Televisi masih jadi salah satu media massa dengan audiens terbesar di negara kita dengan jumlah penonton terbanyak meskipun internet sudah mulai merambah kehidupan masyarakat. Bagaimanapun masih banyak orang-orang berusia lanjut yang belum terpapar internet dan menjadikan TV sebagai satu-satunya media hiburan. Sejak awal masuknya televisi ke Indonesia, acara-acara yang ditayangkan terus berkembang dengan kualitas yang turut berkembang pula, bisa positif dan bisa negatif. Genre tiap acara yang tayang berbeda tergantung jam penayangannya. Dan sadar atau tidak, pemilihan genre acara untuk penayangan saat daytime (sekitar pukul 6.30-18.00 WIB) sangat seksis, seolah penontonnya hanya perempuan utamanya ibu rumah tangga yang tidak bekerja.

Pertama coba kita lihat, apa isi televisi kita saat daytime

TV A

TV A via dokitv.com

TV B

TV B via dokitv.com

TV C

TV C via dokitv.com

TV D

TV D via dokitv.com

TV E

TV E via dokitv.com

Hipwee mencoba mengumpulkan daftar jadwal acara sekitar jam 6.30-18.00 WIB (hari Selasa) dari lima televisi swasta di Indonesia. Coba kamu lihat dan amati apa saja isi acaranya~

Mayoritas ternyata adalah sinetron dan acara gosip, apa alasan pihak TV memilih genre ini?

Acara gosip

Acara gosip via kongkowbintang.top

Advertisement
Kalau kita amati dari kelima televisi di poin pertama, kita dapat melihat bahwa di hampir semua televisi hanya menayangkan acara gosip, sinetron, dan talkshow selama daytimeGenre ini dipilih karena dianggap paling sesuai dengan segmen pemirsa terbanyak di jam-jam tersebut, yaitu ibu-ibu rumah tangga. Acara berita hanya mengambil slot waktu antara 30 menit sampai satu jam, itu pun di waktu istirahat kerja dimana pihak televisi menganggap ada kelompok lain selain ibu rumah tangga yang menontonnya. Ada beberapa televisi yang menayangkan acara edukatif atau berbobot, namun jumlahnya tidak banyak. Acara TV seperti Indonesiaku, Laptop Si Unyil, dan sejenisnya ditayangkan khusus oleh televisi yang memang berani mengambil segmen pemirsa yang berbeda.

Mungkin benar jika ibu rumah tangga adalah penonton terbanyak di jam itu, tapi apa iya acaranya harus begitu?

Sinetron

Sinetron via jurnalpagi.com

Saat suami tidak di rumah karena pergi bekerja memang wajar jika para ibu rumah tangga membutuhkan tayangan televisi yang menghibur. Apalagi ketika pekerjaan di rumah sudah selesai. Pihak TV menangkap ini sebagai peluang untuk membuat tayangan yang mereka anggap sesuai dengan kaum ibu dengan genre yang sudah kita bahas sebelumnya. Genre ini dipilih agar lebih mudah disukai sehingga para ibu betah menonton saluran TV itu seharian. Keuntungan tentu untuk pihak TV melalui iklan yang ditayangkan. Dengan target yang jelas, maka iklan yang ditayangkan pun bisa lebih spesifik.
Sayangnya, cara pandang bahwa selera ibu-ibu hanya sebatas acara romantis, cerita keluarga dan acara gosipnya cukup memprihatinkan. Bentuk-bentuk genre seperti ini membuat pihak produksi di televisi menganggap enteng acara tersebut dan tidak menggarapnya dengan serius. Alhasil, acara tersebut tidak memiliki bobot dan kualitas yang cukup baik sebagai sebuah tontonan yang mengedukasi pemirsanya. Kalau kamu menikmati sinetron, mungkin kamu tidak akan mengakuinya. Hampir semuanya terkesan ‘receh’.

Tak seharusnya tayangan TV saat daytime disepelekan, bagaimanapun setiap orang perlu hiburan yang bermutu

Harusnya hiburan yang berkualitas

Harusnya hiburan yang berkualitas via michaelrisdianto.blogspot.com

Advertisement
Sudah bukan hal asing lagi jika kita mendengar bahwa acara TV terutama sinetronnya adalah acara kelas KW. Ibarat tangga, sinetron hanyalah satu anak tangga yang akan ditapaki menuju anak tangga yang lebih tinggi. Aktris dan aktor yang sudah berhasil masuk ke dunia perfilman misalnya, akan enggan kembali bermain di sinetron. Produksi sinetron pun seolah abai dari tangan-tangan kreatif dan profesional layaknya dunia perfilman. Dan itulah yang menjadi tontonan para ibu rumah tangga sehari-hari saat daytime.
Padahal tak seharusnya acara yang ditargetkan pada para ibu rumah tangga ini dianggap sebagai acara yang kurang serius dan tidak penting. Bahkan pihak TV harusnya mulai menghapuskan pandangan bahwa penonton di daytime hanya para ibu rumah tangga saja. Cara pandang ini diperlukan untuk memproduksi acara TV yang lebih berbobot, kritis, dan edukatif. Dan walaupun perempuan alias ibu rumah tangga tetap menjadi pasar terbesar saat daytime, industri TV tetap perlu memperhatikan acara apa yang patut ditayangkan. Bukankan dengan mengedukasi kaum ibu berarti kita sedang mengedukasi bangsa ini?
Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya