5 Respons yang Bisa Kamu Lakukan Jika Ibumu Tahu Kabar Keberhasilan Anak Tetangga. Catat nih!

Keberhasilan anak tetangga

“Seorang perempuan berumur 14 tahun asal daerah X dinobatkan sebagai mahasiswa kedokteran termuda di Indonesia.”
“Toni, remaja asal dusun X sukses dari crypto dengan penghasilan bersih 500 miliar setiap minggunya.”

Advertisement

Bagi sebagian orang, hal tersebut mungkin bisa menjadi motivasi yang sangat unik, tapi bagi para sebagian orang tua, persoalan semacam itu bisa jadi bahan untuk membanding-bandingkan dengan anaknya sendiri. Nggak heran jika sebagian orang di luar sana memilih untuk menutupi kabar-kabar tersebut dari telinga orang tuanya biar nggak berakhir toksik. Apalagi sampai jadi pesan berantai di grup WA keluarga, bahaya!

Pada titik tertentu, berita keberhasilan anak tetangga terkadang jadi derita bagi kita. Terlebih jika kabar tersebut sudah didengar oleh ibu, pusing banget urusannya. Berikut ini adalah langkah yang bisa kamu lakukan untuk merespons ibumu jika mulai membanding-bandingkan dirimu dengan keberhasilan anak tetangga.

1. Suruh ibumu jangan keluar rumah dulu, minimal seminggu, apalagi sampai kumpul dengan ibu-ibu kompleks yang masih pada heboh dan kagum pada anak tetangganya itu

Ilustrasi ibu-ibu ngumpul / Credit: Memelucubroo

Langkah pertama yang harus dan wajib banget kamu lakukan adalah menjaga serta melarang agar ibumu nggak keluar rumah dulu selama seminggu. Mau pakai alasan belanja, ketemu bu RT, bayar iuran kompleks, jangan dikasih izin keluar.

Advertisement

Apalagi kalau mau ngumpul bareng ibu-ibu lainnya yang masih suka ngomongin dan terlalu kagum sama anak tetangga mereka. Plis, jangan banget. Karena sugesti liar itu berawal dari bersatunya ibu-ibu kompleks.

2. Kalau kamu dibanding-bandingkan dengan anak tetangga, cobalah dibalikkan keadaannya dengan membandingkan ibumu dengan orang tuanya yang berhasil mendidik anak sampai jadi sukses 😀

Ilustrasi ibu-ibu julid / Credit: Youtube

Setiap kali ada anak tetangga yang udah berhasil duluan, pasti orang rumah ada aja tuh yang nyahutin, “Noh, lihat anaknya bu RT udah jadi pengusaha sukses sekarang, udah bisa beli mobil sendiri!” Kesel nggak sih kalau udah mulai dibanding-bandingkan kayak gini? Kesal dong, pasti!

Advertisement

Nah, kalau ibu, bapak, atau siapa pun dari keluargamu udah mulai kayak gitu, coba aja dibalikkan keadaannya. Caranya gampang, dijawab aja pakai kalimat, ”Lihat tuh bu RT bisa mendidik dan ngasih fasilitas anaknya sampai sukses begitu.”

Semoga nggak malah diusir, ya! Hehehe.

3.  Bolehlah mulai pikir-pikir untuk memutuskan ngekos aja~

Ilustrasi ngekost bareng teman / Credit: Rencanamu

Nggak ada salahnya untuk menghindari sifat keluarga toksik dengan cara yang satu ini, daripada setiap hari cuma dibanding-bandingin terus. Padahal mah usaha juga udah, berdoa nggak pernah lupa, tetap aja kayaknya kalau orang tua nggak lihat secara langsung itu berasa kita kerjanya cuma rebahan seharian. Ada yang pernah merasakan kayak gini juga nggak?

4. Segera nikahi pacarmu, biar kamu bisa hidup sendiri. Syaratnya, kamu harus punya modal untuk membina rumah tangga sendiri sih 😀

Ilustrasi pasangan / Credit: Pexels Cottonbro

Kalau pakai cara yang sebelumnya masih nggak bisa menyelamatkanmu dari kejadian tadi, salah satu cara yang bisa dibilang lebih ampuh adalah ambil keputusan untuk segera menikahi pacarmu, biar bisa hidup tanpa omongan orang tua tiap hari.

Ingat, pastikan dulu udah siap semuanya, baik lahir, batin, materi, dan segala hal yang dibutuhkan. Nggak lucu dong kalau buru-buru nikah biar nggak dibandingin sama anak tetangga, tapi cuma bisa ngasih makan cinta ke pasangan. Sama aja nggak nalarnya. 🙁

5. Makanya, kalau kamu di rumah, jangan malah diem aja. Bantuin jemur pakaian kek, nyuci piring, nyapu rumah. Nanti biar kamu bisa bilang kalau nggak semua orang sukses itu mau disuruh bantuin ibunya~ 🙂

Ilustrasi bantu ngerjain pekerjaan rumah / Credit: Pexels Sarah Chai

Jika semua cara udah dilakukan dan kamu masih tetap aja dibanding-bandingkan, sekarang saatnya untuk ngaca pakai cermin yang besar. Kira-kira nih, kamu kalau di rumah ini ngapain aja? Maksudnya sekalipun sekarang kegiatan juga terbatas banget, setidaknya kamu bisa bantuin ibumu jemur pakaian, nyuci piring, nyapu rumah, atau ngerjain pekerjaan rumah lainnya.

Seriusan deh, dengan membantu kayak gitu pasti biasanya yang namanya kaum emak-emak ini bakalan diam. Ampuh banget ini mah, nggak perlu sukses duluan juga pasti ibu nggak bakalan berhenti memberi pujian.

Lagipula, kenapa membandingkan anak sendiri dengan anak tetangga selalu jadi kebiasaan para orang tua, ya? Sekarang malah udah jadi semacam budaya. Heran.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

CLOSE