Apa yang akan kutuliskan ini, bukanlah untuk menjawab perasaan hatimu yang selalu kamu utarakan padaku. Jangan salah tangkap, ya! Aku tulis ini juga bukan karena aku sedikit peduli padamu. Mungkin sebagai teman, iya. Tapi tak lebih dan tak kurang. Karena sesungguhnya aku hanya ingin menjelaskan alasanku menuliskan surat ini untukmu. Alasanku kenapa tak pernah memberikanmu respon yang lebih atas sikapmu padaku selama ini. Meski sebenarnya, mungkin, kamu sudah tahu alasan utamaku.

Kamu belum lama mengenalku, tapi begitu mudahnya kamu mengatakan cinta padaku? Kamu mengigau atau bagaimana?

Bangun gih! via defendyourhealthcare.us

Sebelum jauh melangkah, aku cuma ingin memastikan; kenapa kamu bisa mencintaiku sebegitu besarnya? Kita belum lama mengenal satu sama lain. Kita hanya dipertemukan oleh kebetulan-kebetulan yang bisa terjadi pada siapapun juga. Kita adalah orang asing yang sama-sama baru mengenalkan diri. Bagaimana kamu bisa mengatakan cinta padaku? Aku sudah memiliki perempuan yang begitu hebat, yang mengenalku luar dalam, pun aku demikian. Lalu, kamu datang dan menyatakan perasaanmu padaku? Aneh.

Perhatianmu yang berlebihan hanya bisa kujawab dengan terima kasih. Aku sudah memiliki perhatian yang berlimpah dari kekasihku

Pergilah. via www.shutterstock.com

Aku percaya, pada dasarnya semua orang itu baik. Bahkan orang-orang yang tak pernah belajar di sekolah formal pun mengerti bagaimana memperlakukan orang lain selayaknya. Pun kamu, yang kuyakini memiliki pendidikan tinggi, baik sekali. Terlebih perhatianmu padaku yang cenderung berlebihan.

Advertisement

Tapi maaf, kebaikan dan perhatianmu yang berlebihan itu hanya bisa kubalas dengan ucapan terima kasih. Percayalah, aku sudah memiliki perhatian dan kasih sayang yang berlimpah dari perempuanku. Tak perlulah kamu bersusah payah menarik perhatianku.

Aku tahu kamu mampu untuk mendapatkan dan membeli segalanya dengan mudah. Tapi kepercayaan tak bisa dibeli dengan murah

Apapun bisa kamu beli. via www.fashionscene.nl

Sejak awal kita berkenalan, kukira kamu tak seperti gadis-gadis kota pada umumnya. Yang selalu tampil memesona dan dengan mudah menarik perhatian para lelaki di luar sana. Ternyata aku salah. Kamu hampir sama dengan mereka. Cuma bedanya, kamu bisa menjaga dirimu dengan benar.

Tapi, kamu pun memiliki kesamaan dengan mereka. Selalu mudah untuk mendapatkan apapun yang kamu mau. Dan apapun yang kamu mau itu kamu berikan padaku. Maaf, aku tak bisa menerima semua pemberian darimu. Mungkin, kalau memang kamu memaksaku untuk menerima, aku akan menerimanya dengan sukarela. Tapi jangan harap aku akan luluh dan membuka pintu hatiku untukmu. Harus kutegaskan lagi, hubungan bukan sekadar seberapa mampu seseorang memiliki segalanya, kecuali kepercayaan. Dan, kepercayaan tak bisa didapatkan dengan uang.

Sebagai wanita, bagaimana perasaanmu ketika ada seorang wanita yang memburu hati lelakimu? Tidakkah kamu berpikir sejauh itu?

Bagaimana perasaanmu? 🙁 via thoughtcatalog.com

Cobalah untuk berpikir realistis. Kalau kamu ada di posisi kekasihku kini, sebagai wanita, bagaimana perasaanmu ketika ada seorang wanita lain yang mengejar-ngejar lelakimu? Seberapa amarah yang akan kamu pancarkan? Sakit bukan hanya ada padamu, melainkan sakit di semua orang yang bersangkutan. Sebagai wanita, bukankah kamu harusnya mengandalkan perasaanmu untuk orang lain? Bukankah wanita tak harus seegois itu?

Buat apa kamu menaruh rasa untukku di hatimu? Semuanya akan percuma karena aku telah menaruh cinta di hati yang benar

Sekali lagi kutegaskan padamu, gadis yang belum mengenalku dalam. Tak perlulah kamu menaruh rasa untukku di hatimu. Percayalah, semua akan percuma dan hanya melahirkan kecewa. Sebab telah kutaruh cintaku di hati yang benar. Di hati wanita yang sebentar lagi menjadi Ibu dari anak-anakku. Hentikanlah usahamu untuk terus mengejarku!

Begitulah kiranya, semoga kamu mengerti. Dari lelaki yang hanya bisa menganggapmu sebagai teman biasa.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya