Bagi para musisi, baik band maupun penyanyi solo, menelurkan karya berupa lagu yang bagus belum tentu laku di pasaran. Banyak faktor yang mendorong laku atau nggaknya lagu mereka. Salah satunya ialah membuat videoklip. Selain sebagai media penguat pesan dalam lagu yang mereka ciptakan, videoklip juga memiliki fungsi sebagai sarana promosi, karena di beberapa kasus, terkadang ada beberapa orang yang lebih menyukai menonton videoklip sebuah lagu dibanding karena lagunya sendiri.

Bicara soal videoklip, baru-baru ini warganet dihebohkan dengan videoklip terbaru dari band ternama luar negeri, Kodaline. Di saat band atau penyanyi solo Indonesia membuat video klip di luar negeri, band asal Irlandia ini justru syuting di Indonesia. Menariknya, lokasi pengambilan gambarnya adalah di pasar tradisional.

Videoklip Kodaline dibuat di salah satu pasar Jakarta. Blusukan demi kepentingan politik videoklip

Kodaline di sebuat pasar Jakarta via showbiz.liputan6.com

Advertisement

Para penggemar band Kodaline dunia, khususnya Indonesia, baru saja diberi sebuah kejutan istimewa. Kejutan itu berupa dirilisnya videoklip terbaru lagu ‘Ready to Change’. Berbeda dengan lagu aslinya, dalam videoklip yang mereka unggah di kanal YouTube resmi mereka pada Jum’at (15/17) lalu, merupakan versi akustiknya.

Namun yang menjadi istimewa adalah videoklip band yang sebelumnya bernama 21 Demands ini dibuat di suatu tempat di sudut Jakarta. Hal ini diungkapkan langsung lewat judul videoklip berdurasi hampir 4,5 menit ini, ‘Kodaline – Ready to Change (From the Streets of Jakarta)‘. Belum diketahui pasti kapan Kodaline mengambil gambar, namun besar kemungkinan mereka merekam videoklip ini ketika mereka berkunjung ke Jakarta pada pertengahan Agustus lalu untuk mengisi acara We The Fest. Untung bukan di bulan Desember, ya? Jadi mereka selamat dari banjir. 😀

Reaksi kocak warganet menonton keluguan orang-orang di sekitar pengambilan video. Kalau kamu ada di situ, kira-kira kamu mau ngapain, ya?

Kalau tahu siapa yang mengajak tos, kira-kira anak kecil itu bakal ngapain, ya? via showbiz.liputan6.com

Dalam videoklipnya itu, kamu bakal menjumpai suasana urban khas Jakarta. Pemandangan crowd pasar yang ramai oleh orang lalu-lalang dan pedagang, mulai dari pedagang kue cubit sampai penjual sayur dan sebagainya. Meskipun begitu, ketenaran band Kodaline nggak berlaku bagi orang-orang disekitar karena terlihat mereka memandangi pelantun tembang All I Want ini dengan heran. Mungkin mereka nggak mengetahui bahwa Steve Garrigan yang bernyanyi, Vinny May bermain rebana, Mark Prendergast memetik gitar, dan Jason Boland sebagai backing vocal memiliki nama masyhur di belahan dunia sana.

Advertisement

Video tersebut diunggah diberbagai akun media sosial resmi Kodaline. Mulai dari Youtube, Twitter sampai Instagram. Tak pelak video tersebut menjadi perbincangan warganet. Ya, namanya juga netizen ada-ada saja komentarnya. Seperti yang terdapat daam kolom komentar di Instagram.

@namelessdera Bakal gue peluk kalo disitu mah da

@andrakurus12 Welcome to wkwk Land 😂😂😂

@siradden_89 Jakarta bagus tradisional elit terimakasih guys telah memilih jakarta

@adilbudiyasa Nggak bilang” kau ya ke jakartaa. Paraaahhh

@ardipras89 Welcome to Indonesia. I assume this Video was shooted on August in Glodok, Taman Sari, West Jakarta.

@reinawr bawa2 rebana dong doi pgn qosidahan sm ibu2 majlis talim:(( @pandewiii

@heysariii @natsurona dan mungkin beberapa tahun lagi mereka baru nyadar siapa orang yang diajak tos😂

Saat musisi sekelas Kodaline memilih Indonesia, nggak sedikit musisi Indonesia yang pengen membuat videoklip di luar negeri. Padahal kan masih banyak tempat di Indonesia yang bisa dimanfaatkan

MLTR pernah syuting videoklip di Bali via www.youtube.com

Lain halnya dengan warganet, band yang beranggotakan empat orang tersebut Steve Garrigan (vokal), Mark Prendergast (Gitar), Vincent May (drum), dan Jason Boland (bass) memberikan kesan positif dalam pembuatan videoklip melalui akun Twitter mereka.

“Kami baru merilis versi akustik dari Ready to Change yang disyuting di Jakarta pada musim panas kemarin, salah satu tempat gila yang pernah kami kunjungi.”

Sebelumnya, musisi-musisi internasional telah beberapa kali menggunakan Indonesia sebagai tempat lokasi syuting videoklip mereka, sebut saja Michael Learn To Rock (MLTR) dalam lagu Someday, Gil Ofarim dengan lagu Live Your Dreams, lagu For Everything I Am oleh Christian Bautista dan sebagainya. melihat ini kita patut bangga dengan negara kita karena ternyata banyak keindahan dan keunikan yang kita miliki.

Setelah menonton videoklip Kodaline ini timbul perasaan dilematis, di saat musisi-musisi luar memilih Indonesia untuk lokasi syuting videoklip Indonesia, masih banyak musisi-musisi Indonesia yang memimpikan membuat videoklip di luar negeri. Padahal kalau dilihat dari keindahan alam dan kultur budaya negara kita sangat kaya dan dikagumi oleh orang-orang luar. Secara bisnis pun, boleh jadi memilih luar negeri sebagai lokasi syuting membutuhkan dana yang nggak sedikit. Bukannya laku atau nggak, baik atau buruk videoklip nggak bisa diukur dari lokasi tempat, melainkan dari konsep videoklipnya. Ya, nggak bisa dilarang juga, sih. Tapi mungkin dengan mengeksplorasi kekayaan alam Indonesia yang belum tereskspose melalui videoklip yang berpotensi mendatangkan banyak wisatawan menjadi hal mulia yang bisa dilakukan para musisi tanah air. Sepakat?

Ini nih bagi yang belum sempat menonton videoklip-nya. Selamat menonton 😀

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya