Belajar Hati-hati di Internet dari ‘The Tinder Swindler’

Aplikasi kencan saat ini banyak dimanfaatkan orang nggak bertanggung jawab

Akhir-akhir ini, ‘The Tinder Swindler’ lagi ramai banget diperbincangkan di media sosial. Tayang perdana pada 2 Februari 2022, dokumenter Netflix tersebut masih menduduki peringkat pertama dalam daftar Netflix Top 10 Movies di Indonesia. Rating IMDb-nya juga lumayan tinggi, yaitu 7.4 dari 10. Dengan adegan yang mendebarkan, para penonton—melalui Twitter, Tiktok, dan media sosial lain—bilang kalau film ini harus banget ditonton.

Advertisement

Apalagi fenomena yang diusung dalam dokumenter ini bisa dibilang relate banget dengan kehidupan banyak orang, termasuk anak-anak muda di Indonesia. Uniknya lagi, tayangan ini diangkat dari kisah nyata yang kemudian dijadikan dokumenter.

Sinopsis The Tinder Swindler

Korban Simon Hayut

Pernilla Sjoholm, Ayleen Charlotte, dan Cecilie Fjellhoy sebagai korban Shimon Hayut | Sumber: Trailer Resmi The Tinder Swindler via www.imdb.com

Mengisahkan tentang Simon Leviev, seorang pria asal Israel yang tampak sempurna. Ia adalah putra seorang dealer berlian yang tampan dan kaya raya, dan ingin mencari cinta melalui aplikasi kencan Tinder. Sounds too good to be true, ya. Wanita mana yang nggak kegoda untuk swipe right coba?

Nyatanya, Simon adalah buronan kasus penipuan yang mempunyai nama asli Shimon Hayut. Cecilie Fjellhoy, Pernilla Sjoholm, dan Ayleen Charlotte adalah salah tiga korban yang membagikan cerita mereka ditipu puluh ribuan dolar setelah bertemu Simon dari Tinder.

Advertisement

Kisah nyata yang diangkat jadi film dokumenter

Shimon Hayut

Shimon Hayut dengan nama alias Simon Leviev | Sumber: ‘The Tinder Swindler’ via www.netflix.com

Simon dan gaya hidupnya yang mewah memikat banyak wanita di aplikasi Tinder. Ia mengaku sebagai putra dari Lev Leviev, miliarder berlian Rusia-Israel dengan kekayaan bersih $1,5 miliar. Menurut film dokumenternya, Simon telah memperoleh sekitar $10 juta dari korban-korbannya. Modusnya adalah menyediakan kencan mewah untuk mendapatkan kepercayaan para wanita. Para korban pastinya nggak curiga, karena Simon adalah pria yang romantis, pintar, dan ambisius.

Ternyata, ini bukan pertama kalinya Simon menipu. Mengutip The Mirror UK, ia pernah dihukum 2 tahun penjara di Finlandia pada 2015 karena telah menipu tiga wanita. Ia dipulangkan ke Israel pada tahun 2017 untuk didakwa ulang, tapi kemudian melarikan diri. Dia kembali ke Israel pada 2019 setelah mengaku bersalah, tetapi dibebaskan setelah menjalani 5 bulan dari hukuman 15 bulan.

Untuk sekarang, Simon masih belum didakwa atas penipuan terhadap ketiga wanita yang ada dalam film dokumenter The Tinder Swindler. Karena itu, melalui Netflix, mereka berusaha mengekspos Simon dan mencari keadilan. Di antara ketiga wanita tersebut, ribuan dolar dilaporkan sudah diambil olehnya, termasuk lebih dari $200.000 dari Cecilie Fjellhoy dan $45.000 dari Pernilla Sjoholm.

Advertisement

Pentingnya tetap waspada di aplikasi kencan

Wanita Memegang Handphone

Seorang wanita memegang ponsel dengan aplikasi Tinder | Foto oleh cottonbro dari Pexels via www.pexels.com

Di zaman sekarang, wajar-wajar aja untuk cari pasangan secara online, terutama melalui aplikasi kencan. Nggak bisa dipungkiri, hal-hal kayak gini bikin kita sedikit was-was. Jadi, gimana caranya supaya kita tetap waspada dan nggak ditipu?

Sebenarnya, penipu pasti banyak berkeliaran di internet, nggak cuma di aplikasi kencan. Namun, menurut Money Helper, aplikasi kencan memang lebih menarik untuk penipu karena mereka tahu para penggunanya ingin menjalin hubungan pribadi, sehingga lebih mudah terikat secara emosional. Para penipu bisa dengan mudah memanfaatkan kedekatan emosional itu demi keuntungan mereka.

Sebelum memutuskan berkenalan dengan orang lain secara online, pastikan dulu kamu mengetahui rekam jejaknya

Pastikan rekam jejak orang yang mau kamu ajak kenalan / Credit: Pexels

Seperti penipu pada umumnya, penipu online juga akan menggunakan berbagai bentuk manipulasi untuk memeras orang. Taktik yang sering dipakai, sih, biasanya bilang kalau mereka sedang dalam bahaya atau urgent banget butuh uang tapi nggak bisa akses akun bank mereka. Cara ini bisa memenangkan simpati korban, tapi kamu jangan percaya, ya! Kalau orang yang kamu kenal secara online meminta uang ke kamu, untuk alasan apapun, itu sudah jadi tanda peringatan.

Selain itu, kamu juga perlu waspada sama mereka yang menyatakan cintanya tanpa bertemu terlebih dahulu. Mereka juga akan sering memberi tahu kamu kalau mereka nggak punya siapa-siapa atau kamu satu-satunya orang yang peduli sama mereka sehingga mereka merasa disayang. Mereka mungkin lagi mencoba untuk mendapatkan kepercayaan kamu, tuh~ Supaya kamu lebih bersedia mengirimi mereka uang.

Terakhir, jangan lupa untuk cari tahu jejak orang yang kamu temui di aplikasi kencan, ya! Walaupun nggak semua orang pakai media sosial, tapi kalau benar-benar nggak ketemu apapun tentangnya, artinya kamu harus meningkatkan kewaspadaan kamu. Selalu hati-hati dan ingat kalau pengguna aplikasi kencan bukan cuma orang-orang hopeless romantic, ada juga audiens lainnya: penipu.

Advertisement

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE