B.O.R.J.E Rilis Single Perdana Berjudul ‘Sakafaka’, Tentang Racauan Marah Pemabuk

band borje jogja

Ketika marah, kita yang orang biasa ini hanya bisa mencurahkannya ke teman-teman atau lebih memilih memendam sendiri. Kalau curhat ke teman biasa, respon yang didapatkan sering berujung pada nasihat, anjuran untuk bersikap lebih tenang, atau yang jarang terjadi adalah teman kita membantu menyelesaikan persoalan.

Advertisement

Lain hal lagi kalau kita punya teman seorang musisi. Kalau teman biasa hanya memberi nasihat-nasihat, teman model satu ini bisa sampai menciptakan lagu dari kemarahanmu itu. Seperti yang dilakukan oleh grup musik metal asal Jogja ini.

B.O.R.J.E, unit Cardio Sport Metal-lah yang berhasil menggunakan amarah seorang teman sebagai inspirasi membuat lagu. Kok bisa ya?

Lewat single barunya ‘Sakafaka’, B.O.R.J.E mengajak kita untuk sesekali marah terhadap hal-hal yang menurut kita brengsek, termasuk teman sendiri

B.O.R.J.E

Nggak perlu untuk menjadi manusia yang selalu bijak. Wajar kok kalau kita marah sama keadaan yang menurut kita nggak benar. Bertebarannya ajakan-ajakan bijak di media sosial sering kali membuat kita nggak sadar telah mengesampingkan luapan perasaan yang seharusnya kita keluarkan. Marah bagi B.O.R.J.E  adalah bentuk kejujuran atas perasaan kita sebagai manusia.

Advertisement

Siapa sih yang nggak marah pas tahu pacarnya ditiduri oleh teman baiknya sendiri? Teman baik kok malah berkhianat~

Membayangkan hal itu terjadi ke diri kita saja udah cukup mengundang emosi. Apalagi kalau sampai beneran, duh jangan sampai deh! Akadama, Danny Eriawan, Moamar X, Catur “Yoyok” Kurniawan, dan Paulus Neo yang merupakan personel dari grup musik ini memang suka nongkrong sambil ngobrol soal musik. Di tengah obrolan, tiba-tiba ada seorang teman datang sambil meracau dengan bahasa Inggris yang ngaco. Setelah diusut, dia marah-marah karena pacarnya ditiduri oleh teman baiknya sendiri.

Ternyata, kejadian seperti itulah ‘Sakafaka’ tercipta.

Karena berangkat dari kemarahan, isi lagu ‘Sakafaka’ ya pisuhan tok~

Kata ‘Sakafaka’ berasal dari plesetan pisuhan bahasa Inggris ‘suck’ dan ‘f*ck’. Gabungan dua kata itu melahirkan ‘Sakafaka’. Dengan lantunan musik metal, kita akan mendengarkan lirik berbahasa Inggris yang berisi kemarahan di lagu ini. Penyusunan lirik berawal ketika Akadama misuh menirukan racauan temannya yang sedang mabuk sekaligus marah saat nongkrong itu. B.O.R.J.E merasa lirik yang penuh dengan pisuhan cocok untuk lagu ini.

Advertisement

Saking berdarah musisi, sambil nongkrongpun B.O.R.J.E bisa menghasilkan instrumen mentah ‘Sakafaka’

Inspirasi lagu didapatkan di tongkrongan. Instrumen lagunya pun tercipta saat di tongkrongan.  Yoyok, Akadama, dan Paulus Neo iseng mengulik-ulik instrumen musik ‘Sakafaka’ saat mereka nongkrong di Alldint Jogja. Danny Eriawan dan Moamar bergabung karena instrumen ini membutuhkan dentuman bass kuat dan distorsi berat. Danny dan Moamar masing-masing adalah bassist dan gitaris.

Kemudian ketika mereka jamming di Jazz Mben Senen, instrumen itu tercipta begitu saja tanpa terencana. Yoyok memantik dengan instrumen native dan diikuti oleh personel lainnya. Saat itu belum ada lirik sama sekali. Supaya lebih lengkap, Akadama hanya nge-rapp asal-asalan. Lalu entah apa yang merasuki Akadama, ia tiba-tiba lari keliling Bentara Budaya, koprol, push up, dan bergerak sana-sini ala Betty Sularso. Penontonpun mulai bingung band yang mereka tonton ini band metal atau malah unit senam. Ada-ada saja ya.

Setelah selesai dengan segala bentuk inspirasi yang datang secara nggak terduga, B.O.R.J.E mulai menggarap keseluruhan lagu ini di studio rekaman

Instrumen ‘Sakafaka’ direkam di JB Studio. Proses rekaman memakan waktu dua hari. Lalu, track dikirim ke Watchtower Studio untuk proses mixing dan mastering oleh Bable Sagala. Kita sudah dapat mendengar single ‘Sakafaka’ mulai awal Februari di berbagai layanan dengar digital.

Selama ini kita lebih sering mendengar nasihat supaya jangan sering marah-marah. Memang benar kalau sering marah itu nggak baik. Entah itu untuk diri sendiri maupun orang lain. Alhasil, ketika merasa ingin marah, kita buru-buru untuk menutupinya dengan harapan terhindar dari dampak negatif yang akan ditimbulkannya

Tapi, yang namanya emosi terkadang juga harus dikeluarkan. Nasihat jangan marah itu memang nggak ada salahnya. Namun, jangan lupa! Kita juga manusia yang memiliki perasaan. Band yang sudah lahir sejak 2019 ini mengajak kita untuk jujur pada diri sendiri. Daripada berpura-pura bersikap semua baik-baik saja, lebih baik kita mulai mengenal emosi diri sendiri, menerimanya, dan mengeluarkannya di saat yang tepat.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE