Rekomendasi Buku tentang Patah Hati, Bikin Ikut Nyesek Bacanya!

Biasanya orang akan mendengarkan lagu-lagu galau saat patah hati sembari menjiwai lirik-liriknya. Ada pula yang mencari teman-teman senasib di akun-akun motivasi galau, kemudian ikut mengadu di kolom komentar dan membagikan unggahan tersebut. Entah kenapa hal semacam ini membuat patah hati jadi makin syahdu untuk dinikmati.

Advertisement

Tapi buat kamu yang ingin cara berbeda dalam ‘menikmati’ patah hati atau sekadar butuh menyelami kisah-kisah orang yang jatuh cinta kemudian dipatahkan, kamu bisa mendapatkannya dengan membaca buku. Beberapa buku populer berikut cukup ringan dan seru untuk dibaca baik buat kamu yang sedang patah hati atau sekadar butuh hiburan dengan menyimak kisah-kisah orang yang jatuh cinta lalu patah hati. Simak deh!

1. Cinta Tak Pernah Tepat Waktu, kisah tentang seseorang yang mengalami pertemuan dan perpisahan silih berganti

Cinta Tak Pernah Tepat Waktu | Credit by @nikibuku.id on Instagram

Buat kamu yang sedang menanti atau mencari seseorang, buku karya Puthut EA ini bisa menjadi refleksi atau sekadar hiburan dengan menyelami kisah yang sama seperti yang sedang kamu rasakan sendiri. Cinta Tak Pernah Tepat Waktu mengisahkan seseorang yang selalu mengalami pertemuan dan perpisahan, tapi tak kunjung menemukan pelabuhan terakhirnya.

Selain tentang patah hati, buku ini juga mengisahkan tentang penantian terhadap impian-impian. Kamu akan diajak menyelami kisah yang menyesakkan, kemudian diajari penerimaan hingga pada titik bisa mengikhlaskan semua hal yang telah membuat patah dan terjatuh.

Advertisement

2. Waktu untuk Tidak Menikah, kisah permasalahan perempuan di usia dewasa tentang mereka yang mencintai seseorang tapi kemudian dipatahkan oleh keadaan

Waktu untuk Tidak Menikah | Credit by Hipwee

Buku ini berisi kumpulan cerpen yang akan mengajakmu menyelami peliknya permasalahan perempuan usia 20-an. Tentang bagaimana mereka harus menghidupi impian-impian, jatuh cinta, tapi kemudian dipatahkan oleh berbagai macam keadaan. Ada yang cintanya bertepuk sebelah tangan, ada yang ditinggalkan tanpa kabar, ada pula yang memilih mematahkan hatinya sendiri demi orang lain.

Waktu untuk Tidak Menikah karya Amanatia Junda ini cocok untuk dibaca para perempuan muda. Kisah-kisah tokohnya akan mengajari bagaimana hidup akan mengalir ke segala arah tanpa bisa dicegah, tapi tetap bisa dijalani dengan atau tanpa kebijaksanaan sekalipun.

3. The Book of Almost, catatan pilu orang yang jatuh cinta dengan tulus tapi perjuangannya berujung pada hampir memiliki, hampir bersama dan hampir bahagia

Advertisement

The Book of Almost | Credit by Hipwee

Buat kamu yang pernah mengalami atau ingin tahu isi hati orang-orang yang cintanya bertepuk sebelah tangan, coba baca The Book of Almost karya Brian Krisna. Seperti judulnya, buku ini mengisahkan orang yang jatuh cinta tapi segala yang ia dapatkan hanya sekadar ‘hampir’, seperti hampir memiliki, hampir bersama, dan hampir bahagia.

Buku ini berisi catatan kecil, puisi pendek dan surat-surat yang tak sampai alamat. Semuanya tentang ungkapan orang yang patah hati karena orang yang dicintainya memilih bahagia dengan yang lainnya. Membaca The Book of Almost seperti sedang mendengarkan orang yang patah hati sedang mengungkapkan isi perasaan yang sesungguhnya.

4. Mencintai (untuk) Patah Hati, kisah-kisah orang yang jatuh cinta, patah hati, menerima luka kemudian berusaha membuka hatinya kembali

Mencintai (untuk) Patah Hati | Credit by @filzahbook on Instagram

Buku ini berisi kumpulan senandika yang menceritakan orang-orang yang berusaha mencintai dengan baik dan tulus, kemudian dipatahkan, sehingga harus berjuang menerima luka dan menyembuhkan dirinya sendiri supaya bisa membuka hati kembali. Seperti judulnya, Mencintai (untuk) Patah Hati karya Stefani Bella menjelaskan bahwa jatuh cinta harus sepaket dengan kesiapan diri untuk patah hati. Buku ini cukup ringan dibaca, menghibur dan juga menghangatkan. Apalagi nggak hanya soal patah hati, tapi juga bagaimana tokohnya bisa menerima keadaan dan berdamai dengan luka dan dirinya sendiri.

5. Semoga Lekas Lega, kisah tentang orang-orang yang patah hati dan menyadari lukanya sendiri kemudian berjuang memperbaiki hatinya

Semoga Lekas Lega | Credit by @tannies_bookstore on Instagram

Buku karya Faisal Syahreza ini seperti mengingatkan pembacanya akan hal-hal yang membuatnya patah hati, kemudian mengajarkan bagaimana cara menyembuhkan lukanya sendiri. Katanya buku ini nggak akan membuat orang jadi setia, tapi mungkin lebih percaya kalau nggak setia bisa bikin terluka. Selain itu juga nggak akan membuat orang jadi tulus, tapi setidaknya bisa berpikir supaya diri sendiri lebih keurus.

Nah, itulah rekomendasi buku tentang orang-orang yang jatuh cinta kemudian patah hati. Nggak hanya cocok dibaca ketika kamu juga sedang patah hati, tapi cocok juga untuk sekadar hiburan sembari menyelami kisah-kisah pilu yang menyesakkan dada, sekalian bisa ambil hikmahnya~

Advertisement

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Penikmat buku dan perjalanan

CLOSE