“Asik banget jadi kamu, orang tuamu asyik… Kamu selalu boleh ini-itu, nggak ada yang ngelarang…”

Ada kalanya, kamu yang punya orang tua tegas suka iri sama teman-temanmu yang orang tuanya lebih santai. Orang tua yang keras dan penuh disiplin memang sering menjadi momok bagi anak-anak. Tapi terkadang kamu sendiri nggak benar-benar sadar kalau orang tuamu termasuk golongan orang tua yang keras.

Meski begitu ada beberapa tanda spesial yang hanya bisa dimengerti kamu-kamu yang dididik oleh orang tua bertangan besi! Walapun ada kalanya terasa mengesalkan tapi nggak sedikit juga yang menggelitik atau membuatmu semakin jago menghadapi kehidupan yang keras, eaaa!

1. “Eh aku duluan ya, udah di-sms mamah nih…” sudah jadi kebiasaan kalau kamu bakal pulang paling duluan pas ngumpul bareng teman

Sering buru-buru pulang duluan, kaya Cinderella punya jam malam via likes.com

Kamu: Guys, aku pulang duluan ya!

Teman-teman: Udah mau balik aja! Baru bentar ini nongkrongnya.

Kamu: Iya nih udah disuruh pulang… udah jam 3 juga, udah larut.

Teman-teman: Iya sih jam 3… TAPI BARU JAM 3 SORE! PUKUL 15:00!!!

Advertisement

Ya gitu deh, beda sama temen-temen kamu yang ortunya lebih santai, kamu lebih sering di-monitoring kegiatannya. Biasanya kamu jadi yang paling cepat pulang duluan kalau ada acara ngumpul-ngumpul; mau itu dalam rangka senang-senang doang atau ngerjain tugas kelompok.

2. Minta izin buat nginep atau keluar kota bareng teman itu udah kayak ngurus perizinan di kantor pemerintahan: lama dan berbelit

Izinnya lama dan melelahkan via www.suitlesspursuits.com

Hal yang kayanya simple dan mudah–seperti minta izin buat trip weekend getaway sama temen-temen atau sekedar nginep bareng–malah merupakan tantangan besar buat kamu.

“Sama siapa aja? Naik apa? Tidur di mana? Ortunya ada yang ikut buat ngawasin? Atau Papa ikut aja nih biar bisa bantu jagain kalian?”

Berondongan pertanyaan siap menyergap kamu. Kadang ortumu malah nawarin hal yang bisa merusak rencana senang-senang bareng temenmu.

AHELAH!!! via twitter.com

3. Minta duit juga kerap harus disertai dengan ‘proposal’ yang jelas. Udah kaya RAPB Negara aja

“Ayolah pak, bagi duit anakmu ini!” via gifsgallery.com

Mungkin ada kalanya kamu merasa iri sama temen-temen lain yang keinginannya gampang banget dikabulkan. Ada yang sering gonta-ganti hobi, rajin beli barang koleksi, gampang banget dapat uang saku buat travelling dan semacamnya.

Sementara, kamu? Pengen minta dibeliin baju baru aja harus ngajuin proposal anggaran. Minimal seminggu sebelum ‘dana bantuan’ dicairkan… Nggak jarang, kamu harus menjalani metode “stick and carrot” yang dicanangkan orang tuamu yang artinya:

“Kalau kamu mau sesuatu, kamu harus melakukan (–hal yang diminta orang tua–) dulu baru keinginanmu kami kabulkan.”

4. Kalau lagi ada maunya, nggak jarang kamu latihan ngomong di cermin, menyusun kata-kata agar nanti permohonanmu diterima

Ngumpulin kata-kata dan kalimat yang tepat biar kedengaran oke di telinga bapak ibumu, berharap dengan begitu keinginanmu bakal lebih mudah diloloskan–hal-hal kaya gini mungkin sering kamu akrabi. Ngomong di depan cermin buat latihan melancarkan rayuanmu juga nggak jarang kamu lakoni.

5. Kamu menjadi pribadi yang pintar membaca keadaan. Lha iya, ‘kan kamu terbiasa menunggu mood orang tuamu baik dulu sebelum minta ini itu

“Udah boleh dibribik belum ya?” via collegetimes.com

Pacar: Udah bilang bapak ibu kalau aku mau ajak kamu nginep liburan ke pantai weekend ini?

Kamu: Sabar ya beb, ini anggrek ibu baru ada yang dimakan ayam. Bapak juga habis kalah lelang batu akik. Tunggu mood mereka baikkan dulu baru aku bilang.

Kamu udah ngerti tips and trik “kapan permintaanmu bakal dikasih lampu hijau” dan “kapan kamu malah bakal jadi sarana pelampiasan kekesalan mereka.” Yang terpenting suasana hati ayah ibumu harus bagus dulu sebelum kamu ngomong macem-macem.

6. Dibilang “Nggak asik lo!” sama teman itu udah biasa, mereka nggak ngerti kenapa kamu langsung menyerah begitu permohonan izinmu ditolak sekali

“Nggak bakal dikasih, kalian nggak ngerti!” via www.teen.com

Temen: Kamu nggak jadi ikut liburan bareng ke Dieng?! Kita kan udah rencanain dari lamaaa!

Kamu: Aku ngerti, aku juga pengen… Tapi Ibuku nggak ngasih 🙁

Temen: Ah! Gak asik kamuh! Minta izin lagi coba!

“Percuma aja!” jeritmu dalam hati.

Kamu udah hapal: sekali nggak diizinkan ya nggak bakal diizinkan. Hati orang tuamu kokoh dan sulit untuk digoyahkan. Itu hati apa rangka beton bangunan, kamu juga kadang bingung.

7. Sttt… udah ngaku aja, kamu jadi lihai menyiasati omonganmu kepada orang tua ‘kan…

Hayooo siapa yang nggak pernah bohong? via www.cosmopolitan.co.uk

“Habis Maghrib udah selesai kok, Mah acaranya. Boleh ya?” — kelitmu. Halah jam 12 malam juga termasuk ‘habis Maghrib’ keleus!

Pandai bersiasat alias jago bohong! Akui aja kamu jadi pinter ngeles–kaya pejabat korup memutarbalikkan fakta di hadapan wartawan dan penyidik KPK. Tapi sering kali, sebenarnya kamu bohong cuma biar orangtuamu nggak panikan, nggak khawatir dan biar mau memberi kamu izin sih… Bukan semata-mata mau mengkhianati kepercayaan mereka…

8. Mau jomblo mau enggak, notifikasi ponselmu nggak pernah sepi dari SMS dan telepon… yang berasal dari Ayah dan Bunda!

Mampus ada missed calls! via www.lovethispic.com

Meskipun kamu single, kamu gak perlu khawatir hapemu cuma penuh notifikasi promosi LINE aja. Soalnya ada orang tua yang hobi ngecek keadaanmu minimal 3 kali sehari, udah kaya minum obat. Udah diladeni aja, kalau kamu cuekin nanti mereka makin curiga dan mikir kamu lagi melakukan hal yang enggak-enggak pula!

9. Kamu mengenal kata-kata kotor, tapi kamu nggak pernah ngomong jorok. Kecuali kalau di luar rumah atau udah jadi anak kuliah

Kagok ngomong jorok via giphy.com

*jempol kaki kesandung meja* “WUANJ–JASMARAAA!!! Aduh-aduh-aduh sakit!!!”

Kamu tahu sih apa artinya jancxx atau tokxx, tapi kamu ngerasa canggung atau geli untuk mengucapkannya. Kalau pun kamu akhirnya ngomong jorok palingan karena kamu lagi nggak di rumah, nggak bareng orang tua atau karena kamu udah di usia kuliahan ke atas alias udah merasa dewasa.

10. Kamu punya kebiasaan buat mengganti saluran televisi kalau adegannya udah mulai mesra-mesraan pas orangtuamu lewat. Iya nggak?

HAYO lagi nonton apa! via giphy.com

Kamu: Hmmm… Bagus nih filmnya. Hehehe, udah ayo cium ajaaa!

Ayah: Yogie, kamu di mana? Ayah mau ngomong! *suara kaki mendekat*

Kamu: *LANGSUNG GANTI CHANNEL* A-aku udah cebok kok Yah! (jawabannya gak nyambung karena gugup).

Makanya begitu orang tua kamu lagi nggak di rumah kamu jadi euphoria, lega banget mau nonton apa aja dengan santai di televisi. Kadang kebiasaan ini terbawa hingga dewasa, kamu merasa nggak nyaman nonton yang ada buka-bukaan atau cinta-cintaan ketika orang tuamu juga lagi ikutan nonton.

11. Jarang ada yang namanya curhat-curhatan soal pacar sama Bapak dan Ibu. Kalau ngobrol bareng seringnya soal “Gimana prestasimu di sekolah/kampus/kantormu?”

Gapapa deh, jadi gak sering ditodong jodoh kan? via www.buzzfeed.com

Kalau orang tua temen-temenmu ada yang udah jadi semacam teman curhat bagi anaknya–suka ngeceng-cengin atau ngebantu soal urusan asmara–nah kalau ortumu beda.

Boro-boro dengerin konsultasi soal jodoh, beberapa aja masih sering mikir “Nggak usah pacaran dulu! Yang penting sekolah dan pendidikanmu bagus!” Ketika akhirnya kamu udah di usia yang cukup dewasa untuk punya pacar pun, kamu jadi kagok atau sungkan buat membagi ceritanya dengan mereka.

Yah meskipun kamu sering mengeluh tapi kalau mau jujur didikan tegas Bapak dan Ibu adalah salah satu faktor yang mampu membawamu sukses menjadi anak yang berbakti

Terima kasih kepada ayah dan ibu via www.timlo.net

Meskipun kamu sering mengeluh (atau dikeluhkan sama temen-temen dan pacarmu), tapi kalau mau adil didikan yang keras itulah yang menempamu. Menjadikanmu insan yang berbudi pekerti, berdisiplin tinggi dan membentuk mentalmu untuk dapat sukses menggapai mimpi. Kadang mungkin kamu memang meradang ketika merasa terlalu dikekang. Namun suatu saat kemudian kamu merasa berterima kasih atas bimbingan orang tuamu yang tegas itu.

Percaya deh, nggak ada orang tua yang mau mempersulit kehidupan anaknya. Semua yang dilakukan ayah ibumu semata-mata karena memikirkan kebaikanmu juga pastinya. Nah, kalau kamu tahu cara mengambil hati dan memelihara kepercayaan mereka, kayanya nggak akan ada masalah berarti lagi deh kedepannya. Gimana-gimana juga kamu tetap sayang sama Ayah-Bunda kan? 😀

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya