Pernah Bikin Status “Check In” Path di CK Atau Sevel? Berarti Masa Mudamu Begitu Gaul~

Check in Path

Sebelum ngetren media-media sosial seperti yang saat ini banyak digunakan kayak Twitter dan Instagram, dulu ada yang namanya Path. Hampir mirip dengan Instagram, Path ini digunakan publik untuk berbagi foto, status, playlist, dan yang paling beken adalahย  fitur check in yang bertujuan untuk menunjukkan kepada teman-teman medsos kita bahwa saat itu kita sedang nongkrong di suatu tempat. Hampir sama deh pokoknya dengan update foto zaman sekarang yang dikasih tag berisi lokasi.

Advertisement

Pada masa tersebut, ada beberapa tempat yang sering banget jadi lokasi nongkrong favorit anak-anak muda yang biasanya didominasi oleh remaja tanggung hingga anak kuliahan. Pokoknya setiap kali nongkrong di situ pasti nggak pernah kelupaan buat check in di Path. Beberapa di antaranya adalah minimarket Sevel alias Seven Eleven dan juga CK (Circle K). Kedua tempat ini selalu penuh dengan anak muda, entah jam berapa pun. Kalau dulu kamu termasuk anak gaul Path, setidaknya pasti pernah menyambangi salah satu dari dua tempat ini.

Di masa kejayaan media sosial Path, CK dan Sevel jadi tongkrongan anak anak gaul perkotaan

Aplikasi media sosial Path. via katadata.co.id

Nggak dimungkiri lagi bahwa Sevel menjadi saksi bisu pergaulan muda-mudi eksis medio 2013-2015 khususnya anak-anak yang hidup di kota besar. Mirip dengan pengguna media sosial saat ini, anak gaul Path dulu juga hobi banget mengunggah update-an terbarunya. Seperti misalnya makanan, aktivitas sehari-hari, lagu yang lagi didengerin, hingga tempat-tempat nongkrong paling favorit. Mulai dari anak sekolah berbagai kalangan, baik cowok maupun cewek, hingga anak-anak kuliahan semester awal hingga semester tua. Agenda yang dilakukan pun juga bermacam-macam, ada yang sekedar ngobrol, main gim di laptop sambil numpang Wi-Fi gratisan, dan bahkan ada juga yang bener-bener ngerjain tugas.

Ngaku deh, pasti kerjaanmu ngumpul ramai-ramai, beli camilan cuma berapa bungkus, habis itu nongkrongnya sampai berjam-jam!

Ilustrasi nongkrong di Sevel. via dherdian.wordpress.com

Dari sekian banyak aktivitas yang dilakukan di dua tempat nongkrong paling favorit tadi, satu-satunya yang paling sering adalah sekadar ngumpul ramai-ramai, ngobrolin kekonyolan-kekonyolan, dan hal-hal yang sekiranya nggak penting sampai lupa waktu. Udah sampai menuh-menuhin tempat begitu, terkadang yang beli jajanan cuma beberapa orang aja, itu pun yang dibeli cuma makanan ringan yang nggak seberapa. Nongkrongnya? Jangan ditanya lagi, pokoknya dari matahari terik sampai berubah jadi gelap gulita. Betah bener! Belum aja diusir~

Jadi tempat bolos favorit anak-anak sekolah. Pasti kalau udah bosen sama pelajaran langsung pada cabut ke sini~

Circle K via twitter.com

Sebagai anak sekolah atau mahasiswa yang melewati masa mudanya dengan penuh lika-liku dan kebandelan, tentunya relate banget dengan persoalan yang satu ini. Disadari atau nggak, Sevel maupun CK menjadi salah satu tempat nongkrong sekaligus pelarian buat bolos jam pelajaran paling favorit.

Di saat kepala udah penuh dan berat banget dan ditambah dengan guru maupun dosen yang superkiller, dapat dipastikan bahwa tempat ini jadi spot bersejarah bagi anak gaul di masa tersebut. Kamu sendiri pun mungkin jadi salah satu bagian yang pernah merasakan masa-masa kejayaan tersebut~ ๐Ÿ™‚

Pantesan, Sevel di Indonesia nggak tahan lama. Orang pada buat nongkrong tiap hari, tapi beli jajannya nggak seberapa! ๐Ÿ™

Advertisement

Sevel akhirnya tutup. ๐Ÿ™ via today.line.me

Meski sering jadi tempat nongkrong favorit anak-anak muda, namun nasib kedua minimarket ini bisa dikatakan berbeda. Jika saat ini CK masih bisa berjaya, beda halnya dengan Seven Eleven. Hanya berselang beberapa tahun sejak pertama kalinya dibuka di Indonesia, Sevel akhirnya memilih untuk undur diri dan menutup semua gerai mereka secara permanen. Ya, habis mau gimana lagi, orang kalau pada beli makanan juga cuma sedikit, tapi nongkrongnya sampai lupa waktu.

Tapi mau bagaimanapun, Seven Eleven dan CK adalah adalah dua tempat yang penuh dengan kekonyolan-kekonyolan masa muda. Ada banyak cerita yang tertinggal di sana. Curhatan-curhatan tentang cinta monyet hingga gerutu perihal menjengkelkannya tugas sekolah dan kampus, mungkin jadi beberapa di antaranya. Ah, indahnya masa itu, ya~

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

CLOSE