Dewasa ini komedi telah menjadi hal penting. Nggak cuma sebagai pelipur lara, bahkan sudah sejak lama dikompetisikan, sebagai bahan mencari sesuap nasi. Bukan main-main, bukan sekadar utak-atik gathuk , nggak bisa dengan mudah seseorang membuar lelucon. Plesetan, mungkin satu dari bahan komedi yang sedikit banyak dilakukan dan dipraktikkan di kehidupan sehari-hari. Masalahnya, kadang plesetan juga punya batas penggunaan, ada batas kadaluarsa yang standarnya digantungkan pada selera humor masyarakat.

Plesetan hari ini, nggak berarti bisa lucu esok hari, plesetan di Jogja nggak berarti lucu jika diucapkan di Jakarta. Masalahnya, bayangkan jika plesetan yang kita ucapkan sudah nggak lucu lagi, kegaringan yang melanda akan merontokkan kepercayaan diri kita. Semoga semua terhindar dari plesetan lawas yang kadang, bukannya lucu tapi malah bikin bulu kuduk bergidik karena kegaringan itu. Nyatanya di masyarakat luas, guyonan plesetan di bawah ini kadang ditanggapi dengan dingin, alih-alih mau bikin orang tertawa, malah terperosok dalam keheningan semata. Coba deh cek, apakah kamu masih kerap menggunakan plesetan ini dalam kehidupanmu?

1. Sudah nggak perlu lagi rayuan gombal Ayam Fallin in Love With You! Selain garing juga pasti gagal gombal

Ayam ketawa … via unsplash.com

2. Bercandaan valak diganti salak … sudahlah, akhiri saja plesetan bubur biji valak-mu itu!

Valakorrrrrrrrrrr … via unsplash.com

3. Nggak ada lagi Buaya yang punya suami Pakaya, kecuali kamu memang … $%^&#*F$*/#&!!!

Mbahaya! via unsplash.com

4. Ada yang masih suka memelesetkan akronim GGS? Tanggalkan!

Ganteng-ganteng sasetan. via unsplash.com

5. Kalian mengenal Anjasmarah musuhnya Anjasedih? Miris banget nggak sih?

Anjas!!! via unsplash.com

6. Jangan suka berkelakuan buruk dengan mengganti kata ‘tampilkan’ dengan ‘tampilnya’ saat jadi MC acara pensi!

Mari, kita sambit! via unsplash.com

7. Pura-Pura Ninja sering bikin emosi! Ketahuilah hal tersebut sungguh menguras batin khalayak

Teenage zaman now! via unsplash.com

8. Sama sekali nggak terpesona jika kamu suka melucu dengan tersepona …

SeponaBob!!! via unsplash.com

9. YouTube punya Yusup, nggak lebih baik jika dibandingkan dengan atlet ‘goodminton’

Instameter persegi!!! via unsplash.com

10. Bahkan kadang plesetan masih saja diplesetkan jadi plehantu! Kenapa sih? 🙁

Pengabdi Plesetan! via unsplash.com

11. Kamu dari mana? Dari tadi, dari keluarga baik-baik, dari bahan-bahan pilihan terbaik … 🙁

Pulang! via unsplash.com

12. Bapak kamu … bapakku juga!

Sibling … via unsplash.com

13. “Dasar lo, rante sepeda!” Guyonan yang sama sekali sudah basi, nggak keren, merendahkan diri sendiri!

Rante sepeda yang baik … via unsplash.com

Advertisement

Nah, itulah beberapa plesetan yang terhitung sudah cukup kadaluarsa untuk digunakan di era kekinian.  Tapi bukan berarti lelucon seperti ini sudah nggak lucu lagi loh. Hal yang perlu kamu perhatikan adalah bahwa nggak cuma teknologi dan ilmu pengetahuan saja yang perlu di-upgrade, tapi juga selera humor kita.

Karena kalau nggak kita upgrade, kids zaman now nggak akan bisa sekreatif para generasi sebelumnya yang sudah menelurkan plesetan dan gojekan receh a la kadarnya ini. Biar mereka juga mantap menghadapi masa ‘dufan’. Eh. HAHA!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya