Bir merupakan satu dari banyak jenis minuman yang disukai banyak orang. Minuman yang mengandung alkohol ini masuk ke Indonesia pada masa penjajahan Belanda. Pada masa itu, pihak Belanda memilih untuk mendirikan pabrik bir di Indonesia, dibandingkan dengan mendatangkan bir dari luar. Alasannya hanya satu, mengingat moda transportasi untuk mengimpor bir hanya bisa dilakukan dengan kapal laut, sehingga kualitas bir menurun akibat lamanya perjalanan.

Boys, bagi kamu yang hobi menenggak bir, pasti familiar dengan warna botol bir yang hijau atau cokelat. Nggak hanya di Indonesia aja, lho yang menggunakan botol berwarna hijau atau cokelat, tapi juga di seluruh penjuru dunia. Ternyata ada alasan ilmiah di balik pemilihan warna botol bir tersebut. Yuk boys, simak penjelasannya di bawah ini!

Pada awalnya bir dijual dengan kemasan botol bening aja dan dijual dalam keadaan dingin

Bir botol bening via www.thisiswhyimbroke.com

Advertisement

Awal abad ke-19, produsen bir di dunia mulai mengemas bir pada kemasan yang lebih mudah untuk dibawa kemana-mana. Kemasan botol kacalah yang kemudian menjadi pilihan banyak produsen bir di dunia. Mereka mengemas bir dalam botol kaca berwarna bening dan menyimpannya pada pendingin agar bir lebih nikmat saat dikonsumsi. Namun, tidak semua pendingin minuman tersebut dimiliki oleh produsen maupun pedagang bir. Akhirnya, karena keterbatasan alat, bir dibiarkan begitu saja tanpa disimpan pada pendingin.

Tapi begitu bir tersebut terpapar sinar matahari, rasanya jadi berubah di lidah para penikmatnya

Rasanya berubah via www.jellyvision.com

Bir yang dikemas pada botol kaca bening tanpa disimpan pada pendingin, ternyata rasanya tidak senikmat biasanya. Begitu terpapar sinar matahari, rasa bir jadi berubah di lidah para penikmatnya. Selain rasa, aroma bir juga berubah ketika tidak disimpan pada botol bening yang tak berpendingin. Berubahnya warna dan aroma bir tersebut diakibatkan karena sinar UV matahari yang langsung menembus botol kaca yang tanpa warna itu.

Akhirnya kemasan bir diganti dengan botol yang berwarna lebih gelap. Cokelat menjadi warna pilihan pertama

Botol bir warna cokelat via www.pexels.com

Karena ingin menghindari perubahan rasa dan aroma pada bir, produsen bir kemudian mengganti warna kemasan botolnya. Warna cokelat kemudian dipilih menjadi warna untuk botol bir. Setelah penggantian warna pada botol bir, perubahan rasa serta aroma akibat terpapar sinar matahari nggak banyak dipermasalahkan lagi.

Setelah warna cokelat, kemudian bir dikemas di botol berwarna hijau. Alasannya karena pada saat itu botol berwarna cokelat susah didapatkan

Botol bir warna hijau via www.thesun.co.uk

Advertisement

Pada masa Perang Dunia II, terjadi kelangkaan botol kaca berwarna cokelat. Kelangkaan tersebut akhirnya berdampak pada produsen bir dunia. Untuk mengatasi kelangkaan botol bir berwarna cokelat dan menghindari perubahan rasa serta aroma bir, mereka akhirnya mengganti lagi warna kemasan bir. Dan warna hijaulah yang menjadi pilihan. Penggunaan botol bir berwarna hijau tersebut masih digunakan bahkan ketika ketersediaan botol bir warna cokelat kembali normal di pasaran. Makanya nggak heran kalau kamu sering melihat bir yang dikemas dalam botol dengan kedua warna tersebut di pasaran.

Sekarang, berkat kecanggihan teknologi, beberapa produsen bir kembali mengemas minuman tersebut ke dalam botol berwarna bening

Ada botol hijau, cokelat, bening via www.pexels.com

Seiring berkembangnya teknologi, para produsen bir kembali berinovasi dengan produknya. Mereka yang dulu beralih menggunakan botol berwarna untuk menghindari kerusakan, kini perlahan menggunakan bir dengan kemasan botol bening kembali. Botol kaca bening kini telah dilapisi dengan anti UV sehingga tanpa pendingin pun bir akan tetap bertahan tanpa adanya perubahan pada rasa dan aroma. Selain itu, kini mesin pendingin sudah banyak beredar di pasaran dan banyak digunakan, sehingga apapun warna botol bir yang digunakan, kerusakan minim terjadi.

Namun, walaupun sudah ada teknologi yang melapisi botol bening bir, beberapa produsen tetap menjaga ciri khasnya dengan tetap menggunakan kemasan botol berwarna hijau atau cokelat. Begitu pula dengan produsen bir di dalam negeri. Masih banyak di antara mereka yang menjaga ciri khas dari kemasan bir tersebut.

Kalau kemasan favoritmu yang mana boys? Botol warna hijau, cokelat atau bahkan bening seperti dulu?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya