Pertama-tama Hipwee mau ngasih kalian pertanyaan:

Apakah kalian pernah mengalami hal seperti ini? Atau yang kejadiannya kurang lebih serupa? Atau bagaimana kah perasaan kalian jika melihat peristiwa semacam ini?

siapayad

Ilustrasi jenaka, eh, belaka. via hipwee.com

Advertisement

Tukang spoiler adalah mereka yang dengan atau tanpa sengaja, suka membeberkan cerita sebuat film, buku, serial dan semacamnya kepada orang-orang yang belum mengetahuinya. Sehingga menyebabkan nilai penasaran dan harapan pada sebuah karya menjadi berkurang. Kelihatannya mungkin memang sepele, ada yang menanggapinya dengan santai. Tapi nggak sedikit di antara kita yang bete banget kalau sampai dapat spoiler.

Rasanya tuh… uuughh… yah, rasanya mungkin kurang lebih bakal kaya yang Hipwee jabarin di bawah ini. Kamu juga salah satu bagian dari umat yang kesel sama spoiler nggak? Yuk kita cek bersama.

1. Nonton atau beli buku baru itu pake duit, bukan pake daun. Kalau kamu belum sempat menikmatinya tapi rasa penasarannya sudah dirusak oleh tukang spoiler, gimana gak bikin keki?

“Awas ya kamuuu” kamu kesel banget karena duitmu jadi sia-sia

Salah satu yang kita bayar dari karya-karya semacam itu ‘kan kepuasan dari memenuhi rasa penasaran. Pengalaman pribadi juga, saat mengetahui hal-hal baru dari sudut pandang orang pertama. Nah kalau dikasih spoiler seenaknya begitu, apa nggak sia-sia duit kita?!

2. Hati-hati kalau ngomong “Nggak sabar, akhirnya bakal nonton film yang kutunggu selama ini” di depan temanmu yang tukang spoiler. Penantianmu bakal habis dihancurkan sama dia.

"SIA-SIA AKU NUNGGU SETAHUN! RUSAK DALAM SEMENIT!"

“SIA-SIA AKU NUNGGU SETAHUN! RUSAK DALAM SEMENIT!”

Advertisement

Ada lagi yang lebih mahal nilainya dari uang: waktu. Banyak karya-karya populer yang proses pembuatannya bakal bikin kamu harus setia menunggu. Akhirnya kamu harus menyabarkan diri melewati waktu hingga saatnya karya itu bisa kamu nikmati sendiri. Perih nggak sih, kalau karena spoiler setitik, rusak penantian sebelanga?

3. Setiap orang punya ekspektasi berbeda tentang sebuah karya yang dia tunggu-tunggu. Di tangan para tukang spoiler, ekspektasi dan harapanmu bakal layu.

Meskipun tidak sesuai harapanmu alangkah lebih baik jika kamu tahu sendiri kan

Meskipun tidak sesuai harapanmu alangkah lebih baik jika kamu tahu sendiri kan via www.crazytownblog.com

“Nggak kok, mereka akhirnya ga nikah kaya harapanmu.”

atau

“Kamu belum tahu ya? Akhirnya dia mati, gak kaya ekspektasimu!”

Kalaupun akhirnya ceritanya tidak sesuai harapan kamu, bakal lebih baik jika kamu sendiri yang tahu kan? Alih-alih dibeberkan oleh orang lain seperti itu. Tetap bakal ada pengalaman dan emosi yang terbangun saat kamu mencari tahu sendiri. Berbeda dengan denger dari spoiler yang cuma bikin kamu nyesek doank.

4. “Eh, eh perhatiin deh. Liat ya, liat ya… habis ini dia dipukul dari belakang!” terdengar suara mengusik dari samping kamu saat sedang duduk anteng di dalam bioskop. Rasanya pengen punya remote control yang bisa nge-pause orang.

"La la la la nggak mau dengeeer!"

“La la la la nggak mau dengeeer!” via www.tumblr.com

Sudah berisik, menghancurkan konsentrasi, bikin filmnya jadi basi pula! Kamu nggak bayar puluhan bahkan ratusan ribu untuk denger omongan orang lain!

5. Beberapa dari kamu sampai sengaja gak buka media sosial agar nggak kena spoiler. Eh, si tukang spoiler sengaja nge-chat kamu langsung demi ngasih spoiler!

CEihMBrVAAAlc6x

“GHRAAAA!” via hipwee.com

Jangan banting gadgetmu. Eh, tapi jangan banting temenmu juga sih, meskipun kamu kesel dunia akhirat sama dia.

6. “Pemain film ‘Zamannya Ultron’ itu siapa sih?” habis nanya begini, kamu malah diceritain detil cerita dari awal sampe akhir film. Padahal cuma pengen tahu informasi dasarnya aja!

"Gue udah bertanya pada orang yang salah.."

“Gue udah bertanya pada orang yang salah..” via www.bobcesca.com

Terkadang kamu cuma butuh informasi mendasar dari sebuah karya. Kaya siapa penulis atau sutradaranya, siapa pemerannya, atau kurang lebih bagus nggak untuk ditonton di layar emas. Eh, ternyata kamu ‘dikasih’ jauh lebih banyak dari yang kamu minta. Too much information, woy!

7. Makin maraknya media sosial yang seolah membudidayakan budaya pamer bikin kamu semakin sulit menghindari para tukang spoiler.

Gak sengaja kebaca trus jadi bete tingkat dewa

Gak sengaja kebaca trus jadi bete tingkat dewa

Update status “Now watching” itu wajar. Semua suka meng-update hal tersebut, termasuk kamu. Tetapi…

“Now watching”

yang diikuti

“bagus banget, akhirnya si Janda Hitam berpaling ke pelukan Kesatria Bergitar. Habis itu adegan waktu Manusia Kalong minum terus mati karena ternyata diracun juga realistis banget blablablabla.”

itu bikin kamu pengen bikin menjerit sengsara.

8. Gak sedikit pemberi spoiler yang berdalih mau ngasih review atau rekomendasi. Boleh sih, tapi nggak dengan nyeritaiin detail kisahnya sampai tamat juga kali, coy!

Review tapi isinya ikhtisar cerita... yah, salah fokus.

Katanya review tapi isinya ikhtisar cerita… yah, salah fokus. via www.qbn.com

Review sama spoiler memang semakin pudar batasannya di tangan para tukang spoiler. Beberapa dari mereka ini biasanya nggak sengaja dan gak bermaksud untuk memberikan spoiler. Mungkin hanya harus belajar cara membuat review yang lebih baik aja. Yang pasti jangan terlalu mendetail, jangan terlalu mendalam soal cerita dan fokuslah sama hal-hal yang membangun film tersebut (seperti teknik pengambilan gambar, alur penceritaan, musik dan semacamnya).

9. Beberapa kali kamu sudah merasa nggak tahan lagi, dan mencoba menegur mereka dengan baik-baik. Eh gak sedikit yang jawabnya “KALO GAK MAU TAHU YA JANGAN DILIHAT!”

Gemes, emosi, semua berkecamuk di dalam hati

Gemes, emosi, semua berkecamuk di dalam hati via fashions-cloud.com

Ada saja orang seperti ini. Sudah diminta baik-baik pun responnya tetap menyakitkan hati. Padahal, kalau nulisnya di sosial media, bagaimana nggak kebaca? Kadang meski kamu benar-benar bertekad nggak mau lihat pun bakal kecolongan. Karena paparan sosial media memang sangat terbuka sekali sifatnya. Kamu cuma bisa berdoa semoga mereka bakal insaf di kemudian hari dan gak nyebar spoiler di sosial media lagi.

10. Belum lagi kalau ada yang usil, tahu bahwa kamu paling nggak suka dapet spoiler dan merasa itu hal yang lucu buat dia. Jadilah kamu dikerjain dengan hujan spoiler.

Bla bla bla bla, kamu harus putar otak biar nggak diganggu

Temen: “Dan, kamu baru mau nonton film ‘Balapan Sambil Marah’ kan? Aku udah nih, jadi ya…”

Kamu: “AAAA jangan-jangan cerita! Aku nggak mau spoiler!”

Temen: “… mobilnya Barney dan Edward itu…”

Kamu: *tutup kuping dengan percuma* “Pleaaase jangaaan…”

Temen: “TABRAKAN! HAHAHAHA!”

Semoga kamu nggak punya teman seperti ini. Tapi dunia ini kejam, pasti ada saja beberapa dari kamu yang pernah ngalamin dikerjain begini. Sudah kamu larang, sudah kamu mohon-mohon, tetep aja dia nyerocos dengan wajah puas melihat penderitaanmu.

11. Meskipun sering merasakan luka di-spoiler-in teman, kamu tetap berpegang teguh pada prinsipmu untuk nggak jadi tukang spoiler juga. Menurutmu merusak kebahagiaan orang lain sekecil apapun tidak patut dilakukan. Kamu kuat!

b4f

Good Guy You! via hipwee.com

Prinsip dan keteguhan hati kamu patut dipuji. Meskipun terlihat sepele, tapi bagi beberapa orang spoiler bisa benar-benar bikin nggak enak hati. Kamu nggak mau donk, jadi orang yang merenggut kesenangan orang lain.

Demi kenyamanan semua pihak, memang sebaiknya kita semua pikir-pikir dulu sebelum memberikan spoiler di wadah-wadah umum seperti sosial media. Karena meskipun ada yang suka, tidak sedikit juga yang merasa terusik dengan spoiler berlebihan. Ada banyak wadah lain untuk menuangkan keinginan memberikan rincian cerita, seperti di blog pribadi yang hanya diakses bagi mereka yang memang mencari spoiler.

Buat kamu yang masih sering sakit hati karena kena spoiler, bertahanlah! Lambat laun kamu pasti bisa mengontrol diri agar gak kena jebakal spoiler hehehe 😀

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya