Kalau Hal-hal Ini Sudah Kamu Alami, Berarti Kejombloanmu Sudah Terlalu Lama

Rasanya jadi jomblo terlalu lama

“Malam minggu di kosan aja nih? Jomblo banget ya?”

“Eh sorry, gue single bukan jomblo.”

Advertisement

Meski sekarang terkesan klise masih banyak dari kita ((KITA)) yang ogah disebut jomblo, dan memilih disebut single. Alasannya sih, katanya kalau jomblo sendiri karena nggak laku, kalau single sendiri karena pilihan. Yah meski alasannya beda, intinya sama-sama nggak punya pasangan. Nah, buat kamu yang jomblo atau single, apa hal-hal di bawah ini pernah kamu alami? Kalau iya, entah itu jomblo atau single, tapi sepertinya kesendirianmu sudah terlalu lama.

1. Seperti kata Kunto Aji: “Meski di saat sendiri aku tak pernah merasa sepi”

Kunto Aji - Terlalu Lama Sendiri

Kunto Aji – Terlalu Lama Sendiri via musik.kapanlagi.com

Sudah terlalu lama sendiri, sudah terlalu lama aku asyik sendiri…

Lama tak ada yang menemani, rasanya…

Pagi ke malam hari tak pernah terlintas di hati…

Meski di saat sendiri, aku tak pernah merasa sepi…

Kamu sudah terlalu lama jomblo, senggak peduli apapun kamu dengan statusmu, pasti pernah mengalami momen speechless saat pertama kali mendengarkan lagu Kunto Aji itu. Baper bukan karena kamu jadi pengin punya pacar, atau jadi merasakan kesepian, tapi baper karena kenyataan bahwa ‘meski di saat sendiri, aku tak pernah merasa sepi’. Saking udah biasanya sendirian, jadi nggak ada lagi rasa kesepian.

Advertisement

2. Ke mana-mana selalu sendiri, dan merasa bingung saat orang bertanya “kok sendirian aja sih?”

Teman perjalanan yang paling bisa diandalkan: diri sendiri! Hehe | Photo by Zach Reiner via unsplash.com

Karena kamu nggak punya pasangan yang bisa diajakin jalan ke mana-mana, jadinya kamu terbiasa ke mana-mana sendirian. Awalnya sih mungkin terpaksa. Masa kalau nggak ada yang menemani makan, kamu nggak makan?

Lama-lama jadi terbiasa. Mau beli kebutuhan sehari-hari, beli buku, ke bioskop, ke kondangan, sampai traveling pun kamu bisa sendirian. Tapi orang-orang melihatnya nggak gitu. Mereka sering heran kok kamu enjoy aja ke mana-mana sendirian. Sementara kamu, justru heran kenapa orang-orang mempertanyakan itu.

Lha, emangnya kenapa?

Advertisement

3. Nongkrong di kafe seorang diri juga bukan masalah, apalagi kalau demi wifi

Emang ada yang salah ya kalau nongkrong di kafe sendirian? | Photo by Ty Feague via unsplash.com

Bagi sebagian orang, nongkrong di kafe sendirian itu nggak banget. Kesannya jomblo banget. Belum lagi kalau mati gaya karena nggak ada yang diajak ngobrol. Kalau nggak penting banget-banget, urusan hidup dan mati, kamu nggak mau nongkrong di kafe sendirian.

Tapi kalau kamu jomblonya udah kelamaan, nggak ada masalah tuh nongkrong di kafe sendirian sampai berjam-jam. Apalagi kalau wifi kafenya kenceng luar biasa. Nggak ada istilahnya kamu mati gaya. Selama ada gadget atau buku, kamu merasa senyaman nongkrong bersama teman-teman.

4. Lupa kalau malam Minggu itu malam spesial, bagimu sama seperti malam-malam lainnya

Hari paling spesial itu biasanya kalau bisa tidur seharian | Photo by Annie Spratt via unsplash.com

Malam Minggu bisa bermakna ambigu. Bagi yang punya pasangan, malam Minggu jelas malam spesial, saatnya menggumbar cinta di mana-mana. Saatnya kangen-kangenan setelah seminggu nggak ketemuan. Senang? Jelas. Bagi kaum jomblo, malam minggu juga malam spesial. Spesial karena mereka harus meratapi nasib sekaligus jadi korban bully-an di media sosial. Sedih? Pastinya.

Tapi kalau kamu jomblonya sudah lama, bagimu malam Minggu hanyalah salah satu malam dalam satu minggu. Nggak ada bedanya dengan malam Senin, malam Rabu, atau malam Jum’at. Biasa aja.

5. Dengerin lagu galau, ya baper sih. Tapi lima menit kemudian hilang bapernya

Bisa baper juga sih, tapi cuma bentar doang | Photo by Anh Lê via unsplash.com

Namanya juga manusia. Galau dan baper pasti sudah atau sering dirasakan. Kalau mendengarkan lagu-lagu Adele atau Ed Sheeran gitu, siapa yang nggak galau sampai rasanya pengin nangis guling-guling? Tapi masa meratapi nasib karena kegagalan cinta atau pedihnya status jomblo bisa berjalan berhari-hari. Kamu yang sudah terlalu lama sendiri? Ya galau sih. Ya baper sih. Tapi lima menit kemudian juga udah lupa.

6. Disepikin lawan jenis malah ketawa dan nyepik balik. Dalam pikiranmu itu selalu bercanda. Maklum, terlalu lama nggak merasakan kasih sayang

Situasinya malah jadi komedi | Photo by Eliott Reyna via unsplash.com

“Neng, tebakan nih. 1+1 berapa?”

“Dua.”

“2+2?”

“Empat.”

“Kalau aku + kamu?”

“Temen. Haha!”

Normalnya kalau disepikin kita bakal tersipu-sipu malu, lalu baper. Tapi bukannya merona merah, kamu malah kepingin nyepik balik. Bukannya apa-apa, kamu selalu berpikir itu cuma bercanda. Mana ada baper? Yang ada kamu malah pengin ketawa. Maklumlah, hatimu sudah terlalu lama nggak ‘terpakai’. Udah lama nggak merasakan kasih sayang ;p

7. Ditanya ‘pacarnya mana’ atau ‘si itu aja udah nikah, kamu kapan?’, nggak bikin baper lagi. Udah terlalu biasa~

Ditanya pacarnya mana udah nggak baper lagi

Ditanya pacarnya mana udah nggak baper lagi via www.hercampus.com

Kalau kamu jomblonya baru, pertanyaan pacarnya mana atau kapan nikah jadi pertanyaan keramat yang nggak boleh diucapkan seperti nama Lord Voldemort di serial Harry Potter. Bukannya apa-apa, pertanyaan itu bikin luka lama kembali terbuka.

Tapi kalau kamu jomblonya udah lama, udah nggak ada baper-bapernya lagi tuh dapat pertanyaan pacarnya mana atau kapan nikah. Tinggal senyunim aja atau jawab apa kek yang penting dia berhenti nanya. Mungkin saking udah seringnya, jadi kamu udah kebal. Iya nggak?

8. Posting status galau? Ya pernah. Tapi seringnya buat menghibur aja. Ngecengin kejombloan diri sendiri sering kamu lakukan

“Selalu minum single shot espresso, biar matching sama status hubungan” | Photo by BRUNO EMMANUELLE via unsplash.com

Timeline media sosialmu juga nggak hanya berisi hal-hal serius soal pekerjaan, politik, atau filsafat. Posting status galau sering kamu lakukan. Tapi seringnya niatmu bukan untuk membagi kesedihanmu kepada dunia, atau supaya orang bersimpati pada ngenesnya nasibmu. Tapi hanya untuk lucu-lucuan.

Ngecengin atau mentertawakan diri sendiri juga nggak jarang kamu lakukan. Karena bagimu kejombloanmu bukan sesuatu yang perlu diratapi. Lucunya, teman-temanmu juga tahu semua kalau kamu hanya bercanda, meski kegalauan postinganmu sudah tingkat semesta. Yah, semua orang sudah tahulah kalau kamu memang jomblo kelamaan.

9. Kadang kamu malah lupa kalo kamu jomblo

momen ketika kamu baru ingat kalau kamu jomblo....

momen ketika kamu baru ingat kalau kamu jomblo…. via ohmymuhlenberg.tumblr.com

Bahkan kadang kamu lupa kalau kamu jomblo. Saking seringnya ke mana-mana sendirian dan sudah lamanya dari kali terakhir malam mingguan sama pacar, kamu bahkan lupa rasanya punya pacar. Jadi ya kejombloanmu nggak ada rasanya lagi. Kamu nggak merasa ada yang kurang atau harus diperbaiki, karena kamu sudah cukup nyaman dengan statusmu saat ini.

10. Jarang pengin punya pacar. Malah seringnya keenakan sendirian

Sudah terlalu nyaman sendiri | Photo by Joshua Rawson-Harris via unsplash.com

Karena sudah nyaman dengan kehidupanmu saat ini, kamu juga lupa kalau harus cari pasangan. Kalau teman-temanmu desperate banget pengin segera punya pasangan yang bisa melangkah ke jenjang pernikahan, kamu malah menikmati saat-saat sendirian. Kalau ada yang mendekati, kamu juga malah menghindari dan menutup diri. Mungkin karena kamu sudah terlalu biasa sendirian, jadi kagok kalau harus memulai sebuah hubungan

Orang terbiasa punya pasangan, selalu ada yang perhatian dan mengingatkan supaya nggak lupa makan, akan merasa nggak nyaman saat dia harus kembali sendirian. Kalau awal-awal jomblo kegalauan seolah nggak ada habisnya. Bahkan udara yang kamu hirup sehari-hari saja bisa mengingatkanmu padanya. Tapi kalau kejombloanmu sudah menahun, kamu malah lupa kalau kamu jomblo. Ya bagaimana nggak? Kamu sudah terlalu terbiasa ngapa-ngapain sendirian.

Kalau kamu, sudah berapa tahun sendiri, Mblo?

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Penikmat kopi dan aktivis imajinasi

CLOSE