Menilik Fenomena Gahar Berjamaah ala Warganet Indonesia. Beginilah Citra Kita di Media Sosial

Kebiasaan warganet Indonesia

Masyarakat Indonesia termasuk salah satu pengguna media sosial terbesar di dunia. Mulai dari anak-anak, remaja, orang dewasa, hingga orang tua, hampir semuanya tak bisa lepas dari kehidupan dunia maya. Banyaknya pengguna yang tersebar dalam berbagai media sosial saat ini membuat warganet Indonesia punya citra tersendiri di mata banyak orang, baik itu di mata internasional atau bagi orang Indonesia sendiri.

Dari banyaknya citra yang ada, tak semuanya berarti baik. Warganet Indonesia dikenal pula sebagai pengguna media sosial yang sering bikin heboh, gaduh, overproud terhadap suatu hal, hobi ngegas, dan semacamnya. Konyolnya lagi, fenomena itu kerap dilakukan secara beramai-ramai, entah itu di platform apapun. Kebiasaan gahar dan nampak seram secara berjamaah ini rupanya memang sudah begitu melekat pada keseharian kita lo.

Ternyata fenomena ngeselin ini sebenarnya berangkat dari kebiasaan masyarakat kita di dunia nyata

Beramai-ramai/ Credit: Pexels

Sudah menjadi rahasia umum jika menghadapi segala sesuatu dengan beramai-ramai itu akan membuat kita semakin berani. Tengok aja kerasnya dunia anak-anak sekolahan di sekitar kita. Hanya berawal dari hal-hal sepele aja terkadang bikin geng sekolah A berseteru dengan geng sekolah B. Namun, tentu aja semua itu dilakukan secara secara ‘rombongan’. Lagian kalau pada berantem di jalan juga paling-paling ada yang beneran maju paling depan, ada pula yang di belakang cuma sebagai tim teriak-teriak. Kalau saling berhadapan sendiri-sendiri sih mana berani. Itu baru dari satu contoh saja, belum lagi yang terjadi di dalam kultur pendukung tim olahraga.

Kamu juga mungkin akan dibikin kaget dengan kehebohan yang kerap terjadi di dunia para penggemar K-Pop dalam negeri. Bahkan, berawal dari permasalahan sepele antar anggota K-Pop aja terkadang merembet sampai ke penggemarnya. Persoalan ini sungguh menjadi sebuah hal yang menggelikan sekaligus menjengkelkan. Akan tetapi, nggak dimungkiri juga sih, di mana-mana kalau menghadapi suatu hal dengan ramai-ramai itu pasti auto merasa paling berani dan paling benar, entah bagaimana kenyataan yang sebenarnya.

Kalau di dunia nyata yang bisa bertemu tatap muka aja kita punya kebiasaan begitu, kebayang gimana jadinya di dunia maya, kan?

Dunia nyata dan dunia maya seolah-olah menjadi dua dimensi yang berbeda bagi kita semua. Ibaratnya, masing-masing dari kita bisa menjadi singa di media sosial meskipun sebenarnya di dunia nyata dipanggil sebagai kucing hutan pun tak cukup pantas. Begitulah kenyataannya, tanpa berinteraksi langsung dengan lawan bicara, kita bisa mendadak jadi lebih garang. Pasalnya, kita benar-benar nggak tahu bagaimana sebenarnya sosok yang kita ajak berbicara itu.

Melansir dari hasil studi Microsoft tahun 2021 berjudul Civility, Safety, and Interaction Online, warganet Indonesia tergolong memiliki keadaban yang buruk di dunia maya. Hal itu didasarkan pada Digital Civility Index (DCI) yang merupakan buatan Microsoft untuk mengukur perilaku masyarakat di media sosial. Beradasarkan pada indeks tersebut, Indonesia berada pada urutan 29 dari total 32 negara. Bukan main!

Ada berbagai macam kejadian yang membuat warganet Indonesia sering melakukan kebiasaan gahar berjamaah ini

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis