Langit mendung kembali menyelimuti Indonesia. Kali ini bukan hujan deras dan cuaca ekstrem akibat Siklon Tropis Cempaka, namun karena kabar duka yang tersiar dari ranah hiburan tanah air. Presenter kuliner “Maknyus’, Bondan Winarno dikabarkan meninggal dunia hari ini, Rabu (29/11), pukul 09.05 WIB.

“Innalillahi wainnaillaihi rojiun telah meninggal dunia kakak kami Bondan Winarno tadi pagi jam 09.05 di RS Harapan Kita,”

Advertisement

Berdasarkan pernyataan Inong Kresno Wiyoso, adik kandung Bondan, saat dihubungi Kompascom, pria yang terkenal dengan gimmick ‘Maknyus’ tersebut, meninggal dunia di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta Pusat.

Bondan mengembuskan napas terakhirnya akibat penyakit jantung yang dideritanya

Tweet @arieparikesit via twitter.com

Kabar meninggalnya Bondan Winarno ini pertama kali mencuat ke permukaan ketika salah seorang teman presenternya Arie Parikesit membuat status di akun Twitter-nya @arieparkesit.

“Mendapat berita duka cita yang bikin lemes mendadak, guru dan teman kita semua Pak Bondan Haryo Winarno meninggal dunia tadi pagi jam 9.05 WIB di RS Harapan Kita Jakarta, jenazah akan dibawa ke rumah duka JL Bangsawan Raya Sentul City siang ini. Mohon doa untuk beliau dan keluarga,”

Advertisement

Mendadak publik dikejutkan dengan berita tersebut. Bondan diketahui baru saja menjalani operasi jantung. Jenazah pria kelahiran Surabaya ini akan dibawa ke rumah duka JL Bangsawan Raya Sentul City siang ini.

Bondan dikenal sebagai pribadi yang progresif. Mengawali karir di dunia kepenulisan, ia sempat menjajal beberapa profesi lainnya, termasuk presenter kuliner

Pokok’e Maknyus via www.kompasiana.com

Bondan Winarno lahir di Surabaya, Jawa Timur, 29 April 67 tahun silam. Nama Bondan mulai dikenal publik ketika ia menjadi presenter dalam acara kuliner di TV swasta, yaitu ‘Wisata Kuliner’. Dari acara tersebut, Bondan memperkenalkan jargon ‘Pokoe maknyus!’ miliknya. Sebelumnya Bondan juga dikenal sebagai seorang penulis dan wartawan Indonesia dengan berbagai kebisaan. Dia memelopori dan menjadi ketua Jalansutra, suatu komunitas wisata boga yang sangat terkenal di Indonesia. Selain itu, ia juga mendirikan Kopitiam Oey.

Sejak 1960 (umur 9-10 tahun), Bondan menjadi penulis lepas. Ia menulis di berbagai penerbitan seperti Kompas, Sinar Harapan, Suara Pembaruan, Tempo, Mutiara, Asian Wall Street Journal, dan lain-lain. Pada 1984-1987 ia menjadi redaktur kepala majalah SWA. Lalu pada 1987-1994 ia beralih menjadi pengusaha dan menjabat sebagai Presiden Ocean Beauty International, sebuah perusahaan makanan laut yang berbasis di Seattle Washington, Amerika Serikat. Antara 1998-1999 ia menjadi konsultan untuk Bank Dunia di Jakarta, dan setelah itu, hingga 2000 ia menjadi direktur eksekutif dari sebuah organisasi pelestarian lingkungan. Pada 2001-2003 ia menjadi pemimpin redaksi harian Suara Pembaruan.

Kabar ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, rekan, dan juga para penggemar Bondan Winarno

meninggalkan duka mendalam bagi para penggemar via twitter.com

Kabar kepergian Bondan ini merupakan kehilangan besar. Nggak cuma bagi keluarga dan rekan almarhum, namun juga bagi pecinta kuliner Indonesia. Beberapa ucapan silih berganti tersiar di lini masa. Mulai dari warga biasa, artis, politikus, dan lain sebagainnya

@mosidik: Terpujilah wahai engkau sang penguji makanan, yang telah membuat ribuan tempat makan di Indonesia menjadi terkenal. Engkau juga merupakan sahabat terdekat kami, para pencari makanan lezat Indonesia. Kami akan sangat kehilangan mu. Requiescat in pace Pak Bondan.

@aniesbaswedan: Innalillahi wa innailahi rajiuun. Telah berpulang ke Rahmatullah, Pak Bondan Winarno. Semoga amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan mendapat ketabahan.

@sudirmansaid Dapat kabar duka Pak Bondan Winarno wafat. Duka cita yang mendalam. Seorang penulis kolom yang produktif, ahli kuliner “mak nyus”. Pak Bondan juga pendiri Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI) yang sangat aktif. Semoga memperoleh akhir yang baik.

Semoga segala dosa semasa hidupnya diampuni dan semua amal ibadah Bondan Winarno diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Yang tenang di alam sana, Pak Bondan.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya