Ketika mendengar soal dorongan seksual atau bahkan ereksi, pikiranmu mungkin langsung menuju pada seluk beluk orang dewasa. Memang adalah pengetahuan orang kebanyakan jika dorongan seksual akan mulai tumbuh di masa pubertas, yakni pada usia sekitar 15-17 tahun. Namun, lain cerita dengan apa yang dialami seorang anak laki-laki asal India satu ini, dia mengalami gejala dorongan seksual sampai pada ereksi di usianya yang baru 21 bulan.

Seperti dilansir dari Daily Mail, inilah kisah unik dari Arsh Akhtar. Yuk, langsung saja simak bareng Hipwee!

Di usia 21 bulan, Arsh Akhtar telah memiliki dorongan seksual, rambut di kemaluan, bahkan mengalami ereksi juga

puber sebelum waktunya… via www.dailymail.co.uk

“Kami pikir dia tumbuh lebih cepat daripada anak-anak lain. Namun kekhawatiran kita meningkat ketika kami melihat rambut kemaluan dan alat kelamin tumbuh wajar setelah sekitar 18 bulan,” jelas orangtua Arsh, seperti dikutip dari Daily Mail.

Arsh Akhtar yang merupakan anak dari pasangan Waseem Akhtar dan Shabnam Parveem ini mengalami tanda-tanda unik soal pubertas di usia yang baru menginjak 21 bulan. Mulanya, di usia 6 bulan Arsh sudah menunjukkan adanya tanda-tanda pubertas awal yang kemudian diabaikan begitu saja. Namun, semua kejanggalan kian menjadi dan bermula saat pasangan asal New Delhi, India tersebut melihat adanya rambut kemaluan serta tumbuhnya alat kelamin pada Arsh secara tak wajar di usianya yang baru saja memasuki 18 bulan.

Sebab khawatir, Arsh pun diboyong ke dokter untuk segera diperiksa lebih lanjut tentang kejanggalan tersebut

Advertisement

kasian sih… via www.kidspot.com.au

“Arsh adalah anak pertama kami sehingga kami tidak memiliki banyak pengetahuan, tapi ibu mertuanya, yang telah mengangkat beberapa anak, menyarankan kami berkonsultasi dengan dokter,” terang orangtua Arsh, masih dikutip dari Daily Mail.

Ya, orangtua mana yang tidak jadi khawatir saat ada sebuah kejanggalan yang terjadi pada anak kesayangannya. Kekhawatiran tersebut pun mengantarkan Arsh ke dokter untuk diperiksa lebih lanjut. Menurut hasil dari pihak dokter, Arsh dinyatakan terkena kasus “pubertas prekoks dini”. Ia dipastikan menderita kondisi langka atas kematangan seksual yang dialaminya saat usianya baru saja 18 bulan.

Sebab kondisi langka tersebut, tak heran kalau kemudian Arsh sudah mulai mendapatkan rambut kemaluan dan menunjukkan perilaku kekerasan dan agresif. Hal itu dikarenakan dia tengah mengalami “dorongan seksual” dan menderita ereksi yang menyakitkan.

Dokter yang menangani Arsh pun kemudian menjelaskan kalau dia memiliki kadar testosteron yang sangat tinggi

yang kuat ya, dek! via www.kidspot.com.au

Dr. Vaishakhi Rustagi, ahli endokrinologi pediatrik dan spesialis hormon di Max Hospital menjelaskan jika Arsh memiliki kadar testosteron yang sangat tinggi. Kadar tersebut biasanya terjadi dan dimiliki oleh pria yang sudah menginjak usia 25 tahun.

“Sangat disayangkan bahwa ini harus terjadi padanya ketika usia muda. Akibatnya dia berubah menjadi kasar dan agresif,” jelas dokter Rustagi, dikutip dari Daily Mail.

Diketahui saat ini Arsh melakukan perawatan untuk memblokir hormon tersebut dalam bentuk suntikan. Ya, mau tak mau Arsh rutin menerima suntikan, setidaknya dalam jangka waktu 3 bulan sekali.

Di luar kondisi yang dialami Arsh, pada kenyataannya ereksi memang tak hanya terjadi pada lelaki dewasa saja

i see~ via tn.nova.cz

Nyatanya, ereksi nggak hanya bisa terjadi pada lelaki dewasa saja. Bahkan sejak dalam kandungan mereka pun sudah bisa ereksi. Dan menurut penelitian yang diterbitkan oleh jurnal Ultrasound in Obstetrics and Gynecology, janin lelaki sudah mulai ereksi pada usia kehamilan 16.

Ereksi memang bisa terjadi saat lelaki masih ada di usia bayi tanpa ada penyebab yang jelas. Diketahui seringnya ereksi yang terjadi karena adanya reaksi yang tidak terkendali, seperti terkejut. Ereksi justru juga dapat menunjukkan bahwa sistem saraf bayi bekerja dengan baik. Ada juga alasan lain seperti karena kandung kemih bayi sudah penuh dan bayi tersebut ingin buang air kecil. Untuk itulah seperti tak heran kalau saat mengganti popok bayi ditemukan dalam kondisi ereksi.

Jadi, sebenarnya tak ada yang perlu dikhawatirkan jika bayi lelaki mengalami ereksi. Namun, kalau kasusnya adalah sudah ditemukan berbagai tanda lain seperti kasus yang dialami Arsh, maka jangan dianggap ringan.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya