Kok Ada Sih Cowok Tulen yang Suka Pakai Baju Cewek? Ternyata Begini Alasan Mereka!

Ada sebuah fenomena yang cukup unik saat ini. Mungkin udah lama ada, tapi akhir-akhir ini makin marak ditemui di media sosial. Adalah kekeliruan cowok-cowok yang suka memakai setelan cewek. Entah itu baju atau sepatu, yang sejatinya adalah milik dan diperuntukkan khusus cewek. Penyimpangan ini disebut sebagai transvestic fetishism. Parafilia ini memiliki istilah tersendiri, yakni cross-dressing. Semacam silang-pakai baju untuk cewek, dikenakan oleh cowok. Mereka ini hanya mengalami penyimpangan masalah selera baju. Masalah gender dan minat seksual, mereka masih suka perempuan. Cuma pakaian aja yang menjadi masalah mereka.

Nah, tapi sayangnya, nggak sedikit cowok-cowok yang mengenakan pakaian cewek bukan karena mereka mengidap kelainan ini. Melainkan karena sekadar untuk gaya-gayaan. Dari situ, Hipwee Boys coba untuk mengungkap alasan mereka melakukan hal itu. Seperti apakah alasan mereka? Berikut ulasannya!

Yang paling mendasar, jangan jadikan baju adat Romawi Kuno dan Yunani sebagai acuan. Kalau itu sih udah beda cerita!

Ini tarian tradisional Yunani. Bukan gaya-gayaan! via www.aroundtheworldl.com

Alangkah kurang bijak dan salah kaprah, ketika seorang transvestic fetishism berkiblat pada cross-dressing pada kebudayaan Romawi Kuno, Yunani, atau baju tempur para prajurit di zaman dulu. Mereka mengenakan pakaian cewek, karena itu tradisi dan kebudayaan mereka. Bukan karena buat gaya-gayaan. Sementara orang zaman sekarang? Mengenakan pakaian cewek cuma buat mempertahankan dan menunjukkan eksistensi mereka di dunia maya. Dampak globalisasi atau bagaimana?

Banyak juga yang nggak paham mode, dan mengira cross-dressing ini gaya hidup. Boys, ini parafilia loh, ya!

Advertisement

Wuiiiiiih! via www.instagram.com

Parafilia merupakan gangguan ketertarikan seksual terhadap objek atau aktivitas seksual yang nggak wajar. Nah, udah paham maksudnya, ‘kan? Cross-dressing ini bukan mode pakaian yang lagi ngehits. Justru, dengan kamu berpakaian semacam itu, kamu seperti mendukung mereka yang sedang menyimpang. Harusnya kita semua memiliki tanggung jawab moral untuk tidak menyemangati mereka. Takut dibilang ketinggalan zaman? Nggak stylish? Nggak masalah! Sebagai cowok, harusnya kamu cari tahu dulu seluk-beluk suatu hal, sebelum kamu mengikutinya. Jangan jadi pengekor yang nggak tahu kanan dan kiri.

Mungkin menurut mereka, baju cewek berbahan adem dan ringan. Kalau begitu, kenapa kamu nggak pakai sarung atau boxer aja?

Nyaman? via www.turborotfl.com

Dikutip dari sebuah forum diskusi daring Experience Project, beberapa orang beranggapan bahwa busana cewek memiliki bahan yang adem dan ringan untuk dikenakan. Mereka menambahkan, nggak ada yang salah dengan pilihan mereka tentang pakaian cewek. Harusnya mereka bebas mengekspresikan diri mereka sendiri, lanjutnya. Ya, kalau cross-dressing ini hitungannya pembebasan ekspresi diri, masih banyak cara untuk berekspresi, ‘kan? Melukis, menulis, dan sebagainya. Banyak jalan untuk berskpresi, Boys!

Masalah kenyamanan, celana jeans belel juga enak kok dipakai. Kenapa mesti legging sih?

Nah, kalau cewek yang pakai, ‘kan, enak dilihat. via instidy.com

Baiklah, kalau berbicara tentang kenyamanan. Agak susah emang kalau udah ngomongin kenyamanan. Nyaman emang nggak bisa dipaksakan. Sama halnya perasaan. Tapi, kalau kenyamanan soal pakaian, sebenarnya pakaian cowok juga bisa memberikan hal serupa dengan pakaian cewek. Karena emang hakikinya udah seperti itu, bukan? Baju, jaket, celana, dan sebagainya, selalu diciptakan sesuai dengan kenyamanan orang masing-masing. Itu jugalah yang menjadikan setiap apapun memiliki ukurannya masing-masing. Kenapa? Ya, agar orang yang mengenakannya merasa nyaman. Sebagai contoh, jeans belel jauh lebih nyaman kok daripada legging.

Atau karena baju cewek lebih variatif di toko dan di mall-mall? Baju cowok juga banyak jenisnya kok kalau mau cari!

Begini, ‘kan, jauh lebih keren, Boys! via www.stylebistro.com

Bisa juga karena mereka menganggap baju-baju cewek gampang banget dicari di mall-mall atau di pusat perbelanjaan. Mulai dari harga yang sangat miring, diskon gila-gilaan hingga 90%, buy 1 get 3, jenis baju yang beragam, hingga warna-warni dan pernak-pernik yang lucu. Mungkin bisa jadi alasan bagi mereka pengidap transvestic fetishism itu. Tapi, kalau mau mencari dengan giat, sebenarnya baju-baju buat cowok juga nggak kalah variatif kok. Bahkan, banyak banget pakaian cowok yang masih belum kamu tahu namanya. Iya, ‘kan? Ya, karena saking banyaknya jenis baju cowok. Lagipula, cowok, ‘kan simpel, nggak perlu ribet pakai baju.

Menurut Freud, penyimpangan ini diakibatkan dari fiksasi pada masa pertumbuhan mereka. Transvestic fetishism ini terjadi karena malfungsi mekanisme pertahanan diri pada masa kecil. Artinya, ada ketertarikan seksual tersendiri ketika mereka masih kanak-kanak. Meski begitu, gejala ini sejatinya nggak mengganggu gender atau ketertarikan cowok atas cewek. Mereka masih suka cewek kok. Cuma, ya, mereka suka aja pakai baju-baju cewek. Aneh, ‘kan?

Suka artikel ini? Yuk follow Hipwee di mig.me!