Persamaan Film Animasi Encanto dan Turning Red yang Harus Kamu Ketahui

Film animasi Encanto (2021) yang diproduksi oleh Disney memenangkan penghargaan Piala Oscar 2022 kategori Best Animated Feature Film. Film yang mengangkat budaya Kolombia ini menjadi film animasi Disney yang kesekian kalinya mendapatkan penghargaan tersebut.

Advertisement

Bulan Febuari lalu, Pixar merilis film animasi terbarunya yang berjudul Turning Red. Perilisan film animasi ini pun disambut hangat oleh para pencinta film animasi. Namun, apakah kamu menyadari bahwa kedua film ini memiliki kesamaan dari segala aspek. Apa saja? Yuk disimak!

Kedua film tersebut sama-sama mengeksplorasi perjalanan penemuan diri

Lee Familly

Turning Red | credit Pixar via www.imdb.com

Kalau kamu sudah menonton kedua film, pasti menyadari bahwa inti dari kedua film tersebut adalah mengenai penemuan jati diri seorang gadis remaja. Permasalah menemuan diri ini menjadi isu yang lumayan sering diangkat akhir-akhir ini.

Dalam kisah Mei Lee (Turning Red), ia harus berhadapan dengan perubahan yang terjadi dengan dirinya secara tiba-tiba dengan berubah sebagai Panda Merah. Panda Merah sendiri merupakan sebuah simbol pubertas yang dimiliki oleh keluarga Mei Lee. Mei Lee harus berusaha untuk menerima perubahan tersebut dengan gejolak gadis remaja berumur 13 tahun.

Advertisement

Lalu, Mirabel (Encanto) yang menyadari bahwa dirinya sendiri yang tidak memiliki kekuatan superpower dalam keluarganya dan mencoba untuk menerima. Namun, tetap saja ia harus meyakini dirinya sendiri bahwa dia masih bagian dari keluarga Madrigal.

Mengangkat tema isu keluarga yang sangat kental

Mirabel dan keluarganya

Mirabel yang tetap percaya bahwa ia bagian dari Keluarga Mardigal | credit Disney via twitter.com

Baik budaya Kolombia dan Tiongkok memiliki budaya yang sangat erat dengan keluarga. Hal itu pun diangkat oleh film animasi Encanto dan Turning Red. Keduanya sama-sama memiliki keluarga yang sangat penyayang.

Advertisement

Namun hal tersebut menjadi inti dari permasalahan kedua tokoh utama. Mei Lee dan ibunya Ming memiliki hubungan yang sangat erat. Namun, Mei harus membohongi ibunya mengenai jadi dirinya yang sesungguhya.

Mirabel yang sangat menyayangi keluarganya, namun harus mengalami permasalahan dengan sang nenek, Abuela Alma Madrigal. Neneknya tidak pernah percaya dengan kemampuan yang dimiliki oleh Mirabel. Meski begitu, Mirabel tetap berusaha untuk membantu meski dengan keterbatasan yang ia miliki.

Kedua tokoh utama harus menghadapi trauma generasi

Mirabel dan Mei

Mirabel (kiri) dan Mei (kanan) | credit Disney-Pixar

Ming Lee dan Abuela sama-sama memiliki trauma kelam dalam hidupnya, dan hal itu disalurkan kepada generasi selanjutnya. Ibu Mei, Ming Lee, yang terlalu protektif kepada Mei sampai-sampai harus menyusup kesekolah putrinya,  memata-matai, dan yang paling dramatis adalah menabrakkan dirinya ke konser penuh remaja dalam bentuk Panda raksasa hanya untuk mencari Mei.

Hal yang dilakukan Ming semata-mata dia tidak mau Mei merasakan apa yang ia rasakan dahulu. Ming memiliki hubungan yang kurang baik dengan ibunya sendiri, Wu. Jika, kamu sudah lihat film Turning Red, pasti paham bagaimana kasiannya Ming yang harus berusaha sempurna di depan ibunya, meski ibunya menginginkan lebih.  Terlihat bagaimana keinginan Ming untuk memerintah Mei untuk tunduk kepadanya, semata-mata untuk melindungi dirinya dan Mei.

Abuela yang bertindak keras terhadap Mirabel dengan menyalahkan semua bencana yang terjadi pada rumah mereka. Sudut pandang Aubela, melihat Mirabel sebagai pusat kekacauan dan menghancurkan kesempurnaan dari keluarga yang ia miliki. Ditambah dengan ramalan Bruno mengenai Mirabela yang menambah sosok Abuela kesal terhadap Mirabel.

Namun, jika dilihat dari kisah Abuela, ia memiliki kisah yang memilukan. Suaminya, Pedro mengorbankan dirinya dan meninggakan Abuela sendiri untuk membesarkan anak kembar tiganya. Satu-satunya yang melindungi Abuela adalah lilin peninggalan suaminya yang memberikan kekuatan super.

Maka tidak heran, Abuela bertekad untuk melindungi “keajaiban” keluarganya sampai memprioritaskan tujuan diatas kesejaterahan keluarganya. Sama halnya seperti Ming, dia putus asa untuk menghindari pengulangan masa lalunya yang traumatis dan tidak meyadari bahwa cita-citanya berdampak pada keluarganya.

Keberanian Mei dan Mirabel menyembuhkan trauma masa lalu

Mirabel dan Abuela (Kiri) dan Mei dan Ming (Kanan)

Mirabel dan Abuela (Kiri) dan Mei dan Ming (Kanan) | credit Disney dan Pixar via www.hotstar.com

Jika dilihat lebih teliti, komunikasi “racun” yang dilihatkan oleh Ming dan Abuela untuk mengendalikan Mei dan Mirabel. Namun, perjalan Mirabel dan Mei mengenai penemuan jati diri memberikan keberanian untuk menghadapi sosok wanita lebih tua dan mempertanyakan tindakan-tidakan yang dilakukan oleh Ming dan Abuela.

Keberanian dan ketulusan yang dilihatkan oleh Mei dan Mirabel kepada dua sosok tersebut memperlihatkan bagaimana Ming dan Abuela menyadari kesalahan dan memaafkan masa lalu.

Kedua film animasi ini memberikan pelajaran bagaimana sebuah kasih cinta tulus dan saling mendengarkan menjadi kunci untuk saling menghargai. Jika kamu memiliki masalah dengan orang terdekat mu coba dibicarakan dengan baik-baik dengan kepala yang dingin dan saling menghargai, yah.

Advertisement

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE