Seperti di kota lainnya, di Pekalongan masih lazim pengendara becak yang bersedia mengantarkan penumpang dan barang bawaan. Namun kisah mengharukan datang dari seorang abang becak ini bikin kita jadi merenung dan banyak memetik pelajaran. Beliau rela membawa papan triplek lebar dan mengayuh dari balik papan tersebut sampai kepalanya nggak kelihatan lagi.

Kali ini Hipwee bakal mengajakmu buat merenungi berbagai pelajaran yang bisa dipetik dari abang becak asal pekalongan ini. Yuk, simak!

1. Keterbatasan bukanlah sebuah halangan buat melakukan apa yang ingin kita lakukan. Percaya saja kita mampu, seperti abang becak di atas yang mampu mengangkut papan lebar

Lampaui batasmu sendiri. via www.pexels.com

Advertisement

Terkadang kita suka pesimis kalau mendapat tugas yang berat. Mulai takut nggak bisa menyelesaikan sampai keberatan. Sebenarnya kalau kita percaya kita mampu, semua nggak mustahil dilakukan. Tentu awalnya abang becak tersebut merasa sulit dengan pesanan yang mungkin nggak akan bisa diselesaikannya. Karena satu dua alasan yang kita nggak tahu, akhirnya beliau pun bersedia dan berusaha menyelesaikan tugasnya.

2. Nggak ada pekerjaan hina asal itu dilakukan dengan halal dan nggak merugikan orang lain. Justru lebih berkah meski hasilnya sedikit

Semangat dan bersyukur. via www.pexels.com

Apa pun pekerjaanmu, memang baiknya disyukuri dulu. Nggak perlu iri dengan orang lain, kan? Sebenarnya kalau pekerjaanmu halal dan nggak merugikan, selagi bisa lakukanlah. Nah, kalau kamu bisa melakukannya lebih baik juga kejarlah. Meski hasilnya sedikit kalau ikhlas dan bikinĀ happy bisa jadi lebih berkah lo.

3. Baiknya kita lebih menghargai segala usaha orang, ketimbang melihat apa hasil yang ia dapatkan. Meski terlihat sulit, buktinya abang becak tersebut mau berjuang

Menikmati prosesnya. via unsplash.com

Nggak selamanya hasil itu menentukan seberapa besar usaha yang dilakukan seseorang. Karena terbiasa menghargai hasil, kita lupa bagaimana proses yang telah dijalani orang lain buat mencapainya. Meski terlihat sulit dan hasilnya nggak seberapa, abang becak tersebut mau berjuang. Salut banget.

4. Seharusnya kita mawas diri saat terlalu banyak mengeluh dengan keadaan. Di luar sana banyak orang yang berjuang keras demi mendapat sejumlah uang

Fokus pada diri sendiri. via www.pexels.com

Advertisement

Di luar sana masih banyak orang nggak berutung yang harus perjuangannya begitu keras. Bukannya nggak membolehkanmu protes dengan keadaan sekarang, tapi setidaknya wajarlah kalau mengeluh dan nggak perlu berlebihan. Jadikan keluh kesahmu sebagai pemantik semangat untuk jadi lebih baik.

Meski awalnya kocak ketika melihat seorang abang becak yang terlihat berjalan tanpa kepala, memperhatikannya kemudian justru bikin kita terharu. Sulit membayangkan betapa berat dan susahnya pekerjaan yang dia lakukan. Sehingga lebih baik, apa yang kita lihat bisa memberikan pelajaran positif bagi kita. Semangat buat kalian semua!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya