Satoshi Kon dan 5 Karyanya yang Mampu Menginspirasi Sineas di Dunia. Masterpiece!

Membahas animasi Jepang atau anime memang tidak ada habisnya. Anime yang menjadi salah satu tontonan favorit di dunia ini memiliki segudang cerita di dalamnya.  Salah satunya, seorang sutradara animasi, Satoshi Kon. Dia adalah seorang animator, penulis, dan sutradara. Dirinya merupakan salah satu sutradara yang memiliki nilai cerita yang komplesitas, divine, dan mencampurkan fantasi dan realita. Karya-karya Satoshi Kon menjadi salah satu kiblat para sineas Hollywood.

Advertisement

Sebut saja film Inception (2010), karya Christopen Nolan, dua film Dareen Aronofsky, film Black Swan (2010) dan Requiem for a Dream (2000), terinspirasi dari karya-karya Satoshi Kon. Satoshi Kon sendiri mendapatakan penghargaan Winsor McCay pada 2020. Penghargaan tertinggi yang diberikan kepada insan  di dunia animasi.

Namun sayangnya, Satoshi Kon harus meninggal pada 2010 di usia 46 tahun ketika film-filmnya terkenal. Ia pun hanya membuat 4 film animasi dan 1 serial anime, yang tentunya masih bisa dilihat. Berikut lima  karya Satoshi Kon yang sayang untuk dilewatkan.

1. Perfect Blue (1997)

Perfect Blue

Perfect Blue | via IMDb via www.imdb.com

Jika kamu pernah menonton film Black Swan (2010) karya Dareen Aronofsky, kamu wajib nonton film Perfect Blue (1997). Kedua film sama-sama mengangkat film thriller psychological-mystery.

Advertisement

Ini merupakan film garapan pertama Satoshi sebagai seorang sutradara. Sebelumnya ia merupakan asisten Katsuhiro Otomo yang membuat salah satu film animasi terbaik sepanjang masa yaitu Akira (1988).

Perfect blue akan menawarkan kengerian, mengaburkan batas realitas dan khayalan. Bercerita mengenai Mima memutuskan berhenti menjadi idol pop. Ia mengejar mimpinya sebagai aktris. Namun jalan menuju ketenarannya berubah menjadi horor setelah ada seorang penguntit, doblegenger yang menghiasi kehidupannya.

2. Millenium Actress (2001)

Sennen Joyuu

Millenium Actress | via IMDb via www.imdb.com

Advertisement

Setelah membuat film animasi yang begitu kelam dengan Perfect Blue (1997). Satoshi Kon melahirkan sebuah karya yang begitu emosional. Film Millenium Actress berkisah mengenai artis legendaris bernama Chiyoko Fujiwara.

Film ini menarik, karena kita akan dibawa berkeliling zaman, mengikuti waktu bersama Chiyoko remaja sampai menjadi artis yang legendaris. Kisah begitu bergulir dengan sangat rapih tanpa celah.

Kisah bergulir, begitu mengetahui alasan bahwa Chiyoko menjadi artis karena ingin bertemu dengan cinta pertamanya seorang pelukis. Apakah Chiyoko akan bertemu dengan dambaan hatinya?

3. Tokyo Godfathers (2003)

Tokyo Godfather

Tokyo Godfather | via IMDb via www.imdb.com

Berlatar waktu pada malam Natal, tiga orang tunawisma menemukan bayi di tengah tumpukan sampah. Bersama-sama mereka mencoba untuk mencari orang tua sang bayi. Perjalanan tersebut membuka kesadaran mereka kepada kehidupan yang sebenarnya.

Cerita Tokyo Godfathers ini bisa dibilang merupakan sebuah kisah yang sangat jarang diangkat oleh sineas Jepang saat itu.

Kisah sekelompok tunawisma di saat malam natal dengan seorang bayi. Tunawisma ini juga memiliki komposisi yang unik, transpuan, remaja perempuan dan laki-laki paruh baya. Satoshi kon menceritakan kisah mereka dengan penuh  keharuan dan gelak tawa.

4. Paranoia Agent (2004)

Paranoia Agent

Paranoa Agent | credit MadHpuse via IMDB via www.imdb.com

Ini merupakan anime series pertama dan terakhir yang disutradarai oleh Satoshi Kon. Anime ini di produksi oleh Studio Madhouse yang sangat paranoid sama seperti namanya. Kisah berawal dari seorang ilustrator yang diserang oleh seorang anak yang dijuluki Shonen Bat.

Sosok Shonen Bat ini menjadi sebuah kecemasan, para detektif mencoba untuk menulusuri kejadian ini. Namun semakin mereka menyelidiki kasus, semakin mereka tidak bisa menemukan akhir dari kekacauan ini.

Satoshi Kon bertindak sebagai penulis dan sutradara dalam karya televisinya ini. Terbukti Paranoia Agent menjadi salah satu karya yang dihormati dalam dunia anime.

5. Paprika (2006)

Paprika

Paprika | Via IMDb via www.imdb.com

Setelah teknologi yang memungkinkan seseorang untuk memasuki dunia mimpi dan dapat  mencuri atau mengubahnya. Kisah ini bercerita sesorang psikoterapi bernama Atsuko Chiba, yang mengunakan nama panggung Paprika, dan menjual jasa konsultasi berupa mengatur dan merekam mimpi.

Seorang detektif meminta bantuan untuk melihat dan merekam mimpinya. Karena penggunana rekaman itu illegal, mengakibatkan kekacauan sistem. Atsuko Chiba tidak sengaja masuk kedalam mimpi asistennya dan membuat bentrokan terhadap mimpi sang detektif. Akibatnya, keanehan mulai terjadi dan menyebabkan distorsi antara dunia mimpi dan kenyataan.

Film Paprika, merupakan adaptasi dari sebuah novel dengan judul yang sama yang di tulis oleh Yasutaka Tsusui. Paprika mejadi inspirasi bagi Christoper Nolan untuk membuat Inception (2010). Kisah yang hampir sama dengan sebuah mimpi, namun Satoshi Kon membuat Paprika lebih berwarna dan memanjakan mata.

Walau hanya memiliki sedikit karya, namun Satoshi Kon mampu membuat karyanya menjadi kiblat para animator dan sutradara terkenal.

Advertisement

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE