Keputusan seseorang untuk melakukan perubahan ke arah lebih baik tentu saja didasari oleh banyak hal. Apakah itu sebagai bentuk rasa syukur atau atas pengalaman di masa lalu. Misalnya saja ketika seorang muslim perempuan memutuskan untuk berhijab. Keputusan ini tentu didukung oleh semua orang, karena di Islam sendiri, menutup aurat adalah sebuah kewajiban.

Namun dukungan seperti itu nggak akan sama ketika keputusannya bertolak belakang. Ketika seorang yang telah berhijab, memutuskan untuk melepaskan kembali kerudungnya. Seperti yang terjadi pada Rina Nose, yang memutuskan kembali untuk melepas hijabnya.

Kemarin secara mengejutkan Rina Nose mengunggah fotonya yang nggak lagi berhijab

Rina Nose melepas hijabnya. via www.instagram.com

Advertisement

Melalui akun Instagram-nya, Rina Nose mengunggah sebuah foto dirinya yang nggak lagi berhijab. Hal ini tentu saja membuat kaget publik, terutama warganet. Rina Nose melalui caption-nya menyatakan bahwa manusia seringkali berubah. Pemikiran mereka juga berubah seiring peristiwa yang dialaminya. Begitu pun ketetapan hati yang berubah seiring pengalaman batinnya. Alasan inilah yang membuat Rina memutuskan membuka hijabnya. Ia tahu bahwa ada banyak orang yang akan kecewa. Tapi ia berharap kekecewaan publik atas keputusannya ini nggak berlebihan.

Di antara puluhan ribu komentar warganet, komedian Uus juga ikut memberikan dukungannya lewat komentar

Uus memberi dukungan. via www.instagram.com

Benar saja, unggahan Instagram Rina ini pun mendapatkan respons yang sangat marak dari warganet. Setiap unggahannya yang biasanya hanya dikomentari dua ribu warganet, kini membludak hingga lebih dari 50 ribu komentar. Sebagian besar menyayangkan keputusan Rina ini dan beberapa di antaranya menghormati keputusan Rina. Salah satunya adalah komedian Uus. Ia menunjukkan dukungannya terhadap keputusan Rina.

Aku rispek sama apapun yang tetep pilih. Netizen disini gatau apa yang terjadi sama teteh. Gatau apa yang teteh hadepin. Cuma bisa bilang sepenglihatan mereka aja. Ga peduli pokoknya mah mereka yang pasti bener. Padahal mereka pun secara tidak sadar ngebuat teteh jadi berpikir yang kalo disampaikan mungkin ga bisa mereka terima. Mereka memaksakan cara pikir mereka. Cukup ya teh. Sekarang mah ikutin aja kata hatinya teteh. Ngikutin mereka mah ga ada habis omongannya. Selama ini teteh ga nyakitin orang kok. I love you teteh

Atas komentar tersebut, Uus juga ikut diceramahin oleh ribuan warganet

Uus dinyinyirin warganet. via www.instagram.com

Advertisement

Sebenarnya nggak ada salahnya dengan dukungan Uus ini. Ia pun berhak memberikan pendapatnya sama seperti warganet lain. Tapi Uus yang membawa-bawa soal “mereka yang pasti bener” yang mengacu pada warganet ini memicu respons yang juga nggak kalah besarnya. Mereka ikut menceramahi Uus yang dianggap nyari sensasi. Mereka menganggap kalau Uus nggak mengerti atau paham dengan permasalahan ini. Beberapa warganet juga menjelaskan bahwa ini bukan masalah mendukung dan nggak mendukung, tapi masalah kewajiban sebagai seorang muslim.

fina.fia78: @uusbiasaaja Perintah Allah kok di tawar, smoga segera sadar

dewipmutiara: @uusbiasaaja orang gini mah gausah didenge, gak bisa nolong diakherat juga, udah tau org lg belok malah disuruh tetep belok, orangmah dikasih jalan lurus kek, ini nih kebanyakan bergaul chabe yg tobat sambel bisanya ngasih nasehat tp gk bs jd panutan.. Harusnya kumpul2 sama org2 yg konsisten, istiqomah, yg suka ngaji2… Ya betgaulnya sama bentukannya kyk uus gini. Hem 😕

Rina Nose yang juga tampil di salah satu program televisi tanpa berhijab lagi sudah pasti tahu dengan risiko yang akan diterimanya

Rina Nose tampil tanpa hijab. via www.instagram.com

Keputusan Rina untuk membuka kembali hijabnya tentu sudah ia pikirkan dengan matang. Ia juga paham bagaimana respons publik nanti. Salah satu yang cukup bikin salut adalah ia nggak mematikan kolom komentar di unggahannya yang nggak lagi berhijab itu. Artinya, Rina menerima semua kritik dan respons publik bagaimana pun bentuknya.

Tapi jika betul salah satu alasan Rina melepas kembali hijabnya karena pengalaman batinnya, apakah itu kepahitan, kebahagiaan, kemarahan, kesedihan, kerapuhan jiwa, dan lainnya seperti yang ia tuliskan, bukan berarti semua hal tersebut dapat diselesaikan dengan membuka hijab. Seperti komentar seorang warganet “Teh Rina kecewanya sama manusia kok marahnya ke Tuhan?” ini memang ada benarnya. Jikalau pergolakan batin yang dialaminya dikarenakan oleh manusia. Tapi di antara warganet yang berkomentar ini tentu nggak ada yang tahu apa yang sebenarnya dialami oleh Rina sehingga mengambil keputusan ini, bukan?

Ya, kembali lagi, bahwa semua keputusan ada di tangan masing-masing kita. Sebagai sesama muslim tentu kita hanya bisa mengingatkan. Paling nggak, semua ini membuktikan kalau warganet juga peduli dengan sesama, terlepas dari benar atau nggaknya.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya