Rasanya Jadi Orang Indonesia yang Punya Foto Jelek di KTP. Mana Seumur Hidup Lagi :(

Permasalahan foto KTP bagi orang Indonesia udah berasa jadi masalah seumur hidup

Ada banyak hal-hal sepele yang ternyata bisa jadi sumber beban pikiran kita sebagai warga negara. Salah satunya yang terkadang nggak terbesit di benak banyak orang adalah foto yang ada di KTP kita. Iya, cuma foto! Tapi tunggu dulu, kamu pernah merasa foto dirimu di KTP itu bagus, cakep, dan cantik? :’)

Hampir semua orang jika ditanya hal itu, pasti jawabannya adalah ‘tidak’. Selama dari generasi ke generasi, kayaknya hal yang satu ini jadi permasalahan struktural deh. Masih menjadi misteri besar, kenapa sih kok foto di KTP itu pasti jelek dan kadang malah terlihat beda sama aslinya? 🙁

ADVERTISEMENTS

1. Foto KTP bagi orang Indonesia adalah salah satu sumber kekonyolan tersendiri, karena hampir nggak ada yang kelihatan bagus. Hampir nggak ada!

Rasanya Jadi Orang Indonesia yang Punya Foto Jelek di KTP. Mana Seumur Hidup Lagi :(

Padahal kalau dipikir-pikir proses pembuatannya ribet dan canggih / Credit: Solopos

Nggak bisa dimungkiri lagi bahwa foto KTP ini jadi salah sumber kekonyolan bagi warga Indonesia. Mau secantik dan secakep apa pun kamu aslinya, tapi nggak ada jaminan bahwa foto yang tertempel di KTP bakal mirip sama kamu. Alih-alih kelihatan kayak aslinya, yang ada malah bikin emosi sendiri kalau lama-lama dilihat. Kayaknya sih kalau ada yang bikin penelitian tentang hal ini, hasil foto KTP yang mirip dengan pemilik aslinya, ya, paling nggak lebih dari 30 %, sisanya bikin darah tinggi.

ADVERTISEMENTS

2. Syukur-syukur kalau nampak bedanya cuma sedikit, masalahnya kadang parah banget. Mulai dari kelihatan garang dan sering kali kayak beda jenis kelamin 🙁

Rasanya Jadi Orang Indonesia yang Punya Foto Jelek di KTP. Mana Seumur Hidup Lagi :(

Ilustrasi ruangan foto KTP / Credit: Disdukcapil tegalkab

Kalau tingkat perbedaan foto dengan wajahmu yang asli cuma sedikit sih sebenarnya nggak terlalu jadi masalah. Tapi malesnya, boro-boro bedanya cuma sedikit, yang ada malah berasa kayak dirombak total. Entah yang kelihatan lebih garang dari aslinyalah atau seringnya yang bikin kita semakin jengkel adalah ketika dilihat lebih dalam ternyata kayak beda jenis kelamin. Ini kira-kira yang salah kameranya atau fotografernya, atau aplikasi buat edit fotonya, ya? Heran deh! 🙁

ADVERTISEMENTS

3. Kalau mau dibikin senyum jadi kelihatan alay, giliran pasang muka serius katanya kayak tampang preman. Serba salah!

Rasanya Jadi Orang Indonesia yang Punya Foto Jelek di KTP. Mana Seumur Hidup Lagi :(

Pokoknya nurut sama bapak-bapak yang di depan aja deh / Credit: Reporterjabar

Masalah selanjutnya yang datang adalah dari diri kita sendiri, bikin serba salah kalau mau melakukannya. Penginnya di foto terlihat kalem, jadi pas foto yang disenyum-senyumin tipis biar kelihatan manis manja, eh, giliran jadi malah kelihatan nampak alay. Atau ada juga yang pengin kelihatan garang—karena udah sering banget dibilang cupu sama temen-temennya—alhasil pas foto disangar-sangarin bentuknya, kok habis dicetak ternyata malah kayak tampang preman. Udah deh, kayanya foto KTP itu memang ditakdirkan nggak pernah bener, dan kita ditakdirkan untuk menerima kenyataan itu. 🙁

ADVERTISEMENTS

4. Udah gitu dipakainya seumur hidup pula. Pusing nggak tuh?

Rasanya Jadi Orang Indonesia yang Punya Foto Jelek di KTP. Mana Seumur Hidup Lagi :(

Berlakunya padahal seumur hidup / Credit: Inilahsultra

Dari semua permasalahan yang ada di atas tadi, ada satu hal yang paling bikin jengkel dan geregetan sendiri. Kamu kepikiran nggak sih, bertahan pakai foto KTP-mu yang begitu dan dipakai seumur hidup? Kalau cuma disimpan di dalam dompet sih nggak masalah, tapi kalau pas ada butuh yang perlu KTP sebagai syarat itu lo, malunya minta ampun!

Semoga deh, ya, nanti ke depannya pemerintah melakukan perubahan hal yang sebenarnya sepele itu. Kita sebagai warga negara yang baik juga pengin kali punya foto yang cakep, apalagi kalau aslinya sama sekali nggak cakep.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Kadang menulis, kadang bercocok tanam

Editor

Kadang menulis, kadang bercocok tanam