Banyaknya Kasus Costumer Nggak Paham Sistem COD, Kayaknya 3 Hal Ini Perlu Dimiliki Kurir Ekspedisi

Kasus sistem COD

Baru-baru ini, marak di media sosial video-video yang viral terkait dengan para pembeli online shop yang menggunakan fitur COD alias Cash On Delivery namun nggak paham dengan sistem itu sendiri. COD sendiri adalah fitur di mana pembeli diperbolehkan membayar barang yang mereka beli setelah diantar oleh kurir ekspedisi dan diterima. Ada banyak kelonggaran dalam fitur yang satu ini, seperti misalnya hak untuk mengembalikan pesanan yang telah dibeli apabila barang yang diterima tidak sesuai dengan pesanan.

Advertisement

Akan tetapi, banyaknya pembeli yang belum benar-benar teredukasi dalam sistem ini membuat para kurir ekspedisi nggak jarang terkena semprotan para penerima barang seperti yang belakangan terjadi di media sosial. Ngeselinnya lagi, yang salah siapa, yang kena marah juga siapa. Melihat dari fenomena konyol sekaligus miris yang satu ini, kayaknya memang para kurir ekspedisi ini perlu dibekali dengan beberapa hal di bawah ini deh.

1. Kemampuan public speaking, buat ngeles atau debat kalau si costumer benar-benar ngeyel padahal dia yang nggak paham

Skill yang satu ini sepertinya semakin ke sini menjadi salah satu hal paling krusial yang perlu dikuasai oleh para pejuang paket deh. Pasalnya, abang-abang kurir ini butuh kemampuan public speaking untuk berbagai macam kegunaan yang nggak kalah penting juga. Seperti misalnya sepik-sepik, ngasih pengertian dan penjelasan, hingga keperluan ngeles dan debat kusir sama si costumer kalau memang ketemu sama orang yang ngeyelan dan nggak paham. Udah pada lihat sendiri kan, gimana kelakuan orang-orang yang udah salah dan nggak paham tapi ngegasnya minta ampun. Kalau kebanyakan orang kayak gitu dan kurirnya cuma bisa membatu karena bingung mau nanggapin apa sih lama-lama juga kasihan sama si kurir.

Advertisement

2. HP dengan kamera yang super jernih, serta media sosial yang aktif buat ngeviralin oknum-oknum tersebut

Ilustrasi kurir / Credit: Pikiran Rakyat via jaktimnews.pikiran-rakyat.com

Selain perlu menguasai teknik public speaking yang mumpuni, para kurir ekspedisi sudah seharusnya didukung oleh perusahaannya dengan diberi HP berkamera super jernih. Nggak perlu ditanyakan lagi alasannya, karena sudah jelas dan sudah pasti untuk mendokumentasikan momen-momen ngeselin jika sewaktu-waktu bertemu dengan kejadian kayak gitu lagi. Setelah didukung dengan HP berkamera jernih, kalau bisa sih para kurir ini juga memiliki media sosial yang aktif dipakai sehari-hari. Setidaknya nantinya media sosial tersebut bisa digunakan untuk memviralkan oknum-oknum resek tadi. Biar tahu rasa deh itu gimana kekuatan materai! Lagian makin ke sini orang-orang semakin ada-ada aja kelakuannya. Dari awal udah nggak paham duluan, yang disalah-salahin tetap aja kurirnya.

Ilmu beladiri, kalau bisa sih kungfu dan shaolin. Buat jaga-jaga kalau sewaktu-waktu orang kayak mereka main tangan

Ilustrasi kungfu / Credit: Wikipedia via en.wikipedia.org

Hal terakhir yang sebenarnya perlu banget dimiliki dan dikuasai oleh para kurir ekspedisi adalah ilmu yang satu ini. Kesel dan kasihan juga lama-lama kalau para kurir yang lagi bertugas selalu kena semprot orang nggak mudengan, padahal gajinya juga nggak seberapa. Udah capek, pusing, emosinya diuji pula. Apalagi sama orang-orang yang tempramen dan sedikit-sedikit hobi main tangan. Paling nggak sih diadakan pelatihan kungfu dan shaolin bagi para kurir. Biar kalau kena semprot dari costumer yang tempramen, bisa dibalas dengan ciaaaatttt!

Terlepas hal ini mau dianggap bercandaan atau tidak, tapi memang seharusnya udah dipikirin lagi sih tentang strategi-strategi dalam menghadapi customer bebal semacam itu. Memang benar kalau persoalan kayak gini udah jadi tugas dan tanggung jawab kurir, tapi kan kasihan juga 🙁

Ikuti Instagram @wolesjon biar nggak ketinggalan informasi seputar cowok dan dunia hiburan lainnya, kuy!

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

Penikmat jatuh cinta, penyuka anime dan fans Liverpool asal Jombang yang terkadang menulis karena hobi.

CLOSE