Halo Generasi ’90-an! Masih tetap cinta sama masa lalu kamu kan? Pasti dong!

Kalau Hipwee tanya, tontonan impor apa sih yang kamu sukai dari era ’90-an? Serial, kartun, film? Sah-sah saja kok! Tapi kalau diamati, ternyata tontonan kita mulai dari jaman ’90-an sampai sekarang begitu beragam ya? Gak cuma dari Amerika saja, bahkan tontonan kita dahulu begitu beragam dari belahan dunia.

Advertisement

Hipwee akan mencoba mengembalikan masa-masa indahmu dahulu saat menikmati tayangan-tayangan tersebut. Mau tahu apa saja? Yuk simak di bawah ini!

1. Buat kamu yang pernah menemani ibu menonton telenovela, pasti gak asing dengan lagu ini: Marimar, au!

Marimar dan Pulgoso

Marimar dan Pulgoso via s-media-cache-ak0.pinimg.com

Yap. Itulah telenovela berjudul “Marimar”. Serial asal Meksiko ini dahulu amat digandrungi banyak orang dan turut melambungkan nama Thalia menjadi ratu telenovela di seluruh dunia. Tak terkecuali nama Pulgoso sebagai anjing pantai sahabat akrab Marimar. Dan setelahnya, banyak telenovela berbintangkan Thalia beredar di stasiun televisi swasta di Indonesia. Karena kesuksesan telenovela, kita juga akhirnya bisa menonton telenovela anak berjudul “Amigos X Siempre” sepulang sekolah.

Marimar sendiri mengisahkan tentang gadis pantai yang lugu bernama Marimar. Meski hidup sangat sederhana dengan kakek, nenek, dan Pulgoso, ia selalu merasa bahagia. Suatu saat ia bertemu dengan pengusaha kaya bernama Sergio dan saling jatuh cinta. Hubungan mereka ditentang ayah dan ibu tiri Sergio. Dengan segenap cara, ibu tiri Sergio mencoba menjauhkan Marimar hingga membakar dan membunuh kakek neneknya. Hal itu membuat Marimar dendam. Sampai ia menjadi kaya, ia membalas perlakuan orang tua Sergio dengan cara yang sama. Namun akhirnya Marimar dan Sergio tetap bersama dan happy ending!

Advertisement

Hmmm… kapan lagi ya ada telenovelanya?

2. Meski masih kecil, kita tidak melewatkan serial tentang penjaga pantai ini di minggu sore. Apalagi kalau bukan Baywatch!

Pasukan penyelamat yang kece-kece

Pasukan penyelamat yang kece-kece via image.tmdb.org

Tahun ’90-an, serial Baywatch memang jadi serial yang heboh-hebohnya. Karena di masa itu belum ada KPI, kita sah-sah saja melihat body seksi bertebaran di sepanjang serial ini. Lewat serial ini juga, kita pertama kalinya mengenal tante Pamela Anderson dan om David Hasselhoff.

Meski di sepanjang film kita disuguhi suasana, bukan berarti film ini hanya menjual sensualitas. Sebab kesuksesan serial yang terbilang panjang ini didukung oleh cerita-cerita yang menarik. Misalnya saja kerjasama dengan polisi setempat untuk memecahkan kasus kriminalitas, aksi melindungi lingkungan dari kerusakan, penyelamatan korban tenggelam, dan anak autis penyuka lumba-lumba. Menarik bukan?

Selain aksi kepahlawanan tim Baywatch, masih ada serial lain yang tidak mungkin kamu lewatkan di hari minggu. Tentu saja Power Rangers. Serial besutan Amerika Serikat ini begitu terkenal dengan aksi sekelompok remaja melawan monster jahat di padang pasir dan musuh mereka di planet lain serta majikannya yang berkata “Ayayay!”

3. Jepang dikenal bukan karena Doraemon dan kartun lainnya saja. Coba ingat, pernah gak kamu cepat-cepat pulang sekolah demi nonton gadis kecil berkepang dua ini?

