6 Hal Unik yang Mungkin Cuma Terjadi di Depok. Dari Lagu di Lampu Merah hingga Hoaks Babi Ngepet

Hal unik di Depok

Baru-baru ini Kota Depok, Jawa Barat menjadi sorotan warganet usai fenomena ‘babi ngepet’ menjadi trending topic di media sosial. Rupanya selain dikenal sebagai kota yang mempunyai pergerakan ekonomi stabil hingga di kelilingi kampus negeri dan swasta pilihan banyak orang, ada sisi lain kota Depok yang bikin beberapa orang bertanya-tanya.

Advertisement

Setiap daerah pasti mempunyai keunikan dan keanehannya masing-masing. Namun, entah mengapa, Depok menjadi salah satu kota yang nggak luput menjadi sorotan pemberitaan. Lantas, kejadian aneh apa sih yang pernah terekam di wilayah yang memiliki ikon belimbing dewa tersebut? Nah, berikut ini Hipwee punya rangkuman sebagai bentuk hiburan semata. Yuk, simak!

1. Pemerintah kota Depok sempat meresmikan lagu untuk dipasang di lampu merah. Uniknya yang nyanyi justru sang Wali Kota sendiri

Lagu di lampu merah | Credit: Pamukti _D via unsplash.com

Lagu “Hati-hati” ciptaan Koko Thole sempat diputar di lampu merah Simpang Ramanda, Jalan Margonda Raya, Kota Depok pada September 2019. Lagu tersebut dinyanyikan langsung oleh Wali Kota Depok Mohammad Idris. Kebijakan Pemprov Depok itu sempat mendapat kritikan dari publik, pasalnya banyak yang menilai tindakan itu bukan solusi mengatasi kemacetan, melainkan justru banyak yang merasa menganggu konsentrasi pengendara.

Sebenarnya niat sang Wali Kota saat itu baik, yakni pengin memberikan pesan keamanan dan keselamatan tertib lalu lintas, juga sebagai hiburan di tengah kemacetan.

Advertisement

2. Beberapa kejadian mistis sempat dilaporkan di sana, dari bola api terbang hingga keranda melayang. Kalau keseringan gini, pada takut nggak, ya?

Ilustrasi bola api terbang | Credit: TikTok @amelia_liut via hot.liputan6.com

Pada 2015 dan 2016 sempat dilaporkan warga Sawangan, Depok yang melihat penampakan bola api terbang alias braja hingga keranda melayang. Saat itu warga dimintai keterangan oleh wartawan Detik soal kejadian tersebut. Bahkan, polisi sempat datang memberi imbauan hingga peningkatan kegiatan siskamling.

Isu bola api terbang pada 2015, justru menyebar dari mulut ke mulut. Alhasil setiap pergantian malam tahun baru banyak warga Sawangan, Depok yang pengin melihat braja hingga polisi turun tangan untuk memberikan pengamanan.

3. Ada lagi remaja nge-prank jadi pocong hingga tuyul, alasannya demi konten Instagram. Eh, justru berakhir diamankan tim Jaguar. Dek-dek~

Remaja ngeprank jadi pocong | Credit: Dokumen Jaguar via megapolitan.kompas.com

Pada 2019 seorang remaja berusia 13 tahun diamankan tim Jaguar, satuan elit kepolisian pemberantas kriminalitas Kota Depok lantaran aksinya nge-prank menjadi pocong. Saat ditanya alasannya, hanya ingin menakut-nakuti masyarakat yang melintas di Jalan Juanda untuk konten di Instagram.

Awalnya pria memakai kostum pocong itu bersama teman-temannya, ketika polisi datang mereka langsung lari kocar-kacir. Hanya dia sendiri yang gagal kabur dan berhasil diamankan tim Jaguar. “Begitu ditanya katanya lagi bikin video buat nakutin orang, iseng-iseng. Pas kami periksa Instagramnya memang sekelompokan anak itu suka bikin konten video di instagram,” pungkas petugas dikutip dari Kompas.com.

Selang dua bulan kejadian yang sama juga ditemukan, hanya saja cosplay kali ini menggunakan busana tuyul lengkap dengan terigu yang melumuri seluruh tubuh.

4. Remaja di Depok sempat bikin layangan raksasa tema kuntilanak dan pocong. Kreativitasnya patut diacungi jempol, cuma kenapa selalu berbau mistis, ya?

Layangan tokoh hantu | Credit: Hermann via www.liputan6.com

Awal pandemi di Indonesia, membuat anak-anak harus siap menjalankan school from home. Selepas melaksanakan tugasnya, mereka menunjukkan kreativitas dengan membuat layang-layang raksasa. Namun nggak seperti layangan pada umumnya, remaja di Gang Gandaria I, Ratu Jaya, Cipayung Kota Depok justru memilih sosok hantu khas Indonesia, seperti pocong dan kuntilanak. Warna merah dan putih memberikan efek dramatis pada layangan karya Maulana (17) dan Sahrul (16). Gimana nih kalau menurut kamu jadi takut atau lucu?

5. Awal 2021 beritanya baru mencuat, ternyata ada pasar di Depok yang transaksinya cuma pakai uang Arab. Alih-alih pakai rupiah, pasar ini gunakan dinar dan dirham

Uang dirmah | Credit: Thinkstock via megapolitan.kompas.com

Pada Januari 2021 Pasar Muamalah di daerah Beji Depok, Jawa Barat sempat membuat geger. Pemicunya mereka nggak bertransaksi dengan uang rupiah, melainkan koin dinar dan dirham beserta tukar barang. Dari cuplikan video YouTube milik Arsip Nusantara, nampak sejumlah makanan dan kebutuhan lain yang ditulis dengan mata uang dirham dan koin dinar. Selain itu jika pembeli nggak mempunyai uang tersebut, maka bisa dilakukan dengan pertukaran barang.

6. Berujung penangkapan, isu ‘babi ngepet’ di Depok hanyalah rekayasa belaka. Memang deh jangan langsung percaya kabar mistis yang ada. Kasian babinya, kan 🙁

Ilustrasi babi hutan | Credit: Sofia Borrego via unsplash.com

Setelah heboh beberapa hari, akhirnya biang keladi kericuhan ‘babi ngepet’ mengaku perbuatannya hanyalah rekayasa. AI (44) meminta maaf kepada publik dan kini telah ditahan di Polres Metro Depok. Ia menjelaskan jika isu babi ngepet ia lakukan untuk mencari solusi bagi warga yang mengeluh kehilangan uang Rp1-2 juta.

Babi pun dipesan secara online oleh AI dan teman-temannya seharga Rp900.000. Setelah tiba, babi itu dilepas di depan rumah, kemudian mereka tangkap lagi. Penjabaran soal menangkap tanpa benang sehelai pun hanya rekayasa. Kini AI terancan 10 tahun penjara, pasal 10 ayat 1 atau 2 Undang-Undang Nomor 1 tahun 1946. Sedangkan 8 rekannya masih dalam proses pemeriksaan.

Itulah deretan kejadian unik bin ajaib yang ada di Depok, Jawa Barat. Ada yang kebijakannnya pengin menghibur, tapi nggak sesuai realitas, ada pula yang ingin mencari solusi, tapi justru memperkeruh suasana. Emang paling benar jangan langsung menelan info mentah-mentah apalagi yang belum teruji kebenarannya.

Ikuti Instagram @wolesjon, biar nggak ketinggalan informasi seputar cowok dan dunia hiburan lainnya, kuy!

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE