7 Peran Terbaik Joaquin Pheonix Selain Joker, Nggak Ragu Transformasi Total Demi Sebuah Film

Film Joaquin Pheonix

Semenjak sukses memerankan Joker, nama Joaquin Phoenix terus dielu-elukan. Ia baru saja meraih penghargaan aktor terbaik untuk film Joker dalam perhelatan Golden Globe beberapa waktu lalu. Belum habis euforia, aktor kelahiran Puerto Riko itu kembali berpeluang meraih penghargaan untuk Oscar 2020 yang akan diadakan Februari mendatang. Wow! 

Penampilan Joaquin Phoenix dalam film Joker nggak perlu diragukan lagi. Ia berhasil memerankan sosok Arthur Fleck yang punya gangguan jiwa. Dalam memerankan Joker ia rela mengurangi berat badan sampai 23 Kg demi memberinya penampilan kurus dan kurang gizi. Lantas apakah hanya film Joker dia bermain bagus dan bertransformasi total? Tentu tidak dong, Sheyeeeng 😀 Berikut 7 peran terbaik Joaquin Phoenix versi Hipwee Hiburan.

1. Jangan ngaku fans Joaquin Phoenix kalau belum nonton film Gladiator (2000). Aktingnya di sini keren banget

Advertisement

Perannya sebagai Commodus dalam Gladiator termasuk yang terbaik. Joaquin berhasil memerankan anak raja Romawi yang bengis dan licik. Di film ini Joaquin meraih nominasi Academy Award pertamanya untuk aktor pendukung terbaik.

2. Joaquin Phoenix sempat vakum berakting ketika kakaknya meninggal dunia. Penampilannya di film To Die For (1995) ini termasuk yang perlu kamu tandai

Kembalinya Joaquin Phoenix setelah vakum 2 tahun via www.pinterest.com

Joaquin Phoenix merupakan orang yang menelpon polisi saat kakaknya, aktor River Phoenix, meninggal karena overdosis di klub malam pada tahun 1993. Perannya sebagai remaja tampan, pemberontak dan pembunuh dalam To Die For ini menandai kembalinya Joaquin ke Hollywood.

3. Penampilannya sebagai Bruno Weiss dalam The Immigrant (2013) juga sayang untuk dilewatkan

Bruno Weiss via time.com

Di sini Joaquin berperan sebagai predator yang suka mengelabui wanita imigran. Berpura-pura baik diawal, ia lalu menjadikan mereka sebagai PSK. Sampai pada suatu ketika ada salah satu imigran yang membuatnya jatuh cinta.

4. Dalam Mary Magdalene (2018), Joaquin bertransformasi menjadi Yesus dengan rambut dan brewok lebatnya

Berperan sebagai Yesus via www.imdb.com

Advertisement

Dalam penampilannya di film Mary Magdalene, wajahnya yang ganteng berubah total. Rambut dan jenggot Joaquin jadi nggak terurus. Dengan jubah compang-camping dan lusuh makin menunjukkan karakternya sebagai Yesus, seorang pengembara yang suci.

5. Sulit melupakan transformasi aneh Joaquin Phoenix dalam perannya yang fenomenal I’m Still Here (2010)

Berakting pura-pura pensiun selama 18 bulan via www.billboard.com

Sebelum film ini dibuat, dalam sebuah acara TV ia mengaku berhenti dan berubah haluan menjadi penyanyi rap. Banyak orang percaya dan khawatir pada Joaquin sampai ada isu kesehatan mentalnya terganggu. Namun ternyata semua itu gimik untuk film dokumenternya yang berjudul I’m Still Here.

6. Buat yang suka film Love For Sale (2018), coba deh nonton Her (2013). Karakter Richard sama Theodore yang diperankan Joaquin Phoenix mirip banget. Bisa jadi referensi Gading memang karakter Theodore 😀

Theodore via thread.zalora.co.id

Theodore adalah karakter yang aneh. Pria paruh baya yang jatuh cinta sama aplikasi bernama Samantha. Nah loh ngebayanginnya aja bingung. Namun Joaquin memerankan karakter itu dengan baik. Kesepian dan kebosanan tokoh nyampe banget ke penonton.

7. Joaquin juga pernah memainkan peran biopik menjadi musisi terkenal Johny Cash dalam Walk The Line (2005). Penampilan ini membuatnya masuk nominasi Oscar 2006

Memerankan tokoh besar itu nggak mudah. Namun Joaquin membuktikan kapasitasnya dengan bertransformasi menjadi legenda rock Johnny Cash. Berambut klimis, berjas hitam, serta rokok dan gitar, penampilan ini membuatnya mendapatkan nominasi Oscar untuk aktor utama terbaik pada tahun 2006.

Itulah beberapa peran terbaik Joaquin Phoenix. Totalitasnya mendalami peran memang layak diacungi jempol. Jangan ngaku mengidolai Joaquin Phoenix kalau belum nonton film-film di atas.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement
loading...
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Fiksionis senin-kamis. Pembaca di kamar mandi.

Editor

Learn to love everything there is about life, love to learn a bit more every passing day

CLOSE