Aizawa yang malang

Aizawa yang malang via lh5.googleusercontent.com

Masih gak ingat nama serialnya? Gambar di atas merupakan salah satu scene dari serial Jepang berjudul Rindu-Rindu Aizawa. Pada masanya, serial ini begitu difavoritkan anak-anak dan membuat mereka rela cepat-cepat pulang ke rumah demi menonton serial satu ini. Tokoh utamanya sendiri begitu dikenal dengan pipi tembem dan rambut kucir dua. Saking suksesnya, serial ini bahkan dibuat sampai dua musim.

Ceritanya sendiri berkisar tentang gadis kecil bernama Suzu Aizawa. Di saat anak seusianya senang bermain-main, lain cerita dengan Suzu. Ia memiliki seorang ibu yang sakit-sakitan dan ayah pengangguran. Kondisi keuangan Suzu berantakan dan membuatnya menjadi gadis kecil dengan jiwa keras. Bahkan ia tidak segan-segan mencuri dan berbohong, meskipun itu dilakukan untuk membantu biaya berobat ibunya.

Gak cuma itu, Suzu pun sudah mulai merasakan jatuh cinta. Ada laki-laki bernama Jun yang ia sukai. Meski begitu, ia punya saingan berat bernama Erika. Berbeda dengan serialnya di musim pertama, laki-laki yang dekat dengan Suzu di musim kedua pun berbeda. Dilihat sekilas, serial ini sesungguhnya cukup berat untuk anak seukuran SD. Tapi entah mengapa ya masa kecil kita dahulu bisa terhipnotis dengan serial ini?

Selain Rindu-Rindu Aizawa, ada sejumlah serial Jepang dalam bentuk action heroes. Sebut saja Ksatria Baja Hitam, Ultraman, dan lain-lain. Mereka selalu setia menemani kamu di minggu pagi yang cerah atau di sore hari.

4. Kalau ada orang berkelakar atau menyebut nama Fei Mao, sudah pasti dia akrab dengan wajah aktor Kent Cheng. Aktingnya yang prima sebagai anak berkebutuhan khusus bisa dilihat di The Forest Cat.

Fei Mao dalam The Forest Cat via img.tvmao.com

Barangkali nama Fei Mao lebih akrab di telingamu, dibandingkan dengan nama serial The Forest Cat. Meski serial ini pernah diputar tidak terlalu lama di Indonesia, kesan mendalam dari serial ini tak mungkin dihindari. Oleh karenanya nama Fei Mao selalu tersimpan dalam benak kita sebagai sosok anak yang gemuk, tuna grahita, namun amat menyayangi ibunya. Ia juga punya seorang guru dan teman-teman sebaya yang usianya jauh lebih muda dari usianya. Kamu lupa sama ceritanya? Sini Hipwee ceritakan!

Suatu hari hiduplah seorang anak laki-laki dengan keterbelakangan mental bernama Fei Mao. Ia cuma hidup berdua dengan ibunya yang sudah cukup tua. Meski berketerbelakangan mental, Fei Mao adalah anak yang baik dan penurut pada ibunya. Sehari-harinya, ia bersekolah dengan seorang guru perempuan. Karena guru tersebut begitu baik hati, Fei Mao pun jatuh hati. Sayangnya, ibu guru sudah memiliki tambatan hati. Tapi Tuhan mempertemukan Fei Mao dengan sesama perempuan yang juga memiliki keterbelakangan mental. Ajaibnya, mereka memiliki anak yang normal.

Sepanjang serial ini, kamu akan begitu tersentuh melihat pengorbanan hidup Fei Mao yang polos dan ibunya yang begitu penyayang. Misalnya saat Fei Mao mencari sosok ayahnya yang telah lama hilang di kota sendirian. Semua orang kelimpungan mencarinya. Ketika Fei Mao ditemukan dan dibawa pulang oleh ibu guru dan pacarnya, ibunya memukuli Fei Mao dengan sapu. Fei Mao dengan polosnya minta ampun, menangis, dan bilang hanya mau bertemu dengan ayahnya.

Jika kamu ingin mencoba melacak kembali serial ini, jangan bingung ya! Selain arsipnya memang susah dicari di internet, serial ini punya beberapa nama yang mungkin disesuaikan dengan tempat di mana ia diedarkan. Bahkan karakter Fei Mao juga pernah difilmkan dengan jalan cerita yang berbeda, namun sama-sama memiliki karakter keterbelakangan mental.

