Pidato Presiden Joko Widodo Kak Wiwi di KTT APEC 2014 tanggal 10 November lalu memang menghasilkan banyak pendapat. Banyak orang yang menganggap logat medhok dan bahasa Inggris beliau membuat malu kita sebagai bangsa. Tapi, ada juga yang bilang bahwa Kak Wiwi mampu menyampaikan poinnya dengan jelas, tanpa ada kewajiban memakai diksi yang “berbunga-bunga.”

Memang sih, beliau melakukan beberapa kesalahan dalam pidatonya. Tapi, tahu gak sih kalau itu kesalahan yang sama yang sering kita lakukan sehari-hari? Nah lho… Sebelum ngata-ngatain Kak Wiwi, gimana kalo kita perhatikan penjabaran berikut ini? Jadiin aja ini ajang buat sama-sama belajar!

1. “For Your Coming” Itu Boleh, Tapi Lebih Oke Lagi Kalo Nggak Pake “Your”, Kak Wiwi!

oh iya maaf nak, saya khilaf

oh iya maaf nak, saya agak lupa lupa ingat via assets.teraspos.com

Advertisement

“I would like to thank you for your coming to my presentation.”

Penggunaan kata y0ur disini kurang tepat. Artinya sih sama, tapi dalam bahasa Inggris yang baku lebih tepat jika kata ‘your’-nya dihilangkan. Jadinya, “I would like to thank you for coming.” Yang artinya adalah “saya berterimakasih atas kedatangan Anda.” Kedengeran lebih oke ‘kan, Pak?

2. Beliau Pun Menambahkan Kata “With” di Belakang Kata “Among”

i love

I’m very happy to be with my wife via bangka.tribunnews.com

Among berarti “di antara”. Penggunaan kata among sendiri bisa langsung diikuti oleh objek tanpa harus menambahkan preposisi “with”. Jadi, cukup katakan

Advertisement

I’m very happy to be among you

atau

I’m very happy to be with you

Saya senang berada di antara kalian!

3. Mungkin Karena Agak Nervous, Beliau Sempat Membuat Beliau Kehilangan Kata-kata

ah kamu, tau aja kalo saya grogi

ah kamu, tau aja kalo saya grogi via www.rmol.co

“The picture (blank) so you (blank) our map of Indonesia.”

Mmm… mungkin karena saking groginya kali ya, ya iyalah, secara pidato di depan 500 petinggi perusahaan dan orang penting. Kita yang ngomong sama bule sebiji aja lebih sering pake bahasa Tarzan, apalagi beliau yang ngomong di depan ratusan petinggi negara tetangga. Wajarlah kalo pak Jokowi ini ngomongnya patah-patah. Yang penting maksud beliau itu tersampaikan dengan jelas. Buktinya semua peserta yang hadir pada manggut-manggut ngerti kok. Mungkin maksudnya beliau yang sebenarnya adalah:

“The picture that you can see is our map of Indonesia.”

Horee! 4 jempol deh buat Bapak!

4. Oh Iya. Kita, Seperti Pak Jokowi, Juga Sering Nggak Pakai “Which”!

ah ya udah tinggal ditambahin aja lho

ah ya udah tinggal ditambahin aja lho via kabarjokowi.blogspot.com

“…..and for fuel subsidy is 27$ billion is huge”

Saat beliau menerangkan mengenai subsidi BBM yang jumlahnya besar, beliau langsung menambahkan ‘is huge‘ di akhir kalimat.

Aku : “Mungkin lebih tepatnya “which is huge” kali ya, Pak?”

Pak Jokowi : “Ah, gak papa yang penting para hadirin ngerti maksud saya.”

Aku : “Oh iya, ampun pak. Piss, Saya orang Solo juga lho Pak.”

Iya, walau melakukan kesalahan grammar kecil maksud Pak Jokowi tetap bisa diterima dengan baik, kok. Kita yang melihat rekaman pidatonya di Youtube juga paham ‘kan apa maksudnya?

