Konten Membakar Rapor Tengah Viral di Media Sosial. Cari Perhatian Nggak Harus Gitu Juga Bisa lo…

Konten Membakar Rapor

Masa pandemi yang tak kunjung usai sejak setahun lebih belakangan ini tentunya berdampak pada sektor kehidupan banyak orang di dunia. Salah satunya yang paling terdampak adalah dunia pendidikan kita. Bahkan, sebagian dari kita pun mungkin udah sampai lupa gimana rasanya duduk manis di bangku sekolahan, ditegur guru gara-gara nggak ngerjain PR, sampai deg-degannya momen penerimaan rapot setelah ujian sekolah dilaksanakan. Makanya nggak heran jika anak-anak sekolahan sekarang benar-benar stres sama kondisi yang satu ini.

Advertisement

Namun, di tengah jenuhnya kondisi kelelahan akibat pandemi yang tak berkesudahan ini, rupanya ada berita  menghebohkan dari dunia pendidikan itu sendiri. Ya, lagi-lagi tentang konten media sosial yang isinya nggak berfaedah dan cuma sekedar mengundang keributan. Beberapa waktu lalu, muncul sebuah video dari salah seorang warganet yang membakar rapot miliknya. Orang-orang pada kenapa sih ya, memang lagi tren menyusahkan diri sendiri apa gimana?

Belum lama kemaren ada konten TikTok yang ngeluarin gurunya dari grup Whatsapp, sekarang ditambah konten bakar-bakar rapot. Kok ya nggak habis-habis ya!?

Mendengar kabar ada salah seorang warganet yang tega mengeluarkan gurunya dari grup Whatsapp pembelajaran online di sekolah beberapa waktu lalu aja udah bikin kita naik darah, apalagi sekarang ditambah harus mendengarkan berita yang satu ini. Entah memang sekadar konten, bercandaan belaka, atau apapun itu, hal-hal kayak gini memang nggak sepantasnya dilakukan, apalagi sampai dipamerkan di media sosial. Nggak ada yang melarang kalau kamu pengen bertingkah sepanjang kamu tahu sendiri konsekuensinya, nah tapi ya nggak perlu lah ngajakin orang lain untuk punya kemampuan minus sama kayak kamu. Orang-orang kayak begini memang harusnya dilaporin ke orang tuanya nih, kalau anaknya kebanyakan akrobat di media sosial.

Advertisement

Lagian juga apa sih enaknya jadi sumber perhatian karena melakukan hal-hal konyol nggak mendidik

Konten bakar rapot / Credit: Twitter Areajulid via twitter.com

Entah ini memang merupakan tren yang lagi berkembang di Indonesia atau gimana, tapi kalau dilihat-lihat kok rasanya semakin ke sini semakin banyak orang yang suka jadi sumber perhatian meski lewat hal-hal konyol, ya? Lha gimana nggak konyol coba, semua orang memang lagi mengalami situasi yang sama-situasi yang berat, sulit, dan tentunya bikin stres, tapi nggak semua orang terus kepikiran buat membakar rapot miliknya juga, kan? Udah tahu kalau pengguna media sosial di Indonesia itu umurnya beragam, mulai dari anak-anak sampai generasi tua. Apa ya nggak kepikiran kalau konten semacam itu dilihat oleh bocah terus dianggap sebagai keren-kerenan, terus siapa yang mau tanggung jawab kalau udah kayak gitu? Hadeeeh!

Wajar aja kalau warganet sampai meresponnya begini

Komentar warganet / Credit: Twitter Areajulid via twitter.com

Orang-orang yang hobinya bikin konten kontroversial gitu memang paling bener dikasih pelajaran langsung sama publik sih. Pasalnya, kalau dikasih tahu orang-orang terdekatnya mungkin aja dirinya masih bisa ngeyel, tapi kalau berhadapan langsung sama warganet mah jangan ditanya lagi. Terkadang kehidupan di media sosial itu lebih keras dibandingkan dengan kehidupan di dunia nyata, apalagi kalau menyangkut konten-konten nggak berfaedah kayak gini. Wajar banget lah kalau orang-orang sampai pada kasih komentar kayak gini.

Capek sama keadaan itu boleh, ngeluh pun manusiawi, tapi nggak perlu lagi lah bikin konten konyol nggak berfaedah kayak gini cuma demi jadi pusat perhatian banyak orang. Iya bener diperhatikan banyak orang, tapi kalau isinya hujatan semua apa ya mau?

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

Penikmat jatuh cinta, penyuka anime dan fans Liverpool asal Jombang yang terkadang menulis karena hobi.

CLOSE