Saking seringnya nonton film bokep dan bercandaan mesum, orang-orang jadi banyak yang terbawa pada kesalahpahaman akut. Padahal kenyataannya, film bokep itu layaknya industri perfilman lain yang banyak menampilkan rekayasa. Adegan yang kamu lihat di film porno nggak selamanya berbanding lurus dengan kenyataan kita sehari-hari. Apa saja sih yang harus diluruskan? Simak dong uraian Hipwee Boys berikut!

1. Ikeh ikeh kimochi nggak selamanya dipakai buat konteks mesum. Artinya bahkan sama sekali nggak ada hubungannya sama seks

Mmmm kemochengg~ via www.flickr.com

Dalam bahasa Jepang, ikeh berarti semangat; maju; terus. Sedangkan kimochi adalah ungkapan perasaan yang berarti nyaman atau enak. Kalau konteksnya kamu lagi makan gorengan yang enaknya tiada tara dan pengen nambah terus, istilah ikeh kimochi juga sah-sah aja dipakai.

2. Anggapan sekertaris yang selalu ‘dimanfaatkan’ atau menjalin hubungan gelap dengan bosnya mulai sekarang perlu dihapuskan! Dalam kehidupan nyata nggak begitu kok

Ini kerja lo, kerjaaa~ via videohive.net

Gara-gara skema film bokep yang sering menceritakan hubungan gelap antara sekertaris dan bos, anggapan orang tentang profesi sekretaris jadi superngaco. Pertama, sekretaris itu nggak selalu cewek, dan bos juga nggak selalu cowok. Kedua, antara sekretaris dan bos sejatinya hanya terjalin hubungan kerja. Di luar itu semua, ya, tentu tergantung pribadi masing-masing dong.

3. Nggak selamanya tante-tante itu genit sama berondong. Jauh lebih banyak tante yang nggak girang kok!

Ngarep banget ditaksir tante ih~ via lifestyle.okezone.com

Mungkin kamu keseringan nonton bokep MILF kalau menganggap tante-tante itu selalu mudah diluluhkan oleh pesona berondong. Dalam kehidupan nyata, tentu kebanyakan tante-tante, ya, menjalani kehidupan layaknya seorang perempuan pada umumnya.

4. Mentang-mentang aktor porno Jepang lansia sering disebut sebagai “Kakek Sugiono”, bukan berarti yang namanya Sugiono itu mesum lo. Kasian pemilik namanya kalau begini

Christian Sugiono, eh~ via dinhnghia.vn

Kenal dengan aktor film dewasa legendaris asal Jepang Shigeo Tokuda, kan? Entah dari mana asalnya, orang-orang Indonesia sering menyebutnya sebagai “Kakek Sugiono”. Tapi nggak berarti yang punya nama Sugiono itu selalu mesum dong. Kasihan suami Titi Kamal. 🙁

5. Nggak semua cewek semulus bintang bokep dan nggak semua cowok ‘sejago’ itu. Semua hanya adegan dengan skenario matang, Beibiiih~

Ada kru profesional di baliknya. via genkinahito.wordpress.com

Film porno itu juga film lo. Meski bintang-bintang beradegan panas dan benar-benar melakukan hubungan seks, namun nggak selamanya mereka benar-benar menikmati peran itu. Tentu kamu sering dengar, kan, bagaimana aktris porno memalsukan desahan atau aktor yang dipaksa minum viagra biar selalu prima? Semua itu hanyalah realitas di balik mata kamera. Jadi jangan terlalu terbawa suasana, Darling~

6. Hubungan seks nggak selamanya persis sama dengan apa yang kamu lihat di bokep. Kenyataannya, coba tanya yang udah nikah deh, kadang nggak ‘seasyik’ itu!

Nggak selamanya kayak cerita dalam bokep. via www.istockphoto.com

Saking konsumtifnya kita sama film-film dewasa banyak yang sering berekspektasi tinggi soal pasangannya dan soal keintimannya saat seks. Kenyataannya, hubungan seks nggak selalu sama dengan apa yang kamu lihat. Semua kembali lagi ke pribadi masing-masing deh.

Mungkin beberapa dari kamu sudah pernah menonton film Don John yang mengisahkan seseorang yang pikirannya selalu terkontruksi sama film bokep. Sampai-sampai dia nggak bisa menemukan kepuasan yang dia cari saat berhubungan seks beneran, malah lebih keranjingan nonton bokep tuh.

Ya, gitu, selamanya film porno adalah sebuah rekaan yang digarap industri besar dan melibatkan perputaran uang dalam jumlah besar.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya