Ditagih Utang Bilang Bokek tapi Pergi Liburan ke Bali. Bukti Kita Nggak Boleh Sembarang Pinjami Uang

Bilang bokek tapi liburan

Meminjami uang ke orang lain kerap berujung pada kedongkolan diri. Si peminjam lari dengan uang kita dan selalu membelot ketika ditagih untuk mengembalikan. Mirisnya, kasus semacam ini kadang dilakukan oleh teman sendiri.

Advertisement

Dan baru-baru ini ada kasus utang-piutang yang bikin warganet geram. Seorang oknum pengutang mengaku bokek saat ditagih membayar. Yang menjadi miris ialah kenyataan bahwa ia sedang liburan. Miris banget kan? Biar makin seru, simak baik-baik kisahnya.

Kisah cowok menagih utang oknum yang sedang liburan di Bali. Mendahulukan liburan dibanding melunasi itu sangat nggak bertanggungjawab!

Akun @PenjahatGunung baru saja membagikan potongan chat yang berisi kisah cowok menagih utang ke oknum pengutang. Melihat status pengutang sedang di Bali, ia menyinggung untuk membayar. Namun si pengutang mengaku bokek. Setelah ditelusuri kenyataannya pengutang nggak sedang bertugas melainkan liburan.

Advertisement

Ia pun terus mempertanyakan soal pelunasan. Tapi bukannya memberi kejelasan pelunasan, pengutang malah menyinggung soal gajinya yang gede tapi masih ngejar-ngejar utang senilai 5 juta. Akhirnya terkuaklah bahwa utang itu sudah 9 tahun nggak dibayar. Buset!

Ditagih baik-baik menyepelekan, dikerasin balik melawan. Tabiat pengutang yang nggak tahu diri ini layak diberi pelajaran

Ngeles mulu kayak bajaj via www.independent.co.uk

Siapapun akan kesal membaca jawaban pengutang dalam chat tersebut. Bukan memberi kejelasan kapan membayar, ia malah balik menyinggung gaji penagih utang. Bukannya minta maaf karena ketahuan berbohong, ia malah balik menantang seperti nggak punya salah. Sungguh nggak punya malu.

Mau berapapun nominalnya, utang tetaplah utang yang mesti dibayar. Banyak waktu dan cara untuk mencari uang 5 juta dalam jangka waktu 9 tahun. Namun ia tetap nggak melunasi. Pengutang semacam ini layak diberi pelajaran. Salah satu cara yang bisa kamu lakukan ialah dengan menggunakan jasa pihak ketiga untuk menagihnya.

Advertisement

Berkelakuan baik saat butuh, giliran dipinjami nggak tahu diri. Kasus ini membuktikan bahwa kita nggak sembarangan meminjami uang

Jangan ragu bilang tidak via www.suaramerdeka.com

Berbuat baik memang kewajiban tapi terlalu bagi sangat bisa jadi bumerang. Kasus oknum nggak membayar utang selama 9 tahun dan malah enak-enakan liburan ini seharusnya jadi pelajaran buat kita. Berhati-hatilah dalam meminjamkan uang, meskipun itu teman sendiri.

Banyak kasus teman memelas dan berubah baik saat meminjam uang. Namun pada saatnya mengembalikan, ia nggak ada kabar. Bahkan mungkin mereka bisa berubah berengsek kayak oknum di atas. Ditagih malah menyerang balik. Menjadi baik itu perlu, tapi jangan terlalu lugu. Ingat, kita nggak selalu harus ringan tangan.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Fiksionis senin-kamis. Pembaca di kamar mandi.

Editor

Fiksionis senin-kamis. Pembaca di kamar mandi.

CLOSE