Alasan Orang Tua Sering Membanggakan Kerasnya Didikan Zaman Dulu. Beda Era~

Menjadi generasi tua nggak melulu disoroti karena punya banyak pengalaman lebih dalam lika-liku kehidupan, namun sering kali juga dianggap menyebalkan oleh generasi lainnya, khususnya anak-anak zaman sekarang. Pasalnya, orang-orang zaman dulu sering banget menganggap remeh generasi saat ini karena nggak pernah dididik dengan keras oleh kehidupan.

Mulai dari dibilang manja, lebai, sering ngeluh, dan sebagainya. Tapi, hal yang paling ngeselin adalah ketika mereka selalu aja mengagung-agungkan didikan dengan cara kekerasan yang sering dilakukan oleh orang zaman dulu. Katanya, model didikan keras seperti itu yang bikin mereka jadi generasi tangguh. Ini nih, alasan kenapa orang tua yang selalu membanggakan kerasnya didikan zaman dulu terkadang ngeselin.

Alasan Orang Tua Sering Membanggakan Kerasnya Didikan Zaman Dulu. Beda Era~

Selalu dibanggakan / Credit: Twitter

ADVERTISEMENTS

1. Udah dipukulin bukannya ngasih edukasi ke generasi sekarang biar nggak dikit-dikit pakai cara kekerasan, malah semakin membangga-banggakan

Waktu udah berganti, zaman udah berubah, didikan memakai cara kekerasan seperti itu sekarang udah nggak relate lagi. Harusnya sih orang-orang yang pernah mengalami masa tersebut ngasih edukasi ke generasi yang sekarang biar nggak melakukan hal yang sama dengan orang zaman dulu. Tapi, alih-alih memberi pelajaran berharga, yang ada malah semakin membangga-banggakan. Heran banget!

ADVERTISEMENTS

2. Zaman udah semakin beradab, tapi cara didiknya masih aja kolot. Katanya sih biar nggak manja

Terjebak dalam romantisasi dan glorifikasi budaya power abuse ala generasi lama memang toksiknya kebangetan. Zaman sekarang di mana cara mendidik udah seharusnya berubah, tapi tetap aja masih begitu bangga dengan cara-cara lawas. Udah gitu, terkadang kolotnya minta ampun, dan alasan yang dipakai selalu aja sama. Pokoknya biar anak sekarang nggak manjam hilih!

ADVERTISEMENTS

3. Selalu merasa jadi generasi yang paling tangguh dan meremehkan generasi sekarang, tapi masih gampang banget termakan hoaks~

Salah satu alasan generasi zaman dulu yang hobi membanggakan kerasnya didikan era tersebut terkadang begitu menyebalkan adalah karena persoalan yang satu ini. Mereka selalu merasa menjadi generasi yang paling tangguh, kuat, karena selalu ditempa dengan cara-cara yang menurut mereka paling keras. Tapi, udah dididik dengan cara yang berbeda seharusnya sekarang nggak jadi generasi yang paling gampang termakan berita hoaks dong~ 🙂

ADVERTISEMENTS

4. Hobi banget menormalisasi kekerasan, padahal produk zaman dulu juga banyak yang berakhir traumatis karena gaya didikan tersebut, bukannya malah jadi tangguh

“Kalian ini belum ada apa-apanya, dulu zaman kita salah dikit aja langsung dipukulin, nggak ada tuh namanya mengeluh!”

Sederet kalimat tersebut pasti pernah kamu dengar saat para orang tua membanding-bandingkan dengan generasi sekarang. Heran deh, kenapa sih mereka ini hobi banget menormalisasi kekerasan seolah-olah itu adalah budaya yang patut untuk dilestarikan? Padahal, nggak sedikit juga orang-orang zaman dulu yang merasa nggak nyaman dengan gaya didikan tersebut dan akhirnya berujung trauma hingga sekarang. Dikiranya orang-orang yang dididik dengan gaya kekerasan itu bakalan selalu menghasilkan pribadi yang tangguh apa gimana, ya?

ADVERTISEMENTS

5. Merasa generasinya adalah generasi paling elit dan tangguh. Malu kali sama generasi pemuda era 1500 SM, nggak cuma dipukulin, tapi harus adu nyawa sama Mammoth buat cari makan~ :p

Dari semua alasan kenapa generasi mereka terkadang begitu menyebalkan, intinya adalah karena merasa paling sombong, merasa generasinya adalah generasi paling elit dan tangguh. Selalu menganggap bahwa generasi di bawahnya adalah orang-orang yang lembek, gampang menyerah, nggak ada apa-apanya dibandingkan tekanan zaman dulu, dan pokoknya selalu itu-itu aja yang dibanggakan. Kalau mau unggul-unggulan generasi mah seharusnya malu sama pemuda era 1500 sebelum masehi. Nggak cuma dikit-dikit dipukulin kalau melakukan kesalahan, tapi harus adu nyawa sama binatang-binatang liar buat sekadar cari makan dan bertahan hidup.

Tenang, nggak semua generasi tua itu kolot dan selalu merendahkan generasi di bawahnya kok. Masih banyak orang tua di luar sana yang melek dengan perkembangan zaman, dan tentunya bisa menyesuaikan dengan kehidupan saat ini.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Kadang menulis, kadang bercocok tanam

Editor

Kadang menulis, kadang bercocok tanam