Kalau Gaya Nongkrong Berkebalikan dengan Isi Kantong, Mahasiswa yang Begini Harusnya Mawas Diri sih!

gaya nongkrong vs isi kantong

Menjadi mahasiswa rantauan memang banyak cobaan. Saat hidup jauh dari orang tua, kita jadi kenal yang namanya kebebasan. Namun dibutuhkan cukup kedewasaan untuk menghadapi dunia ‘yang sesungguhnya’. Kita sama sekali nggak boleh mendasarkan semua tindakan untuk senang-senang dan mengabaikan tujuan utama kita sebagai mahasiswa, yaitu untuk belajar dan jadi sarjana.

Sayangnya, sekarang ini banyak banget mahasiswa yang agak lupa dengan tujuan itu. Saking senangnya main dan nongkrong sama teman, kita pun lupa berhenti. Pada akhirnya, beberapa mahasiswa memilih nongkrong ketimbang kuliah. Memilih gengsi daripada mawas diri dengan kondisi. Simak salah satu drama nongkrong vs isi kantong di Hipwee Hiburan berikut!

ADVERTISEMENTS

Sebuah unggahan di akun @collegemenfess bikin geregetan. Contoh drama ini kurang lebih menggambarkan beberapa mahasiswa bebal yang menjamur belakangan ini

Kalau Gaya Nongkrong Berkebalikan dengan Isi Kantong, Mahasiswa yang Begini Harusnya Mawas Diri sih!

Hmmm, tega banget sih. via twitter.com

Seorang anonim curhat melalui akun base @collegemenfess. Dia menceritakan perbuatan seorang temannya yang sebenarnya sudh kelewatan. Si mahasiswa ini berbohong kepada orang tuanya dengan menaikkan besaran uang kuliah. Padahal, orang tuanya sendiri hidup berkecukupan dengan mengandalkan berjualan kue di kantin-kantin. Parahnya lagi si mahasiswa bebal ini punya gaya hidup yang tergolong nggak tahu diri, sering main-main dan nongkrong. Meskipun sampai di sini si pengirim nggak menyebutkan detail aktivitas nongkrong apa yang dikerjakan.

ADVERTISEMENTS

Menanggapi drama ini, warganet ikutan gemas. Banyak yang menyuruh sender segera mengingatkan kawannya yang bebal, ada juga yang sekadar emosi

Kalau Gaya Nongkrong Berkebalikan dengan Isi Kantong, Mahasiswa yang Begini Harusnya Mawas Diri sih!

Harus segera diingatkan. via twitter.com

Terlepas dari aktivitas apa yang dilakukan si mahasiswa bebal ini, membohongi orang tua jelas nggak dibenarkan. Apalagi dengan cara mark up uang kuliah demi kepentingan pribadi. Warganet menanggapi ini dengan kesal. Mungin mereka juga banyak menemui kawan-kawan dengan penghasilan orang tua pas-pasan, tapi gaya hidup mereka dipaksakan mewah-mewahan. Ironi banget, ya?

ADVERTISEMENTS

Memang nongkrong dan main-main sama teman kuliah itu perlu buat hiburan demi hilangkan kejenuhan. Tapi kalau nggak mawas diri malah bohongin orang tua, apa nggak kasihan?

Kalau Gaya Nongkrong Berkebalikan dengan Isi Kantong, Mahasiswa yang Begini Harusnya Mawas Diri sih!

Siapa nih yang kesindir? via twitter.com

Godaan buat nongkrong di tempat hits, makan enak, sampai liburan ke tempat-tempat seru bareng kawan emang sangat menggiurkan. Kalau nggak ikut kadang kita dianggap nggak asyik lagi lalu mulai dikeluarkan dari lingkaran pertemanan. Tapi di sinilah kalian perlu menyeimbangkan peran sebagai seorang mahasiswa yang bertanggung jawab. Kalau hidupmu masih bergantung dari penghasilan orang tua, alangkah baiknya kalau mulai mawas diri. Bersikaplah dewasa dan menyeimbangkan gaya hidup dengan isi dompet. Beneran deh, bohongin orang tua buat hal aneh-aneh itu pamali.

Sebenarnya gaya hidup dan tongkrongan itu nggak akan ngaruh banget ke masa depan kamu. Kalau pengen banget ke tempat kopi hits, bolehlah sekali-kali. Tapi jangan sampai pakai uang hasil menipu orang tua dong. Keselek biji kopi, baru tahu rasa.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

Senois.