Selain akting Fei Mao, ada begitu banyak sekali serial negara Cina yang dahulu sangat berjaya di negeri kita ini. Sebut saja Legenda Ular Putih, Legend of The Condor Heroes, hingga Kera Sakti. Kebanyakan memang merupakan serial dengan aksi laga yang terlupakan dan selalu dibincangkan di jam-jam istirahat sekolahmu.

5. Kalau dari film ada nama Kuch Kuch Hota Hai, India punya serial Naaginn. Serial yang mengisahkan tentang wanita cantik setengah ular.

Nagin, perempuan setengah ular

Naaginn, perempuan setengah ular via fbcdn-sphotos-e-a.akamaihd.net

Serial ini berkisah tentang siluman ular betina setengah manusia bernama Amrita. Ayah dan ibu Amrita adalah Raja dan Ratu Ular Kobra. Mereka tewas di tangan keluarga Singh yang merampas mustika ular milik orangtua Amrita. Sebelum meninggal, ibu Amrita memintanya untuk balas dendam pada keluarga Singh. Sayangnya Amrita malah mencintai Arjun, keturunan keluarga Singh. Amrita begitu dilema antara akan terus meneruskan dendamnya atau menjadi istri Arjun.

Memasuki tahun 2000-an, kamu akan menemui nama-nama ini. Meski begitu, mereka tidak kalah berkesan dengan serial tahun ’90an.

6. Meski negaranya merupakan pulau kecil, Taiwan tak kalah mempesona. Lewat serial Meteor Garden, mereka membuktikannya.

San Chai dan gang pemilik yayasan

San Chai dan gang pemilik yayasan via fabscoop.com

Serial ini dulu sempat sangat booming sekali di Indonesia. Saking boomingnya, serial ini sampai diputar beberapa kali oleh stasiun televisi swasta. Bahkan pernah ada sinetron Indonesia yang dituding menjiplak cerita serial yang diperankan oleh Jerry Yan, Barbie Hsu, Vanness Wu, dkk ini. Memang tak dapat dipungkiri serial yang diambil dari komik Hana Yori Dango ini ceritanya menarik dan mirip dongeng.

Adalah San Chai seorang anak dari keluarga pas-pasan, yang diterima berkuliah di sebuah kampus mahal. Di sana ia kerapkali melihat sekelompok geng bernama Flower Four atau F4 melakukan bully pada mahasiswa yang lemah dan tidak punya salah apa-apa. Usut punya usut, mereka adalah anak-anak orang kaya dan pemilik yayasan di balik kampus mereka. Salah satu bosnya bernama Tao Ming Tse. Gerah melihat kekejamannya, San Chai melawan dan aksinya malah membuat Tao Ming Tse jatuh cinta.

Mereka pun melalui banyak lika-liku. Mulai dari cinta segitiga, pengkhianatan teman, terhalang restu ibu Tao Ming Tse, hingga keribetan yang diakibatkan oleh ulah orang tua San Chai. Endingnya? Tahu sendiri kan?

7. Dari Asia Tenggara, kita bisa menyaksikan serial Nang Nak dari Thailand. Bahkan seorang hantu pun punya rasa setia yang tinggi lho! Hiiiii…

Hantu yang setia pada suami

Hantu yang setia pada suami via lh3.googleusercontent.com

Dikisahkan ada seorang perempuan bernama Nang Nak. Saat ia tengah mengandung, suaminya diharuskan berperang dan meninggalkan Nak sendiri. Selama berperang itulah, ternyata Nak melahirkan. Namun Nak malah mati saat proses persalinan.

Suami Nak pun akhirnya selesai berperang dan kembali ke kampungnya. Ia menemui Nang Nak dan bayinya dalam keadaan sehat. Sayangnya, ia tidak pernah tahu kalau istrinya telah meninggal dan menjadi hantu. Orang-orang di desa yang menyadarinya berusaha memberitahu suami Nak. Namun mereka malah berakhir mati karena Nak masih belum mau menerima kematiannya.

