Menjelang lebaran, sudah menjadi keniscayaan bahwa pusat perbelanjaan akan disesaki orang bejibun. Nyari tempat parkir aja susah. Jalanan yang biasanya normal, jadi macet gara-gara keluar masuk kendaraan pusat perbelanjaan, plus orang yang lalu-lalang. Nggak heran memang. Makin dekat lebaran, orang-orang lebih asik mall-sentris dibanding masjid-sentris.

Dan kalau kamu main ke pusat perbelanjaan nih, kaum yang bakal lebih banyak kamu temui adalah kaum cewek. Kaum yang lekat kaitannya dengan dunia perbelanjaan. Nah kali ini Hipwee mau ngajak kamu bandingin gimana sih cowok dan cewek menghadapi lebaran kalau soal masalah perbelanjaan.

1. Soal kuantitas barang yang dibeli jelang lebaran, cewek mah jangan ditanya deh. Dari ujung kepala sampai ujung kaki~

Advertisement

“Cewek itu badannya satu, tapi kebutuhannya banyak. Atasan bisa sampai 5,  bawahan juga bisa sampai 5. Belum aksesorisnya. Belum juga yang pakai jilbab.”

– Silvia, 22 tahun

Membeli barang dan berbelanja memang kegiatan yang normal. Salah satu kegiatan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Tapi bagaimana kalau belanjanya nggak kira-kira. Nggak kira-kira menurut cowok. Kalau cowok mah cukup beli satu atasan dan satu bawahan, lebaran tetep jadi kok. Baju lama juga bisa dipakai. No problemo~

Advertisement

Mari kita bandingkan dengan kaum cewek? Pasti nggak bakal sesimpel cowok. Belanja seperti sudah menjadi kewajiban sebelum lebaran. Atasan sama bawahan bisa banyak macamnya. Itu belum termasuk aksesoris-aksesoris yang bakal menghiasi pakaiannya.  Hadeuhhh, lieur

2. Kalau soal belanja, cowok langsung cari barang incarannya. Beda sama cewek. Jadi lebih lama deh belanjanya. 

Cowok nemenin ceweknya belanja. via www.fakingnews.firstpost.com

Cowok pasti bakal nanya letak barang incarannya sama mbak-mbak atau mas-mas yang jaga outlet. Nggak bakal muter-muter dan lirik kiri kanan melihat barang yang lain. Begitu cowok sudah mendapatkan barang bawaannya yang dia incar, cowok bakal langsung membelinya.

Beda sama cewek ‘kan? Cewek akan lebih senang lirik pakaian-pakaian lain di samping mencari barang incarannya. Itulah yang melahirkan adanya perbedaan lain: cewek lebih lama kalau belanja dibanding cowok. Ya nggak lain karena tangannya cewek yang gatel pengen pegang-pegang barang yang lain. Tau-tau udah muterin itu mall.

3. Cowok nggak selalu berpatok dengan diskon. Kalau butuh, ya, tinggal langsung beli. Simpel~

Diskon yeay~ via cdn-2.tstatic.net

“Wah kalau itu mah jangan ditanya. Ijo mata kita kalau ada diskonan, apalagi kalau mereknya terkenal.”

– Fira, 23 tahun

Jelang lebaran, demam belanja biasanya makin menjadi. Setiap orang dihinggapinya, apalagi cewek. Ya gimana nggak kegoda belanja, saat keinginanmu ingin tampil maksi di hari lebaran, toko-toko dan pusat perbelanjaan menyuguhkan diskon besar-besaran. Nah biasanya kaum ceweklah yang jeli dengan keadaan tersebut. Soalnya kaum inilah yang sangat memperhatikan harga. Nggak peduli berguna atau nggak ke depannya. Yang penting beli dulu aja, mumpung murah~

Nah kalau cowok gimana? Cowok itu nggak terlalu mikirin harga. Mikirin mungkin pasti, tapi mereka main logika dan bakal bertanya keras pada diri sendiri, “Berguna banget nggak itu barang? Besok kalau gue belanja ini, bisa makan nggak ya?” Cowok bakal membeli barang tergantung kebutuhan mereka dan nggak memandang deket lebaran atau nggak. Walaupun harganya mahal, ya, kalau butuh banget, pasti bakal mereka beli. Contohnya: sepatu futsal. 🙂

4. Kaum cewek jugalah yang biasanya berinisiatif bikin seragam lebaran buat keluarga.

Seragam bajunya… via busanamuslimodis.com

“Biasanya sih aku cuma tau jadi. Hehehe. Yang ngurusin masalah seragam, kalau nggak ibu, ya, mbakku. Aku paling cuma ngasih kemeja buat dijadiin contoh ukuran baju.”

– Roji, 23 tahun

Di Indonesia, baju lebaran udah jadi keunikan tersendiri. Seolah menjadi tradisi yang turun-temurun. Bagi kita yang pernah mengalami masa kecil, lebaran ya baju baru. Di momen kumpulnya sanak saudara dan banyaknya acara silaturahmi antar keluarga, biasanya beberapa keluarga ingin tampil beda. Satu keluarga tampil seragam.

Dan biasanya nih ya, yang punya inisiatif kalau nggak ibu, ya, kakak perempuanmu. Bapak sama anak cowok umumnya sih cuma tau voting warna dan motif. Sisanya, ibu atau kakak perempuan yang biasanya mengurus penuh urusan itu. Mulai dari milih bahan, sampai masuk tukang jahit. Tren seragam keluarga buat lebaran ini pasti bakal tetap ada di tahun ini.

Gimana, guys? Setuju atau nggak setuju, terserah kamu sih yang baca. Setiap orang ‘kan punya pengalaman yang bisa membuatnya punya pandangan soal ini. Cheers!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya