Skripsi sering kali jadi momok terbesar para mahasiswa untuk menuju gerbang sarjana. Banyak banget dari mereka yang keteteran ngerjain skripsi padahal udah bertahun-tahun ngerjainnya, tapi tetap nggak kunjung selesai juga. Nah, biasanya banyak banget faktor yang mempengaruhi kenapa mahasiswa lama dalam mengerjakan skripsi. Salah satunya adalah dosen pembimbing yang susah ditemui.

Susahnya ketemu sama dosen pembimbing ini pasti dialami oleh semua mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi. Tapi kalau mau mengubah persepsi, sepertinya dosen itu nggak susah untuk ditemui. Mereka terlihat seperti itu juga (barangkali) karena mahasiswanya sendiri. Nah, simak ulasan berikut deh!

1. Disuruh dateng pagi, tapi datengnya baru siang bolong. Ini nih penyakit kronis mahasiswa!

Mahasiswa telat via www.geetaditya.com

Advertisement

Udah janjian untuk bimbingan jam 8 pagi, datengnya baru jam 12 siang. Ini penyakit yang paling sering dilakukan sama mahasiswa, apalagi mereka yang semester tua, sering banget malasnya sampai keras kepala. Kalau udah begini, wajar dong, ya, jika jadwal bimbingan di hari-hari berikutnya, dosen pembimbing jadi susah untuk ditemuin. Soalnya udah kecewa sama kamu kemarin!

2. Titelnya sih mahasiswa, tapi dasar-dasar kaidah penulisan yang benar aja nggak paham. Calon sarjana begini?

Dosen juga males dong! 🙁 via www.anakunsera.com

Selain suka telat, ternyata masih banyak juga lo mahasiswa yang kalau nulis nggak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang benar dan berlaku. Seperti misalnya pemisahan “di” yang menunjukkan tempat tapi disambung. Itu, kan, kesalahan dasar banget, ya. pasti pendidikan dasarnya nggak pernah memperhatikan tuh kalau begitu. Dosen juga bakalan malas kalau menghadapi mahasiswa yang begitu. Apalagi kalau kamu mahasiswa jurusan Bahasa Indonesia. Duh!

3. Bimbingan tanpa persiapan, laptop baterainya kosong atau belum bikin revisi. Teledor banget deh pokoknya!

Jadi mahasiswa jangan teledor! via uwaterloo.ca

Pernah nggak kalian lihat teman kalian yang sedang bimbingan skripsi, tapi semaunya sendiri? Baterai laptop nggak diisi daya dulu, kertas revisi ketinggalan atau sengaja nggak dibawa, nggak bawa pulpen buat coret-coret. Atau yang lebih parah lagi nih, bingung apa yang mau dikonsultasikan sama dosen pembimbing. Alhasil ketika bertemu, yang ada cuma saling diam. Model-model begini ini juga bikin dosen pembimbing kesel banget lo.

4. Mengajukan jadwal janjian bimbingan tapi nggak punya etika. Berasa chat sama teman gebetan, hah?

Chat dengan dosen via www.dictio.id

Advertisement

“Bu, besok bisa bimbingan kan, ya. Bisa, ya, Bu, besok aku ke kantor ibu deh!”

Mahasiswa-mahasiswa yang macam begini ini sepertinya memang nggak pernah diajarin etika deh. Sering banget, kan, kita ketemu sama mahasiswa yang kalau nge-chat dosennya berasa chatting sama teman sendiri? Atau jangan-jangan malah kalian salah satunya nih? Coba deh yang seperti ini dikurangi, lebih sopan kalau chat sama orang yang lebih tua, apalagi jika kalian yang lebih membutuhkan. Pasti dosen juga bakal senang kok untuk bantu proses skripsi kita.

Susahnya dosen untuk diajak ketemu oleh mahasiswanya itu terkadang bukan semata-mata karena mereka malas atau mementingkan kepentingan pribadinya. Tapi kalian sebagai mahasiswa juga perlu lo introspeksi kesalahan apa yang udah kalian lakukan. Coba deh kalian perbaiki hal-hal di atas, dijamin lulusnya juga tepat waktu. Kalau dikerjain lo, ya~

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya