Hubungan fans ke idola itu lebih dari sekadar penggemar rahasia, percayalah. Sering kali kita juga melibatkan hati buat menyukai orang-orang yang bahkan nggak kenal kita. Terus-terusan mengonsumsi karyanya, mencari kabar darinya, hingga bahkan tahu kebiasaan baik dan buruknya sebenarnya masih hal wajar. Tapi mungkinkah kita perlu mendukung idola-idola kita saat mereka terlibat kasus kriminal? Selengkapnya di Hipwee Hiburan!

Idola memang manusia biasa, patutnya kita nggak menuhankan mereka dan menganggap apa yang mereka lakukan adalah benar secara mutlak

Jutaan jiwa yang mencintai idola. via inikpop.com

Sebelum membahasnya lebih jauh, sepakat, kan, kalau idola kita juga manusia biasa? Dunia ini memang nggak sesimpel soal baik dan jahat, manusia memang bisa jadi keduanya sekaligus. Bisa jadi, apa yang kita lihat melalui layar kaca hanya citranya saja. Kita mungkin nggak akan pernah memahami hal tergila apa yang bisa mereka perbuat. Jadi, karena idolamu adalah seorang mansuia, tentu dia nggak mutlak benar.

Terlibat kasus kriminal dan melakukan kesalahan nggak mustahil kok, tapi fans berhak kehilangan rasa dan berbalik nggak mengidolakan lagi lo

Karena idola nggak selamanya di atas panggung aja. via www.cnbcindonesia.com

Advertisement

Layaknya memilih untuk mengidolakan seseorang, kita juga bisa memilih untuk nggak lagi mengidolakannya dengan alasan tertentu. Kalau apa yang mereka lakukan di luar tingkat kewajaran, hingga merugikan banyak pihak, adalah hal normal kalau kita merasa ilfeel. Justru jadi nggak normal nih kalau kamu makin sayang sama sang idola, hmmm~

Jelas dong, membela orang berbuat salah sama saja mendukungnya melakukan kesalahan. Kalau mendukung semua proses hukumnya buat hasil terbaik kayaknya bakal lebih bijak

Fans sewajarnya itu kayak apa sih? via www.playbuzz.com

Sesimpel kamu mendapati kawanmu yang berbohong, kalau kamu mendukung kebohongannya, maka kamu turut mengamini apa yang dia lakukan. Alih-alih berpihak pada kejujuran, kamu justru bakal kena masalah juga dengan orang yang sudah dibohongi. Nah, kalau sang idola berbuat salah dan kamu masih membelanya mati-matian, kamu bisa menilai sendiri dong, apakah kamu masih bijak dalam hal ini?

Lagi-lagi, semua ini bebas kamu lakukan. Tapi jangan sampai buta arah layaknya cinta yang mampu menyulap tai kucing jadi rasa cokelat~

Heboh kan? via tenor.com

Kembali lagi, semua adalah pilihan. Kalau kamu pengen banget membela sang idola maka lakukanlah. Kalau kamu berbalik ingin membencinya, lakukanlah. Namun di setiap pilihan tentu ada berbagai konsekuensi yang seharusnya kamu pahami. Kecintaan sama idola itu selayaknya cinta pada umumnya, perasaan kadang bisa melumpuhkan logika. Tai kucing aja bisa rasa cokelat!

Advertisement

Secara umum dan tanpa menunjuk salah satu pihak mana pun, Hipwee ingin mengajakmu kembali melakukan evaluasi diri. Apakah perlu mengidolakan seseorang segitunya, lebih jauh lagi, apakah perlu mempermasalahkan hal ini sampai terjadi “kegaduhan” di medsos? Nggak hanya soal K-Pop dan bintang Korea lo, hal ini juga berlaku ke semua idola yang di masa lalu atau di masa depan nantinya berpotensi membuatmu kecewa karena asumsi berlebihanmu sendiri.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya