Dunia yang berkembang kian pesat, seakan menuntut semua lapisan masyarakat berlomba-lomba untuk lebih kreatif dan kompetitif dalam mencari pekerjaan demi menunjang kehidupannya. Ah, berbicara mengenai kreativitas, Hipwee Boys teringat akan fenomena masa kini yang nyeleneh dari panggung hiburan tanah air. Betapa tidak, saat ini nggak sedikit cowok-cowok yang ‘berkompetisi’ untuk mendapatkan penggemar dari panggung megah hiburan tanah air. Tapi sayangnya, kreativitas mereka seolah terbatas. Mereka mencari popularitas dengan cara yang nggak sewajarnya. Kenapa?

Inilah yang hendak Hipwee Boys lontarkan ke kalian semua. Kenapa, demi sebuah popularitas, cowok rela berakting menjadi cewek? Apakah mereka merasa kualitas dirinya nggak terlalu bagus, atau bagaimana?

Mungkin cowok-cowok itu nggak berakting menjadi cewek, tapi dari gerak-geriknya, cara, dan nada bicaranya menyerupai cewek

Panggung. via www.ramsheadgroup.com

Nggaj jarang kita melihat dan menyaksikan para artis, aktor, dan pembawa acara dengan nama beken dengan ciri khas mereka masing-masing? Ada yang berakting gagap, ada yang membuat suaranya menjadi sember, ada yang berakting seolah-olah bodoh tapi sebenarnya cerdas, dan ada pula yang berakting menjadi seolah menyerupai wanita.

Peran terakhir yang mereka gunakan ini ternyata nggak sedikit yang membuahkan hasil. Naik daun. Meraup materi dan popularitas dengan instan. Mungkin mereka nggak menyadari hal itu. Bahwa sosok yang mereka perankan di atas panggung itu adalah nggak seharusnya mereka lakukan. Padahal, masih banyak cara untuk mendapatkan popularitas di atas panggung. Kenapa harus memerankan sosok cewek? Kenapa nggak sekalian aja mereka menjadi cewek seutuhnya, bukan menjadi setengah-setengah seperti itu?

Padahal begitu banyak pembawa acara atau aktor kondang dengan kualitas mereka sendiri, tanpa menjual apapun demi sebuah popularitas

Advertisement

Kualitas membawa popularitas. via hamptonroads.com

Sejatinya, menjadi diri sendiri adalah bentuk perjuangan yang hakiki. Tanpa mendeskreditkan pihak manapun, bukankah sebaiknya kita menjadi diri kita sendiri seperti yang telah digariskan Yang Maha Kuasa? Terlepas dari panggung dan acara apapun demi mendapatkan uang, terserah mereka mau berbuat apa. Tapi, sebagai seorang yang kerap muncul di layar kaca dan menjadi panutan banyak orang, alangkah baiknya kita menunjukkan sikap dan sifat kita sebagaimana mestinya. Nggak perlulah kita menjadi orang lain untuk sebuah poularitas. Bagaimana menurut kalian?

Meski nggak pernah ada pengakuan jujur atas tingkah laku seperti itu, seenggaknya mereka emang mencari gelak tawa para penonton, bukan?

Begini sebenarnya bentuk tawa para penonton. via kcrockyhorror.com

Emang nggak semua pembawa acara, artis, ataupun aktor yang kerap muncul di layar kaca seolah menunjukkan sisi kewanitaannya. Tapi beberapa mereka sering melakukan hal-hal yang nggak sewajarnya. Sejauh ini, belum ada pengakuan jujur atas tingkah laku, sifat, dan sikap mereka selama di atas panggung. Nggak ada pengakuan atas diri mereka sendiri kepada khalayak, seperti apakah mereka itu sebenarnya. Mungkin kalau mereka mengaku bahwa diri mereka bukanlah cowok pada umumnya, nggak masalah. Seenggaknya, harus ada pengakuan jujur dari mereka, agar nggak ada salah paham yang timbul di masyarakat, yang akhirnya malah menjadikan mereka buah bibir dan apriori negatif. Sebagai bahan diskusi aja nih, sebenarnya mereka tahu nggak sih mereka itu panutan banyak orang?

Yang masih menjadi pertanyaan, apakah mereka sadar dengan posisi mereka dalam masyarakat?

Ini anak-anak lho yang nonton! via www.myconnecticutkids.com

Namanya juga orang yang sedang mencari rezeki. Kita sebagai penonton nggak selayaknya berkomentar tentang penampilan mereka sih. Tapi, orangtua manapun pasti resah melihat anak-anaknya menonton televisi dengan aktor yang kebanyakan berakting menjadi cewek. Apa jadinya kalau kelak anak-anak (cowok) menganggap bahwa apa yang mereka lakukan itu benar? Nggak menutup kemungkingan, apa yang dilihat anak kecil di usia belia, akan berpengaruh besar pada usia dewasanya.

What they see is what they do.

Inilah yang menjadi dampak buruk bagi para penonton yang menyaksikan mereka tertawa-tawa, bergaya bagai wanita, yang sebenarnya mereka adalah pria, dan tingkah laku mereka yang lainnya.

Maka, seperti itulah. Keresahan akan selalu hadir dalam benak orangtua atau masyarakat lain yang masih nggak bisa menerima hal-hal baru yang mungkin bagi mereka masih sangat tabu. Masalah para cowok yang berakting seperti cewek di atas panggung. Entah mereka melakukan hal itu untuk mencari popularitas atau emang jati diri mereka yang seperti itu. Sesungguhnya, rezeki telah diatur oleh-Nya. Manusia hanya bisa berusaha dan berdoa semaksimal mungkin di jalan-Nya.

Suka artikel ini? Yuk follow Hipwee di mig.me!