Maksud Hipwee ngasih tahu kesalahan ini biar kita semua bisa jadi kayak lagunya Andra and The Blackbone itu lho, “Sempurnaaa~”

5. Pak Jokowi dan Adik-Adik, Kita Ingat Lagi Rumus Simple Present Tense Yuk!

rumus simple present tense

rumus simple present tense via jendelailmupin.blogspot.com

“The picture show you our Jakarta port” dan “Principal business permit need 3 days to process”

Apakah kalian masih ingat hapalan dari zaman SMP? “Dewi Ayu ra doyan S” — they, we, I, dan you tidak pakai S! Ini tentu berbeda dari he, she, dan it, yang memerlukan huruf ‘s’/’es’ di setiap kata kerjanya.

Karena kalimat Pak Jokowi memakai simple present tense dan ‘picture’ yang dimaksud cuma ada satu biji, seharusnya verb atau kata kerja yang digunakan dalam kalimat tersebut diberi tambahan huruf ‘s’ atau ‘es’. Begitu juga dengan ‘Principal business permit’. Jadi kira-kira, seharusnya kalimatnya begini:

“The picture shows you our Jakarta port” dan “Principal business permit needs 3 days to process”

6. Kalo Bendanya Berjumlah Banyak, Tambahin Huruf “S”, Yes, Biar Makin Kece

clothes ni pak

contohnya ini pak, ini clothes nih pak via lifestyle.kompasiana.com

Kesalahan kecil kembali terjadi saat beliau berkata:

“Many investor, a lot of investor, when they come to me…”

Apakah kamu bisa menebak kalimat yang benar menurut aturan? Yep!

“…many investorS, a lot of investorS, when they come to me…”

 Never forget the ‘s’! ^.^

7. Mmmm… Kayaknya Susunan Kata Kak Wiwi Ada Yang Kebalik Juga Deh Ini

ah tau aja kamu nduk

sengaja tak balik biar gaul, nduk! hehe via www.portalkbr.com

“When I was a governor we have (had) project Jakarta outer ringroad (project)…”

Jadi, beliau bermaksud mau ngomong tentang proyek jalan ringroad Jakarta. Nah, seharusnya penggunaan kata ‘project’ diletakkan di belakang, bukannya di depan. Mungkin karena agak nervous, tanpa sadar beliaupun menerjemahkan dan menaruh kata ‘project’ di depan. Hehe.

PS : Gakpapa Pak, saya tahu Bapak lagi pusing mikirin keruwetan negara, makanya jadi begini ;p

8. Menjelaskan Masa Lampau Pakai V2 Aja Deh Pak, Biar Para Hadirin Yang Nyimak Gak Pada Bingung 😉

maap ya bro, saya sering lupa ganti kata kerja

maap ya bro, saya sering lupa ganti kata kerja. Kalian tetep ngerti maksud saya ‘kan? via foto.kompas.com

Kak Wiwi sempat melakukan kesalahan kecil yang berkaitan dengan simple past tense. Buat kamu yang juga sering melakukan hal yang sama, ingat ya, semua yang terjadi di masa lampau itu harus dijelaskan dengan kata kerja bentuk kedua untuk kalimat positifnya. Nah berikut adalah daftar kalimat Pak Jokowi yang seharusnya menggunakan kata kerja bentuk kedua:

“Last year, i invite (invited) them, i go (went) to the ground for lunch and dinner.”

“We talk(ed) about the problem 4 time(s) … and the problem is (was) clear.”

Nah, kamu yang sering kelupaan… catat aturan di atas baik-baik, ya!

9. Satuuu Lagi, Pak! Penutupannya Salah, Sama Kayak Pembukaannya :””p

ah ndak papa

ah ndak papa saya salah ngomong dikit yang penting saya ndak korupsi toh? via www.kaskus.co.id

Finally, again thank you for your listening.

Nah, Pak, kata ‘your’-nya diilangin aja udah oke kok! Cukup “Thank you for listening” aja jadinya. Oke, Pak? Oke! ^_^

Terima kasih ya Pak, sebenarnya logat Jawa Bapak yang medhok kemaren membuat kami makin sayang kok. Semoga saja Bapak memang bisa membawa Indonesia menuju arah yang lebih baik lagi.

Dan buat kamu yang acap melakukan kesalahan-kesalahan berbahasa di atas, ayo rajin belajar! Mumpung masih muda! Jangan tunggu sampai punya anak tiga kayak Kak Wiwi! Hehehehehe~~

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya