Hal-hal Konyol yang Terjadi Setelah Viralnya Ghozali NFT. Latah Banget!

Kebiasaan kalau ada yang lagi hype, semuanya pada ikutan tanpa pikir panjang

Baru-baru ini masyarakat Indonesia dihebohkan oleh seorang cowok bernama Ghozali yang sukses menjual ratusan fotonya di platform aset digital bernama OpenSea. Nggak disangka, foto selfie yang ia koleksi selama lima tahun berturut-turut tersebut banyak diminati dan dibeli oleh para kolektor karya seni di NFT. Namanya pun viral dan menginspirasi banyak orang untuk terjun ke dunia NFT. Banyak orang yang akhirnya mengincar cuan hasil dari berjualan NFT.

Advertisement

Sayangnya, banyak orang yang sekadar ‘latah’ dan ikut-ikutan tren yang lagi viral untuk mendapatkan banyak keuntungan dengan cara yang instan. Sejak kabar Ghozali semakin viral di media sosial, banyak hal-hal konyol terjadi. Bahkan, ada yang membuat akun NFT dan mengunggah koleksi foto selfie dengan KTP lo. Konyol banget, kan?

Banyak orang yang ‘ikut-ikutan’ upload karya di marketplace NFT

Hal konyol di NFT

Viral Ghozali NFT | Credit via OpenSea

Setelah nama Ghozali Everyday viral karena kesuksesannya meraup cuan melalui salah satu platform NFT bernama OpenSea, banyak orang yang ikut-ikutan mengunggah beragam konten dengan harapan mendapatkan cuan yang sama seperti Ghozali. Saking viralnya, banyak orang yang ikutan upload foto selfie dengan berbagai pose, berjualan baju, hingga mengunggah foto selfie dengan KTP.

Di titik ini, fenomena latah NFT ini udah meresahkan karena foto yang diunggah oleh oknum tersebut adalah KTP milik orang lain. Ini pada mau dapet cuan banyak tapi lewat jalur instan apa gimana sih? Berawal dari yang tadinya NFT bisa jadi wadah berkarya buat para kreator seni digital, sekarang jadi ajang untuk dapetin cuan yang instan tanpa memikirkan privasi orang lain. Hadeeeh~

Advertisement

Padahal kalau ditelisik lebih jauh, Ghozali punya effort bertahun-tahun untuk melakukan hal itu

Hal konyol di NFT

Viral Ghozali NFt | Credit via Twitter

Suksesnya Ghozali meraup banyak keuntungan lewat platform NFT bukan cuma karena faktor ‘beruntung’ aja. Di luar viral dan suksesnya Ghozali, ia punya effort yang ia lakukan secara konsisten selama bertahun-tahun. Kadang, kita mau berusaha konsisten aja susah, tapi Ghozali berhasil membuktikan dirinya tetap konsisten untuk mengambil foto selfie dengan ekspresi wajah datarnya yang unik selama lima tahun berturut-turut.

Mungkin bakal banyak orang yang bilang “ngapain sih selfie begitu doang dikumpulin? Cuma bikin memori penuh aja!”. Tapi, ternyata Ghozali bisa konsisten dan manfaatin konsistensinya untuk menghasilkan karya yang menguntungkan. Keren juga, ya~

Setiap karya yang diunggah Ghozali Everyday juga punya keunikannya masing-masing

Hal konyol di NFT

Viral Ghozali NFT | Credit via Twitter

Advertisement

Nggak sekadar selfie biasa, Ghozali juga menceritakan kondisi saat foto tersebut diambil. Ada beberapa foto milik Ghozali yang dibeli lewat OpenSea, lalu ia menceritakan kalau foto tersebut diambil ketika ia sedang overthinking memikirkan masa depan dan juga saat ia menonton film. Bahkan ia ingat dengan jelas hari, tanggal dan waktu ketika foto tersebut diambil.

Hal ini juga yang menjadi keunikan karya dari Ghozali sehingga banyak yang tertarik untuk membeli koleksi foto selfie miliknya yang telah ia kumpulkan selama lima tahun.

Berkat effort, konsistensi dan timing yang tepat, Ghozali bisa mendapatkan banyak cuan lewat NFT

Hal konyol di NFT

Viral Gozali NFT | Photo by Alexander Mils on Unsplash

Effort Ghozali selama bertahun-tahun, keunikan cerita di balik fotonya serta timing yang tepat, membuat Ghozali sukses berkarya di platform aset digital berbasis blockchain seperti NFT. Nah, daripada cuma ikut-ikutan tren apalagi sampai merugikan privasi orang lain, lebih baik kamu pelajari serba-serbi tentang NFT terlebih dahulu supaya kamu juga bisa mendapatkan keuntungan seperti Ghozali Everyday.

Jika fenomena latah seperti ini terus berlanjut, nggak menutup kemungkinan jika ke depannya warganet Indonesia bakalan susah berkiprah di dunia NFT. Hal itu dikarenakan kemungkinan diblokirnya Indonesia dari situs-situs serupa yang seperti Opensea. Hal ini seharusnya jadi catatan buat banyak orang agar tetap bijak menyikapi kemajuan zaman. Kurang-kurangin latahnya lah~

Advertisement

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE