Setiap manusia di muka bumi ini, tanpa terkecuali, sepakat bahwa kejujuran adalah salah satu kunci penting untuk menjaga hubungan. Entah itu hubungan kekeluargaan, pertemanan, hingga hubungan asmara, kejujuran itu penting.

Meskipun pada nyatanya ada istilah white lie (kebohongan yang dilakukan untuk kebaikan), kebohongan tetaplah kebohongan. Sebuah tindak-tanduk yang tak sesuai dengan kenyataan sebenarnya dan dapat dengan mudah merusak hubungan.

Dikutip dari Quora, seorang mantan agen FBI bernama Mark Bouton memaparkan tentang bagaimana mengidentifikasi kebohongan. Caranya pun terbilang mudah. Cukup melihat seseorang lewat gestur dan perangainya. Nah, kira-kira apa ya? Langsung simak aja yuk!

 

1. Ketika seseorang berbohong, ada reaksi kimia yang dapat membuat wajahnya terasa gatal sendiri. Semacam naluri alamiah

Garuk-garuk sendiri via bonnier.imgix.net

Advertisement

Kebohongan dapat diprediksi lewat reaksi. Seseorang yang berbohong, kata Mark Bouton, secara otomatis akan mendapatkan perubahan kimia dalam tubuh mereka.

“Orang yang berbohong akan mendapatkan reaksi kimia yang menyebabkan bagian wajahnya tiba-tiba gatal. Jika mereka menyentuh untuk menggaruk, maka bisa dibilang dia berbohong,” tutur Bouton.

2. Mulut orang yang sedang berbohong cenderung mengering. Mereka biasanya berusaha untuk menjaga tetap bibirnya basah

Biar basah via attractgetwomen.com

Kebohongan kebanyakan keluar dari mulut. Dan siapa sangka kalau kita bisa melihat kebohongan seseorang dari mulut dan gesturnya. Menurut Bouton, seorang yang berbohong mulutnya cenderung mengering. “Mereka dapat menjilat bibir mereka untuk mengurangi ketidaknyamanan,” tambahnya.

Selain dengan menjilat bibirnya sendiri, seseorang yang berbohong juga bisa terlihat dari gesturnya yang menggigit mulutnya sendiri.

3. Orang bohong biasanya berbatuk untuk membersihkan tenggorokannya karena produksi cairan berlebih

“Ehem” via fthmb.tqn.com

Kamu mesti waspada ketika seseorang yang lagi kamu ajak ngobrol kerap batuk. Batuknya beda, bukan  batuk sakit. Tapi semacam batuk karena ada yang mengganjal di tenggorokan. Dia sangat mungkin berbohong. Nah, Bouton menjelaskan kaitannya. Ketika seseorang berbohong, lendir dalam tenggorokan menjadi lebih sering diproduksi.

“Dia akan batuk beberapa kali sebagai upaya membersihkan tenggorokannya,” ujarnya.

4. Mata orang yang berbohong pandangannya jadi tak beraturan. Reaksi biologi kuno untuk mencari jalan keluar

Matanya lho via www.gannett-cdn.com

Bouton dengan mantap mengatakan seseorang yang berbohong bisa dilihat dari matanya. Mereka cenderung menampakkan kesan tidak fokus dan tak berani menatap mata lawan bicaranya. “Pandangannya tak fokus, bola matanya pun mengarah ke sana ke mari. Ini adalah reaksi biologi kuno seperti menghadapi musuh berbahaya. Mereka berusaha untuk menemukan jalan keluar lewat matanya,” kata Bouton.

 

5. Kedipan seorang pembohong bisa lebih dari kata normal. Mata mereka berkedip lebih sering dari biasanya

Perhatikan kedipannya via www.rd.com

Sekali lagi, mata bisa jadi patokan untuk menilai bohong tidaknya seseorang. Kali ini, Bouton mengatakan jumlah kedipan yang jadi acuan. Lebih sering seseorang berkedip secara nggak normal, maka makin mudah dia dinilai berbohong.

“Normalnya seseorang akan berkedip sekali dalam 10 detik, tapi ketika kedipannya lebih sering dari biasanya, mereka sangat mungkin berbohong,” kata pria yang 30 tahun bekerja di FBI.

 

6. Jari seseorang yang berbohong secara alamiah akan lebih sering menyentuh mulutnya

Nyentuh mulut pakai jari via cdn-images-1.medium.com

Kebohongan seseorang dapat dengan mudah dilihat dari gestur jarinya yang menyentuh bibir. Selama percakapan, dia berusaha menutupi mulutnya lewat gerakan-gerakan jarinya di mulutnya. “Orang yang bohong akan cenderung kerap menyentuh bibir dengan jarinya selama percakapan,” kata Bouton.

7. Perhatikan kelembaban wajahnya. Orang yang berbohong bisa lebih mudah berkeringat

Keringetan via www.natumglobal.com

Untuk melihat seseorang sedang berbohong atau tidak, kamu bisa melihat juga cairan yang keluar dari tubuh mereka. Cairan yang dimaksud adalah keringat. Mereka yang berbohong bisa lebih mudah dibasahi keringat.

“Kamu bisa memperhatikan kelembaban yang terjadi di pipi mereka.  Selain itu, telapak tangan mereka juga kadang-kadang akan menggosok bagian belakang leher karena ketidaknyamanan akibat banyaknya keluar keringat,” kata Bouton.

Itulah tanda-tanda yang dikemukakan mantan agen FBI tersebut. Ia sudah 30 tahun berkecimpung dan mengamati perilaku penjahat ketika mereka berbohong. Sejumlah penelitian mengenai indikator bohongnya seseorang dilihat dari bahasa tubuh, ekspresi wajah, dan sampai verbal, pernah dilakukannya. Masih meragukannya? :p

Suka artikel ini? Yuk follow Hipwee di mig.me!