Budaya di banyak negara, tanpa terkecuali Indonesia, memang memiliki ciri khas masing-masing. Namun, kalau urusan PDKT, sepertinya hampir di seluruh dunia sama, cowok biasanya harus memulainya duluan. Memang benar ada beberapa negara yang sudah kelewat progresif seperti Amerika Serikat yang cewek sudah nggak mau lagi di PDKT, maunya mereka yang PDKT. Tapi, di banyak tempat di dunia, cowok masih menjadi pemeran utama dalam membangun sebuah hubungan. Rasanya pasti bakalan aneh ketika kita mendengar cewek nembak cowok atau cewek melamar cowok?

Beberapa hari lalu, Hipwee Boys mengangkat artikel tentang profesi seorang cewek yang bisa bikin cowok minder untuk mendekatinya. Tak lama setelah artikel tersebut mengudara, seorang teman, anak kedokteran salah satu perguruan tinggi negeri di Semarang, yang kini sedang co-ass menghubungi saya. Ternyata budaya PDKT di Indonesia membuat mereka memiliki beberapa masalah dalam PDKT. Yuk kita simak langsung aja curhatan anak kedokteran yang dianggap salah satu jurusan yang paling  “ditakuti” cowok.

Persoalan ini ternyata tak asing bagi cewek-cewek dari jurusan anak kedokteran

Lucu nih via www.mindtalk.com

Masa kuliah merupakan masa di mana kita mulai bisa melihat dunia lebih terbuka. Kita yang tadinya terbiasa hidup di lingkungan yang homogen, pada masa kuliah, mulai mengenal lingkungan yang heterogen. Namun pada masa itu pula kita mulai mengenal pengklasifikasian jurusan.

Ketimbang masa SMA, kita dengan sendirinya menjadi lebih matang dalam menilai mana jurusan yang favorit, mana yang isinya kebanyakan orang-orang kelas atas, mana jurusan yang underdog, mana jurusan yang mainstream, dan mana jurusan bahkan asing di telinga.

Advertisement

Kemudian, pada masa kuliah pula kita bisa dengan mudah menilai masa depan seseorang atas dasar jurusan yang dia ikuti. Bak Tuhan, kita melakukan penghakiman masa depan. Itu pula yang melahirlah pengkastaan jurusan, dan anak kedokteran biasanya berada di titik tertinggi dalam kasta tersebut. Lebih punya masa depan, lebih bergengsi, lebih crunchy ketika kamu bilang punya pasangan seorang dokter pada orang lain.

Namun bagaimana kalau kasusnya: cowok berasal dari jurusan underdog — yang dinilai nggak punya masa depan bagus (belum lagi kalau dia anak D3 yang bukan kedinasan) — berusaha deketin seorang cewek yang anak kedokteran. Jawabannya nggak bakal jauh dari “cowoknya bisa minder duluan”.

“Masalah ini nggak asing sih di lingkungan kami (cewek-cewek kedokteran). Kadang bikin insecure. Beda bangetlah sama temen-temen yang cowok, mereka malah jadi rebutan. Hehehe,” kata Putri (bukan nama sebenarnya, katanya sih malu kalau disebut nama aslinya).

Nggak ada yang perlu ditakutkan dengan cewek kedokteran. Mereka sama-sama manusia kok

Nggak perlu takut, katanya 🙁 via www.instagram.com

Cewek kedokteran nggak ada bedanya dengan cewek-cewek yang berasal dari jurusan lain. Mereka sama-sama manusia. Makanan pokoknya pun nasi, kecuali kalau ada yang phobia sama nasi (ini ada lho). Begitulah yang ditekankan Putri.

“Sebenarnya aku dan temen-temen lainnya yang anak kedokteran terbuka kok dengan siapa pun. Nggak beda jauh dengan cewek-cewek pada umumnya. Kami punya hasrat alamiah untuk punya pasangan. Sama ‘kan kayak cewek-cewek umumnya?” kata cewek yang baru berusia 22 tahun tersebut.

Ketika ditanya tentang perasaan cowok yang bisa merasa gagal dan nggak nyaman kalau ceweknya lebih berhasil. Cewek asal Bandung ini pun menjelaskannya dengan cukup tegas. “Sekarang ‘kan memang bukan zamannya pendomestikasian cewek. Wajar dong kalau cewek punya cita-cita sendiri buat menunjang masa depannya. Kalau kamu orangnya progresif, pasti kamu bisa menerima keputusan para cewek untuk berkarir.”

Mendengar kata-kata tersebut, saya sempat tertegun sih. Merasa dicubit juga sih. Soalnya punya pengalaman minder pada cewek kedokteran. Nah malah curhat ‘kan.

Orang-orang mengenal fenomena bahwa cewek kedokteran biasanya punya pasangan yang dokter juga. Apakah benar?

“Nggak juga kok” via www.instagram.com

Beberapa di antara teman-teman kamu yang anak kedokteran, pasti nggak sedikit mereka yang punya pasangan sesama anak kedokteran. Namun jangan sampai menjustifikasi juga kalau pasangan anak kedokteran harus anak kedokteran juga.

Tentang bahasan tersebut, Putri berkata, “Ah nggak juga kok. Paling cuma beberapa orang doang yang terlibat cinlok. Kalau memang akhirnya punya pasangan anak kedokteran lagi, ya, mungkin itulah yang namanya jodoh. Nggak ada yang tahu.”

“Tapi temen-temenku, termasuk aku, nggak menutup kemungkinan buat membuka diri dengan cowok yang di luar jurusan kedokteran. Malah kayaknya lebih asik, kita bisa saling share ilmu. Ya, nggak? Hehehe,” tambahnya.

Pada akhirnya, cowok harusnya menjadikan fakta tersebut sebagai lecutan untuk lebih sukses, bukan malah minder

Jangan minder, guys via www.instagram.com

Setiap cewek pasti punya kriteria masing-masing soal, tanpa terkecuali anak kedokteran. Menurut Putri, sekali lagi, dirinya dan teman-temannya yang sejurusan itu sama dengan cewek-cewek pada umumnya. Nggak banyak syarat yang harus cowok punya untuk bisa mendekati cewek.

“Paling penting sih harus pengertian, soalnya anak-anak kedokteran pada sibuk dan susah punya waktu buat pacaran. Kasarnya mah bayangin aja jumlah penyakit yang ada, nah sebanyak itulah yang perlu anak kedokteran pelajarin. Banyak ‘kan?” tutup Putri.

Gimana, guys, sudah cukup menjelaskan nggak perasaan cewek-cewek kedokteran yang biasanya bikin kamu minder? Banyak cewek kedokteran di luar sana yang menjomblo lho. Jomblonya bisa jadi karena banyaknya cowok yang minder duluan sebelum mendekatinya.

Harusnya, punya gebetan atau pacar anak kedokteran itu kita jadikan motivasi supaya lebih kerja keras lagi, jangan malah merasa jadi batu sandungan. Catet ya! :p

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya