Suasana hatimu itu ibarat buku yang dibiarkan tergeletak terbuka. Siapa saja bisa tahu apa isinya. Nggak heran, kamu sering kesulitan menutup-nutupi apa yang sedang kamu rasa dalam hati. Nggak juga kamu merasa risih dengan dirimu sendiri yang bisa ekspresif sekali memperlihatkan kekesalan, kesedihan, atau rasa senang.

Mau gimana lagi, sifat ekspresifmu udah dari sananya begini. Biar sudah berusaha dikendalikan, rasa kesal tetap saja kelihatan dan ketahuan. Menahan sedih juga sudah usaha, tapi tetap aja air mata di pelupuk yang siap dilihat siapa saja.

Advertisement

Kira-kira, hal-hal apa lagi ya yang kamu rasakan sebagai orang ekspresif dalam keseharian? Yuk simak beberapa rangkuman dari Hipwee di bawah ini, tapi jangan sampai kamu baper sendiri loh ya! 🙂

1. Paling susah memang menahan kekesalan. Biarpun sudah ditahan, tetap aja banyak yang tahu kamu lagi kesal

Nahan kesal, gimana dong :/

Nahan kesal, gimana dong :/

Alih-alih komplain atau marah-marah, kekesalan kamu redam dengan aksi diam. Tapi biar pun kamu diam, ternyata masih ada orang yang bertanya,

“Kamu kenapa, kok mukanya jutek gitu sih?”

Advertisement

Duh, sulitnya menahan kesal. Diam salah, kalau ngomong malah tambah salah karena pasti ngomel-ngomel. Ujung-ujungnya ya ketahuan juga kalau kamu lagi kesal.

Terus… aku harus gimana, gais? :'(

2. Nahan kesedihan juga agak-agak susah… ah, sudahlah. Yang jelas kalau air mata sudah di pelupuk, mending kabur ke kamar mandi atau sendirian dulu

Aku baik-baik aja kok

Aku baik-baik aja kok via www.alwaysladies.com

“Aku nggak sedih kok…” *padahal mata kamu sudah berkaca-kaca*

Sebenarnya kamu emang nggak pengen nangis, sekuat tenaga juga kamu nahan air mata biar nggak meluncur bebas di pipi. Tapi, apa daya. Bibir kamu tersenyum, tapi mata kamu masam. Sebelum banyak orang yang sadar dengan kesedihan yang kamu rasakan, lebih baik langsung kabur ke kamar mandi atau sendirian dulu.

3. Kamu deg-degan kalau harus bohong atau ngerjain orang. Ssst… Maklum, gampang ketahuan…

Takut ketahuan bohong

Takut ketahuan bohong via en.wikipedia.org

kamu sedang ikut ngejailin teman yang ulang tahun. Di saat teman-teman yang lain bersikap santai seperti nggak pernah terjadi kesepakatan apa-apa. Kamu malah lebih sering salah tingkah. Rasa takut ketahuan oleh dia membuat jatung kamu dag-dig-dug. Duh… udah yah cemasnya, salah-salah malah teman kamu sadar sendiri saat lihat tingkahmu.

4. Mendengarkan teman cerita, reaksi wajahmu bisa ganti-ganti dari kaget sampai sedih

Ekspresinya macam-macam, kayak nano-nano

Ekspresinya macam-macam, kayak nano-nano… hehehe

Tahu nggak, sifat ekspresif kamu itu salah satu alasan, kenapa banyak teman yang nyaman untuk curhat ke kamu. Reaksi wajah kamu yang bisa ganti-ganti, dari kaget, marah, sedih, bosan, hingga ceria membuat mereka merasa dapat simpati dari mu. Tapi jangan sampai juga kamu malah ikut nangis atau marah berlebihan dari si temanmu yang sedang curhat itu.

5. Kamu pun bisa sumringah dan bahagia karena hal-hal yang menurut orang lain… sebenarnya biasa aja

Segitu senangnya sampe tersipu-sipu, Mbaknya...

Segitu senangnya sampe tersipu-sipu, Mbaknya… via www.theguardian.com

Keuntungan lain dari sifat ekspresif kamu itu, membuatmu mudah mengungkapkan kebahagian yang mekar di diri meski tanpa bercerita.

“Nis, cerah banget wajahnya! Ada apa sih, sini dong cerita-cerita!”

Khusus perasaan bahagia, kamu pasti nggak akan keberatan untuk membagikannya kepada orang-orang di sekitar. Tapi, kadang ada juga yang menanggapi kebahagianmu dengan biasa saja.

6. Ada kabar kurang menyenangkan. Kamu berusaha bersikap biasa di depan teman-teman, tapi tiba-tiba ada yang bilang “Selow, sabar…”

sabar ya

sabar ya…

Kabar orangtua yang sakit membuat sedih menyergap perasaanmu tiba-tiba. Sudah berusaha untuk bersikap biasa. Tapi ternyata salah satu dari temanmu ada yang bilang,

“Kar, sabar ya!” 

Bingung kenapa temanmu tahu kesedihan yang coba kamu sembunyikan. Temanmu tahu kalau kesedihan yang bercampur rasa cemas itu, nggak cuma terlihat dari seberapa sering kamu mengerut kan dahi, tapi juga dari suaramu yang sedikit bergetar.

7. Karena kamu sangat ekspresif, kamu jadi nervous kalau harus jalan sama orang cuek

Yah, jadi kaku gini!

Yah, jadi kaku gini!

Duh kok jadinya kaku gini ya! Kalau sama teman-teman yang cerewet dan konyol, keekspresifan kamu tersalurkan dengan baik. Tapi, saaat bersama mereka yang cuek, nggak cuma momen “awkward” yang berasa banget, tapi lama-kelamaan kamu jadinya malah nervous berat.

“Orang ini kenapa ya? Kok dari tadi diem aja? Duh, dia pikir aku drama nggak ya?”

8. Efek dari sifat ekspresif ini makin besar aja kalau kamu juga moody. Bentar kesel, bentar sedih, eh bentar lagi juga langsung senang, nggak ketebak deh pokoknya.

Nggak pegal-pegal lagi yeeey!

Nggak pegal-pegal lagi yeeey! via reactiongif.org

Ada yang bikin sebel dikit, kamu langsung kesel. Dengar kabar yang kurang menyenangkan, kamu pun langsung sedih. Nah, sekalinya kabar baik yang datang, perasaanmu seketika langsung senang. Suasana hatimu yang mudah berubah-ubah itu berdampak cukup besar ke ekspresifan kamu. Kalau kata temanmu,

“Kamu itu labil…”

*Lalu terlihat sebel*

9. Sedih deh kalau ada yang bilang lebay. Padahal kamu cuma menunjukkan jati diriantm-crying-gif

Nggak cuma dibilang labil, tapi sering juga dibilang lebay. Sedih deh rasanya, saat kamu berusaha jadi diri sendiri, tapi malah dapat cibiran yang cukup menyayat hati. Mungkin besok-besok kamu harus cepat-cepat menyendiri saat kesedihan atau kekesalan datang silih berganti.

10. Kamu pun disarankan untuk “menyalurkan” bakatmu ini di beberapa bidang seni. Seperti menjadi aktor teater mungkin… hehehe

Ikut teater aja ya... hihihi

Ikut teater aja ya… hihihi via delightcircle.wordpress.com

“Kamu kenapa nggak coba ikut teater aja? Kayaknya cocok deh buat kamu!”

Pendapat itu nggak cuma keluar dari mulut satu orang temanmu, tapi sudah ada beberapa yang mengakatan itu. Kamu pun sudah mencari tahu penyebab munculnya pendapat itu, yang nggak lain berasal dari sifat ekspresifmu. Dijamin aktingmu, bisa akan total. Mau akting sedih, kesal, senang atau datar sama sekalipun udah pasti kamu bisa melakukannya. Ya, siapa tahu nanti bakal jadi artis ibu kota. Hehehe…

11. Nggak apa-apa, kamu sudah paham bahwa kamu nggak bisa mengubah sifat asli ini. Terima aja deh, disyukuri 🙂

tips-for-selfies-3

Meski lika-liku kamu dalam mengatasi sifat ekspresimu itu bukan hal yang mudah. Kamu tetap bersyukur, yang penting kamu masih dikaruniain perasaan oleh Sang Pencipta. Karena, bisa gawat kalau kamu nggak punya rasa. Bisa-bisa kamu nggak peka kalau misalnya ada seseorang yang mendekatimu. Bisa jadi jomblo seumur hidup lagi. Duh bahaya kan, hehehe…

Tapi, di balik sifat ekspresif itu, kamu sendiri adalah pribadi yang terbuka, mudah memaafkan, dan nggak membawa rasa kesal jadi sebuah dendam. Semua perasaan yang datang, setelahnya akan kamu biarkan lepas begitu saja. Pokoknya tetap semangat ya, gais!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya