Beberapa hari terakhir, warganet dibuat kesal dengan sebuah video yang memperlihatkan tiga orang mahasiswi yang mengaku baru saja membatalkan order ojol. Mereka sambil tertawa-tawa merekam aksi mereka lalu mengunggahnya ke media sosial. Namun sayang, hal yang dianggap lucu bagi mereka justru membuat geram sebagian orang.

Kasus itu pun akhirnya berbuntut panjang, hingga akhirnya ketiga mahasiswa tersebut mendapat β€˜ganjaran’ dari teman-teman satu kampus mereka.

Sambil tertawa, para mahasiswi ini sengaja membatalkan orderan ojol karena driver-nya dibilang jelek

View this post on Instagram

A post shared by MEMANTAU KEJADIAN OJOL 24 JAM (@keluhkesahojol.id) on

Advertisement

Dalam video yang berdurasi 15 detik tersebut, salah seorang mahasiswi menceritakan kalau temannya baru aja membatalkan order ojol hanya karena driver-nya terlihat jelek. Bahkan terdengar beberapa kali mahasiswi tersebut bilang kalau driver-nya jelek sekali. Padahal mereka hanya melihat dari foto yang tertera di laman aplikasi tersebut.

Video mereka viral, salah satu mahasiswi membuat klarifikasi kalau itu adalah haknya untuk membatalkan. Mereka bilang kalau nggak akan pernah minta maaf karena merasa nggak salah

pelaku tetap ngeyel via www.instagram.com

Dalam klarifikasi yang dibuat oleh salah seorang mahasiswi, membatalkan order adalah hak mereka. Suka-suka mereka mau memilih driver yang mana. Bahkan ketika bilang sang driver jelek pun, itu adalah haknya. Yang jelas ia nggak menghina profesi ataupun menunjukkan nama dan wajah si driver. Para pelaku pun mengatakan kalau mereka nggak akan pernah mau minta maaf karena merasa nggak salah sama sekali. Bahkan mereka akan menyambut kawanan driver yang ingin menemui mereka dan mengajak ke kantor polisi untuk diselesaikan.

Kasus itu pun sepertinya berbuntut panjang. Para pelaku diteriaki oleh teman-teman satu kampus mereka saat berjalan

Advertisement

Belum usai kegeraman warganet saat membaca klarifikasi dari mahasiswi tersebut, sejumlah video tersebar di Instagram. Dua video tersebut memperlihatkan para pelaku yang diteriaki oleh teman-teman satu kampusnya. Hal tersebut dianggap sebagai sanksi sosial atas perilaku yang kurang pantas tersebut. Saat mereka berjalan melintasi taman, kumpulan mahasiswa dari berbagai sisi gedung meneriaki mahasiswi-mahasiswi tersebut.

Semoga habis ini nggak ada alasan konyol lagi ya buat bercanda, apalagi sampai diunggah di media sosial. Kalau mau ngebatalin order juga nggak perlu beralasan kalau driver-nya jelek. Selagi bisa sampai di tujuan dengan selamat dan merasa aman selama di perjalanan, kenapa nggak? Setuju?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya