5 Film yang Sebaiknya Nggak Ditonton Ketika Kondisi Mentalmu Sedang Jungkir Balik

film bikin mental buruk

Ada banyak cara untuk memulihkan mood yang berantakan, salah satunya yang cukup ramah di kantong adalah dengan menonton film. Menawarkan sisi hiburan dan relaksasi, menonton film bahkan kerap dipakai untuk menyembuhkan kondisi mental yang buruk. Menurut The Acronym, film memang terbukti menghibur sekaligus memberikan efek positif pada psikologis.

Selain menghibur, menonton film menjadi medium untuk melepaskan stres atau mengekspresikan emosi. Film bertema fantasi juga mampu memunculkan motivasi dan harapan baru.  Nggak aneh kalau kamu akan merasa lega, tenang, atau penuh semangat selepas menonton film.

Sayangnya, dampak positif itu nggak bakal kamu dapat jika salah memilih film. Alih-alih menenangkan dan menyembuhkan diri, bisa-bisa kamu malah makin ‘terjebak’ dengan kondisi mental yang buruk. Beberapa film memang sebaiknya dihindari ketika mentalmu sedang jungkir balik. Ketika merasa sedih berkepanjangan, tidak berdaya sepanjang waktu, emosi yang naik turun secara drastis, kesulitan berkonsentrasi, sampai  pikiran-pikiran menyakiti diri sering muncul, urungkan niat untuk menonton deretan film ini.

Lantas, apa saja film yang perlu dihindari sementara waktu saat kondisi mental sedang di titik bawah?

Jika kamu sedang berjuang melawan keinginan untuk mengakhiri hidup, pertimbangkan ulang untuk menonton film House of Secrets: The Burari Deaths

Film “House of Secrets: The Burari Deaths” | Credit: IMDB

Film serial yang tayang di Netflix ini sukses mengantongi predikat sebagai film yang gelap dan suram. Pasalnya, film ini menggambarkan kematian 11 anggota keluarga di wilayah Burari, India. Mereka ditemukan gantung diri dengan mata tertutup dan kaki-tangan terikat. Kejadian riil itu tentu saja membuat gaduh seluruh penjuru India. Sejumlah misteri yang melingkupi kematian mereka pun masih menyisakan pertanyaan, sehingga membuat film ini semakin menarik sekaligus mengerikan.

Dalam tiga episode, film yang digarap dalam bentuk dokumenter oleh sutradara Leena Yadav ini mengulas kembali tentang kematian tragis tersebut. Meski tak bayak reka adegan, film ini bisa saja membuatmu semakin nge-drop. Apalagi, kalau kamu sedang berjuang mengusir pikiran-pikiran buruk seperti menyakiti diri atau mengakhiri hidup.

Bagi orang yang kondisi mentalnya prima saja, film ini cukup mengganggu. Potret dari kematian 11 orang ditampilkan, meski tidak cukup gamblang. Pengakuan-pengakuan saksi pun turut memperkaya cerita. Setiap adegan dalam film bisa jadi pemicu yang menyebabkan mentalmu makin limbung. Tontonlah film ini ketika kondisi mentalmu sudah stabil.

Isu diskiriminasi gender bertebaran dalam film Kim Ji-young: Born 1982. Kalau kamu pernah punya pengalaman traumatis serupa, siapkan diri agar kesejahteraan psikologismu tetap aman

Film Korea “Kim Ji-young: Born 1982” | Credit: IMDB

Bukan film cinta-cintaan dan keluarga biasa, film Kim Ji-young: Born 1982 adalah sentilan untuk kondisi sosial, terutama di Korea Selatan. Kendati demikian, isu yang diangkat rasanya relatable dengan siapa pun di negara mana pun. Saat menontonnya, tak sedikit orang yang merasakan efek negatif. Soalnya, mereka memiliki pengalaman buruk yang sama dengan tokoh utama Kim Ji-young.

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini