Menengok Derita Orang Pekerja Kantoran di Kampung. Nggak Selamanya Jadi Pegawai itu Enak~

Derita pekerja kantoran

Menjadi seorang pekerja kantoran dari zaman dulu hingga sekarang memang menjadi sebuah impian besar bagi banyak orang. Image sebagai orang mapan, keren, hingga orang sukses menjadi salah satu daya tarik tersendiri kenapa orang-orang ingin menjadi pegawai kantoran. Namun rupanya, menjadi pekerja kantoran dan benar-benar sukses itu nggak melulu bikin kita jadi serba nyaman lo, apalagi kalau kamu hidupnya di daerah pedesaan.

Advertisement

Bukannya gimana-gimana, tapi hidup sebagai pekerja kantoran di pedesaan atau perkampungan itu memiliki ujian tersendiri yang bisa dibilang lumayan runyam. Udah pada tahu lah, kalau kehidupan keras itu nggak hanya terjadi di kota-kota besar, tapi juga terjadi di daerah perkampungan. Berikut ini adalah sederet derita orang pekerja kantoran yang hidup di kampung. Simak deh!

1. Sering dikira melakukan pekerjaan yang kotor kalau terlihat habis beli harta benda, apalagi kalau ada tetangganya yang irinya kebangetan

Ilustrasi belanja online shop / Credit: Pexels Andrea Piacquadio

Udah bukan hal yang mengagetkan lagi kalau hidup di kampung itu selalu ada aja tetangga yang tipikalnya unik. Setiap kelihatan beli berbagai macam benda apapun itu, pasti langsung dikira melakukan pekerjaan kotor. Padahal mah kita cuma habis belanja barang-barang dari online shop, itu pun karena beneran habis gajian. Kebayang nggak sih kalau kita sampai beli kendaraan, renov rumah, dan semacamnya. Yakin, pasti ada yang ngira kalau pelihara tuyul deh.

2. Dikit-dikit dibilang pelit, padahal pegawai kantoran juga punya banyak kebutuhanlah!

Pekerja kantoran / Credit: Pexels Andrea Piacquadio

Hidup di kampung yang masih kental dengan budaya kekeluargaan ternyata juga ada nggak enaknya lo, terlebih bagi para pekerja kantoran kayak gini. Terkadang kalau ada tetangga yang sebenarnya juga masih keluarga sendiri datang ke rumah untuk berniat mau minta tolong, kitanya serba dilema. Masalahnya, belum apa-apa aja dikit-dikit dibilang pelit. Memangnya jadi pegawai kantoran itu selalu banyak duit dan nggak punya kebutuhan apa gimana sih?

Advertisement

3. Sering diutangin, tapi bikin galau. Nggak dikasih dikira sombong, kalau nggak dibalikin pasti bikin pusing juga

Bayangan orang-orang terhadap pegawai kantoran / Credit: Pexels Pavel Danilyuk

Dari segala bentuk permasalahan yang dihadapi orang-orang pekerja kantoran yang hidup di lingkungan kampung, bisa jadi hal yang satu ini dirasa sebagai permasalahan paling pelik. Tina-tiba ada yang datang ke rumah untuk ngutang, udah gitu ngutangnya nggak sedikit pula. Pokoknya mentang-mentang kita sebagai pegawai kantor tahunya pasti banyak duit. Kalau nggak dikasih dibilang sombong dan nggak ingat sama tetangga, giliran dikasih takutnya nggak dibalikin kayak yang udah-udah. Bingung, kan?

4. Selalu jadi sasaran utama ditarikin iuran bareng. Paling males kalau iuran buat hal-hal nggak berfaedah. Ada tuh yang hampir sebulan sekali pokoknya harus dangdutan bareng

Ilustrasi dangdutan / Credit: Facebook Kementerian Humor Indonesia

Diakui atau nggak, budaya unik untuk mengadakan acara seru-seruan bareng di daerah perkampungan itu masih lestari hingga kini. Biasanya sih para penggeraknya anak-anak muda, meski terkadang ada pula yang udah memiliki keluarga. Masalahnya, acara-acara tersebut seringkali nggak berfaedah sama sekali. Apa nggak kesel tuh, kalau misalnya setiap sebulan sekali selalu pada ngadain dangdutan bareng?

Advertisement

Udah gitu sebagian besar orang-orang yang mengadakan acara tersebut kerjaannya cuma nongkrong di pos ronda pula. Ujung-ujungnya sih paling narikin duit patungan ke tetangga-tetangganya. Nah, yang jadi pegawai kantoran ini yang biasanya jadi sasaran utama. Nggak dikasih juga nggak enak, giliran dikasih takutnya tuman.

Terbukti, kan, kalau jadi pegawai kantoran yang katanya banyak diimpikan oleh orang-orang di luar sana ternyata juga menyimpan lika-likunya tersendiri. Bagaimanapun yang namanya pekerjaaan pasti punya suka dan dukanya masing-masing, tinggal jalanin aja apa yang udah dimulai dan banyak bersyukur~

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

CLOSE