Kentalnya budaya patriarki di negara kita membuat dominasi cowok terasa wajar. Lelaki dilatih untuk menjadi yang terbaik dan terkuat sejak ia dilahirkan. Dampaknya, gengsi dan harga diri lelaki terbangun tinggi. Hal ini berdampak pada hubungan percintaan, seringkali beberapa cowok merasa ogah kalau ketinggalan.

Memang agak sulit bagi cewek cewek di Indonesia untuk lebih unggul. Namun, bukan berarti cewek tidak boleh menjadi hebat. Cewek justru harus hebat karena merekalah kunci generasi mendatang. Tapi, bukan berarti cewek bisa dengan membabi buat menyalahkan cowok dalam hal ini. Para cewek harus bisa beradaptasi dalam budaya yang sudah terlanjur terbentuk ribuan tahun.

“Wanita unggul memang menarik. Tapi wanita unggul yang mampu menempatkan diri dan membuat hubungan terasa sejajar akan membuat hubungan lebih nyaman dijalani.”

1.  Gelar akademik tinggi kadang bikin cowok keder. Walaupun seneng dapet cewek pinter

Gita Gutawa yang sudah lulus S2 via genmuda.com

Konon perempuan cerdas akan melahirkan dan mampu mendidik anak-anak yang cerdas. Sering disebut sebagai sekolah pertama anak, perempuan memang dituntut untuk selalu punya ilmu yang bisa dibagi. Tapi ketika kecerdasan itu diterjemahkan dalam sebuah gelar akademik yang lebih tinggi dari milik si lelaki, beda lagi urusannya.

Advertisement

Pendapat masyarakat, sampai rasa gengsi ketika karir cewek melesat tinggi selepas mengantungi gelar tambahan seringkali muncul di hati cowok.

2. Gap gaji yang terlalu tinggi bikin cowok mikir. Jangan-jangan nanti ceweknya yang nafkahin…

Song Hye Kyo udah kaya tapi masih single via chronicleleader.com

Bisa memberikan support penuh pada pasangan buat cowok bisa jadi kebanggan. Betapapun sulitnya mencari uang di tengah hiruk pikuk para pencari kerja, adanya pasangan dan keluarga di rumah jadi motivasi terbesar cowok. Lalu apa yang terjadi waktu pendapatan cewek lebih tinggi dibanding cowok? Gengsi waktu cewek bayarin sana-sini, agak miris waktu lihat rekening yang isinya lebih tipis.

“A successful man is one who makes more money than his wife can spend. A successful woman is one who can find such a man.” (Lana Turner)”

Kamu boleh saja nggak sepakat sama quote ini. Tapi (harus diakui) lebih banyak orang akan mengangguk saat membacanya.

3. Kita sama-sama kerja nggak masalah. Tapi rasanya haram hukumnya kalau jabatan cowoknya lebih rendah

cewek yang jadi pemimpin cowok via huffingtonpost.com

Menjadi wanita karier atau sama-sama bekerja sih bukan masalah yang besar lagi sekarang. Rasional saja. Kebutuhan semakin kesini kan memang makin mahal dan makin banyak uang yang diperlukan. Sharing pengeluaran jadi cara paling masuk akal agar tetap bisa hidup layak, terutama di kota-kota besar.

Tapi urusan jabatan tetap jadi perhatian sih. Kalau sampai si cewek lebih tinggi jabatannya mungkin cowoknya lebih baik mundur daripada harga diri tersakiti. Jabatan tinggi sering berbanding lurus dengan tanggung jawab lebih besar. Selain minder, kadang cowok juga takut cewek akan kurang perhatian.

4. Pasangan itu juga teman jalan. Cowok mending cari yang penampilannya sederhana. Biar nggak kebanting waktu jalan berdua

Penampilan glamour Syahrini via tokohindonesia.com

Bayangkan ketika seorang cewek ala-ala Syahrini yang penampilannya glamour jalan sama cowok berpenampilan sederhana dengan jeans dan batik datang ke kondangan. Bisa dibilang, “Mas-nya kurang dressed up ah…”. “Ih gimana kalau foto bareng? Nggak matching dong?”

Cibiran orang-orang ini yang bikin cowok males jalan sama cewek yang penampilannya terlalu cetar membahana. Mending nyari yang biasa-biasa aja.

5. Cowok sakit hati waktu cewek kesayangan enggan terbuka dan menerima masukannya. Dalam ‘kan sebenarnya?

Sosialita via fimela.com

Ada yang lebih dalam dari sekadar rasa gengsi yang muncul sebagai ekses versi rapuh maskulinitas. Dalam hati, hal yang paling bikin cowok merasa tersakiti malah waktu cewek kesayangan enggan terbuka atas masalahnya. Keputusan cewek untuk memendam masalah sendiri jadi sinyal bahwa dia tidak sepenuhnya percaya.

“Aku jadi berpikir sih sama tingkat keseriusannya ke aku. Apakah masukanku emang nggak bagus, atau dia memang nggak nyaman sharing sama aku?”

(Nico, 23 tahun)

Rasa tersaingi atau rasa gengsi cowok ternyata tidak selamanya buruk. Setelah membaca penjelasan diatas, masuk akan juga kan apa yang mereka rasakan? Sekali-kali menyinggung gengsi cowok nggak apa. Tapi ya dijaga juga perasaan mereka ya! :p

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya