada alasan kenapa kita punya istilah “adu domba”.

ADVERTISEMENTS

3.Aries bukan follower yang baik 

Aries Selalu Ingin Jadi Nomor Satu, Padahal Hidup Bukan Olimpiade #GanyangZodiakmu

aries via www.reddit.com

Oke, maksud saya “bukan follower yang baik” bukan tipe follower media sosial yang suka minta follback, terus kalau udah follback kita di-unfollow.

Follower yang dimaksud artinya “pengikut”, dalam konteks apapun.

Sekali lagi, Aries adalah zodiak pertama dan tetua dari zodiak lain. Selain itu, simbol Aries bukan sheep atau sembarang domba, melainkan ram atau domba jantan. Ia adalah pemimpin gembala.

Itu kenapa Aries disebut sebagai zodiak dengan jiwa kepemimpinan kuat–bersama Leo. Mereka punya mental dan komitmen yang ulet sebagai pemimpin.

Akan tetapi, setiap pemimpin akan lebih siap jika sebelumnya mengecap pengalaman sebagai seseorang yang dipimpin dalam lingkungan yang sama. Mereka perlu membekali diri dengan cara pandang dan pengalaman terkait. Masalahnya, Aries tak bisa melewati fase penting itu. Nalurinya mengarahkan pada sikap sulit diatur jika tak menjadi pemimpin.

Bahkan, sebagian percaya Aries selalu memegang hasrat menjadi penguasa. Mereka punya potensi melakukan kudeta atau cara-cara serius untuk mengincar kekuasaan. Alamak, Ken Arok syndrome sepertinya. Hai para bos sedunia, coba tandai dengan tinta merah para pegawaimu yang berzodiak Aries! Hati-hati Supersemar!

ADVERTISEMENTS

4.Aries suka meninggalkan proyek di tengah jalan, eh bukan cuma proyek, kamu juga bisa ditinggalkan 🙂

Sebagai follower atau followed, Aries konon katanya punya satu ciri buruk saat bekerja. Sifat ambisius mereka membuat Aries tidak sabaran. Ia ingin berkebut memanjat naik secepat mungkin tiap ada peluang, dari satu batu loncatan ke batu loncatan lainnya. meski ada yang belum benar-benar lunas.

Dengan kata lain, Aries punya kebiasaan meninggalkan proyek-proyek yang tengah berjalan. Baik ketika berjalan lancar maupun masih tertatih-tatih. Padahal beberapa proyek dan upaya memang membutuhkan waktu untuk berbuah. Ini membuat Aries kurang cocok bekerja di proyek jangka panjang, eh termasuk hubungan asmara nggak nih?

ADVERTISEMENTS

5.Sibuk dengan ambisi membuat Aries tampak egois dan merasa dunia hanya kepunyaannya

Dari poin-poin di atas sebenarnya sudah cukup menyembul satu benang merah bahwa Aries punya masalah dengan ego.

Pertama, egois. Mereka perlu diingatkan bahwa semesta tak selalu tentang Aries. Ada 11 zodiak lain dan jutaan manusia bernapas dan berkaki dua lain yang juga punya kepentingan dan ambisi.

Kedua, arogan, misalnya komplain ketika hanya mendapat gaji 8 juta saat mendaftar kerja. Eh kok familiar ya?

Ketiga, dominan. Selain gila kekuasaan dalam karier, Aries juga punya kecenderungan ingin mendominasi relasi asmaranya. Maka dari itu pilihan jodohnya lebih terbatas karena mereka akan kesulitan jika harus menjalin hubungan dengan karakter yang sama dominannya dan tak mau mengalah (Leo, Scorpio, Virgo, Capricorn???). Bukan berarti nggak bisa sih… tapi ya sedia meja panco deh.

ADVERTISEMENTS

6.Demi keselamatan, jaga jarak dengan Aries yang sedang bete atau marah-marah

Mendukung sifat provokatifnya, Aries punya masalah dengan pengelolaan amarah. Di hari-hari buruknya, mereka akan mudah sekali naik pitam. Ketika itu terjadi, sifat-sifat mereka sebelumnya yang suka mengambil kesimpulan terlalu cepat dan meledak-ledak kian tak terkontrol. Aries akan sulit mendengar penjelasan atau pembelaan. Mending jaga jarak aman satu kilometer.

Eits, bisa jadi sepuluh kilometer jika yang kamu temukan adalah seorang “perempuan Aries sedang PMS yang habis dibilang ‘gendut’ sama pacarnya yang ketahuan hobi godain Anya Geraldine di IG”

  1. Aries sulit berlapang dada menerima kekalahan

Kalau nggak mau pakai “kalah” ya main boneka barbie aja teroooos~

Mau tahu bagaimana zodiak-zodiak lainnya diganyang dan kena cibir juga? Cek di sini!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

ecrasez l'infame

Editor

ecrasez l'infame