Hingga suatu saat muncullah Biksu Buddha Somdej To yang menolong suami Nak yang telah menyadari wujud Nak yang sesungguhnya. Hantu Nak bertobat dan meninggalkan dunia. Biksu Somdej To mengambil pecahan tulang dahi tengah dari tengkorak Nak dan dibuatnya sebagai bros ikat pinggang. Bros ini di kemudian hari menjadi milik Raja Thailand, Yang Mulia Pangeran Chumbhorn Ketudomsak dan diwariskan kepada banyak pewaris.

Kalau kamu menonton serial ini, sangat menarik sekali melihat alam Thailand di bagian dalam. Panorama sungai dengan rumah kayu di tepinya. Serta pemandangan masyarakat tradisionalnya yang masih mengenakan kemben (untuk wanita) dan bertelanjang dada (untuk pria). Kalau kamu mampir ke Thailand, jangan lupa ke kuil di On Nut, Sukhumvit Soi 77 di daerah Suan Luang, Bangkok. Konon kuil tersebut didedikasikan untuk Nang Nak!

8. Kesuksesan Meteor Garden menginspirasi Korea Selatan untuk bikin serial yang sejenis (kalau gak mau dibilang sama). Kata orang, yang ini lebih cakep-cakep.

Dianggap remake-nya F4

Dianggap remake-nya F4 via auto.img.v4.skyrock.net

Korea memang sempat menggila beberapa waktu lalu. Korean waves, begitu orang menyebutnya, dimulai secara bertahap. Mulanya dari film, lalu elektronik, fashion, kosmetik, hingga musik. Hebatnya Korean waves sempat mendunia lewat ponsel Samsung dan juga “Gangnam Style” milik PSY.

Untuk soal serial, Korea punya Boys Before Flower yang dijamin bikin cewek teriak-teriak histeris. Meski ceritanya sama dengan komik Hana Yori Dango atau Meteor Garden, tapi memang kisah dongeng di mana kamu tiba-tiba jadi orang yang beruntung, memang tak akan pernah sepi penikmat. Apalagi orang-orang bilang, geng cowok di serial ini melebihi ketampanan cowok-cowok F4.

Di luar itu, Korea juga punya serial yang membuat kita tergugah seleranya. Sebut saja Jang Geum. Ada pula The Heirs yang digawangi pentolan boyband Super Junior, Si Won. Dan masih banyak lagi. Yang jelas drama Korea begitu digandrungi karena tidak kalah romantis dengan telenovela.

9. Dari negeri jiran, kita bisa menyaksikan polos dan cerianya masa kanak-kanak di Upin Ipin. Lewat kartun Malaysia itu pula, kita mengenal hidup dalam keberagaman.

Kartun Upin Ipin

Kartun Upin Ipin via www.utusan.com.my

Kalau kartun yang satu ini, pasti sudah tak asing lagi. Pasalnya kartun ini masih sering diputar di salah satu stasiun televisi swasta di Indonesia. Bahkan bisa juga disaksikan di saluran Disney Channel lewat parabola. Meski ini adalah kartun besutan tahun 2000-an, namun ceritanya akan merefleksikan bagaimana pergaulan masa kecilmu di tahun ’90-an. Yang mana saat itu kamu bahkan belum mengenal dan mampu meraih gadget seperti sekarang. Ternyata indah ya?

10. Kalau diamati, sepertinya tren tontonan kita akan selalu berputar. Kini kamu bisa lihat lagi Mahabaratha setelah serial atau film India sudah cukup lama tak muncul.

India hidup lagi lewat serial ini

India hidup lagi lewat serial ini via www.pinkvilla.com

Eh, ternyata tontonan kita dari jaman masih unyu-unyu sampai sekarang cuma berputar-putar ya? Seperti misalnya serial dan film India yang sempat hilang, kini kembali lagi. Beberapa negara bahkan telah mulai menunjukkan trennya lagi, meski tak selalu lewat serial televisi. Lalu negara mana lagi yang selanjutnya akan kita saksikan?

Tapi jangan lupa, ya! Tetap saksikan serial tv dalam negeri supaya kamu tetap cinta Indonesia!

Go home serigala, you're drunk!

Go home serigala, you’re drunk! via saya-tipluk.blogspot.com

Meskipun isinya cuma serigala-serigalaan. LOL.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya