Apa jadinya kalau di dunia ini nggak ada kondom? Mungkin populasi manusia di bumi lebih banyak dari jumlahnya saat ini karena kehamilan dan kelahiran yang tak terduga. Belum lagi soal penyakit menular. Tanpa kondom, orang-orang dengan penyakit tersebut mungkin sudah ada di mana-mana.

Nah kali ini Hipwee bakal kasih artikel informatif soal sejarah. Kira-kira gimana ceritanya ya alat kontrasepsi tersebut bisa tercipta?

 

1. Lewat lukisan di gua, para peneliti menyebut kondom sudah manusia dikenal sejak 15.000 SM

Menurut penelitian SKYN, bukti tertua penis yang disarungi benar-benar bisa kamu lihat dalam lukisan sebuah gua. Walaupun itu nggak begitu jelas, apakah benar-benar kegunaannya seperti kondom pada zaman sekarang. Tapi sarung untuk penis ini sungguh menarik dan menjelaskan bahwa nenek moyang kita pun sudah tahu soal kondom. Dalam penelitian SKYN, mereka menyebutkan kondom sudah dikenal manusia sejak 15.000 SM.

Lukisan yang ditemukan [kanan]. via www.lifestyles.com

2. Kondom dari linen merupakan kondom pertama yang terdokumentasi para peneliti

Dari linen via 4.bp.blogspot.com

Sebelum kelahiran Nabi Isa dan menjelang kematiannya, atau pada masa Kekaisaran Romawi, kondom yang sebenarnya ditemukan dan terdokumentasikan oleh para peneliti. Kondom tersebut terbuat dari potongan-potongan linen. Kain yang terbuat serat alami, yaitu tumbuhan alami. Kemudian potongan-potongan kain tersebut dijahit dan disesuaikan dengan ukuran penis. Kondom dari bahan tersebut dan pada masa itulah yang terdokumentasi para peneliti sebagai yang pertama di bumi.

3. Tanduk binatang dan tempurung kura-kura pun pernah dijadikan ‘sarung’ di Asia

Sebelum tahun 1400-an, para bangsawan di Asia mulai menggunakan kondom yang terbuat dari kelenjar binatang. Pada masa itu, linen tak lagi digunakan karena mereka nilai nggak efektif lagi. Lalu, mereka menggunakan  kondom yang terbuat dari usus binatang dan diminyaki sebagai pelumas. 

Pada era itu, kondom benar-benar mereka maknai sebagai pelindung. Bahkan tanduk binatang sampai tempurang kura-kura mereka jadikan sebagai ‘sarung’. Dengan alat tersebut, mereka yakin lebih terlindungi dari penyakit menular seksual dan kehamilan. Bersyukurlah untuk kamu yang hidup di masa kini, kamu nggak perlu repot-repot masukin ‘adikmu’ ke dalam tanduk binatang dan tempurung kura-kura. Aduhhh ngebayanginnya juga susah.

4. Tahun 1400 sampai 1700-an, kondom dari kain linen kembali digunakan. Di sisi lain, kondom dari kandung kemih kambing melakukan debut

Dari kandung kemih kambing via headlists.com

Semakin sini, manusia makin berpikir kalau pakai tanduk binatang nggak memberikan kelembutan. Mungkin pakai alat seperti itu bikin nggak sensitif pada penis mereka. Atas dasar itulah, mereka kembali pada pada kondom yang terbuat kain linen. Namun pada masa itu, mayoritas kondom terbuat dari organ dalam kambing, seperti potongan-potongan kandung kemih. Dan kemudian. kondom dari bahan tersebut jadi pilihan populer pada 1400 sampai 1700-an.

5. Casanova nggak cuma menggunakannya, tapi mengecek juga kualitas kondom

Giacomo Casanova via cp91279.biography.com

Adakah di sini yang nggak tahu sama istilah Casanova? Sebuah julukan untuk cowok yang suka gonta-ganti pasangan. Ia disebut sebagai petualang cinta. Dalam memoarnya yang berjudul History of My Life, Giacomo Casanova menceritakan kisah-kisahnya.

Casanova ternyata cukup punya andil dalam dunia perkondoman. Ia menceritakan sering meniup kondom sebelum menggunakannya dan memastikan nggak ada lubang. Dengan begitu, potensi kehamilan pada setiap cewek yang ditidurinya pun berkurang. Atas usaha tersebut, Casanova tercatat sebagai orang pertama yang melakukan quality control pada kondom.

6. Kondom karet pertama dibuat pada 1855, tapi soal tebalnya, coba tebak setebal apa?

Jangan dibayangin via www.kingland.co.id

Pijakan kondom semakin maju ketika kondom pertama berbahan karet diproduksi tahun 1855. Hal tersebut dianggap sebagai langkah besar. Namun pada saat itu, tebal kondom jelas nggak setipis sekarang. Menurut penelitian SKYN, tebalnya persis tebal ban dalam dari sepeda. Nggak kebayang ‘kan kalau kamu hidup di masa itu, maka penismu dipakein karet setebal itu. 😀

7. Produsen kondom mencetak gambar wajah Ratu Victoria di tahun 1897

Queen Victoria via skola.amoskadan.cz

Pada tahun 1897, dunia dibuat heboh oleh para produsen kondom. Pasalnya mereka mencetak gambar wajah ratu Inggris tersebut pada bungkus produknya. Para produsen beralasan bahwa anak-anak Ratu Victoria yang terkena penyakit menular seksual bisa menjadi contoh kalau kondom itu penting. Haduh, bisa aja mereka.

8. Tahun 1957, Inggris memperkenalkan kondom berpelumas pertama

Berpelumas via www.glydeamerica.com

Inggris menjadi pelopor pertama kondom yang berpelumas. Persis seperti kondom-kondom yang bisa kita temui sekarang. Menurut para produsen saat itu, kondom berpelumas bisa membantu mereka yang terjebak dengan penggunaan ludah.

9. Di negara-negara barat, kondom kian bermanfaat ketika penyakit menular seksual makin menjalar tahun 1980-an

Darurat penyakit via blog.capterra.com

Amerika Serikat pernah mengalami puncak ketakutan akan penyakit HIV dan AIDS akibat hubungan badan. Kampanye tentang penggunaan kondom pun dicanangkan di mana-mana. Sehingga pada tahun 1985, kondom semakin digandrungi sebagai aksi preventif nyata dalam gaya hidup bebas masyarakat.

10. Para produsen kondom semakin kreatif. Mereka berinovasi untuk sesuatu yang baru pada kondomnya

Berbagai macam dan varian via lovelace-media.imgix.net

Akhir tahun 1980-an, permintaan kondom semakin meninggi. Pada saat itu pula beberapa produsen menawarkan konsumen sesuatu yang berbeda. Kondom yang tadinya gitu-gitu aja, mulai diinovasi. Jadi jangan heran kalau sekarang ada kondom berwarna, bertekstur dan bahkan berasa.

Begitulah fakta-fakta tentang perkembangan kondom dari masa-masa. Bagaimana pun, keberadaan kondom, sedikit banyak, telah menjadi salah satu barang penting bagi kehidupan manusia. Akui saja itu.

Bayangkan saja kalau di dunia ini nggak ada kondom. Mungkin angka kehamilan dan kelahiran bisa banyak yang berpengaruh pada jumlah populasi manusia di bumi. Belum lagi kalau nggak dikehendaki, mungkin angka aborsi juga mungkin banyak. Dan terakhir, orang-orang dengan penyakit seks menular pun mungkin jumlahnya bakal lebih banyak kalau nggak ada kondom.

Suka artikel ini? Yuk follow Hipwee di mig.me!