Masih ingat dengan Kenshin Himura? Tentu bagi kamu anak 90-an, nama tokoh anime ini sangat familiar di telinga. Kisah tetang pembunuh bayaran yang telah bertaubat itu selalu menarik untuk diikuti. Petualangan Samurai X yang selalu menolong siapa yang membutuhkan itu secara nggak langsung sudah menjadi bagian dari kenangan masa kecilmu.

Namun siapa yang menyangka, di balik keseruanmu mengingat-ingat masa kecilmu menikmati anime dan manga Samurai X ini, terselip kisah yang mengejutkan banyak pihak. Pasalnya, sang kreator terjerat kasus serius. Simak ulasannya berikut.

Sang kreator anime Samurai X, Nobuhiro Watsuki ditahan kepolisian Jepang atas tuduhan kepemilikan pornografi anak

Kreator Samurai X via www.kapanlagi.com

Advertisement

Rurouni Kenshin atau Samurai X merupakan salah satu franchise yang memiliki fans yang tersebar di berbagai penjuru dunia. Di Indonesia sendiri—baik anime maupun manga—kisah petualangan tokoh dengan bekas luka X di pipi ini sangat digemari oleh anak-anak. Kesuksesan Samurai X nggak bisa diepaskan dari sang kreatornya, Nobuhiro Watsuki.

Namun, Selasa (21/11) kemarin, nama Nobuhiro disebut dalam pengumuman yang disampaikan pihak kepolisian Tokyo. Berdasarkan keterangan, pria berusia 47 tahun tengah dalam investigasi atas kasus pornografi anak. Ada indikasi jika pria berkebangsaan Jepang itu telah membeli video-video yang isinya seputar anak kecil (berusia sekitar 15 tahun ke bawah) dalam posisi tanpa busana.

Polisi setempat tengah mengantongi bukti-bukti yang menguatkan tudingan yang dialamatkan kepada Nobuhiro

Nobuhiro Watsuki. via www.kapanlagi.com

Tuduhan kepemilikan video porno ini sejatinya sudah tercium sejak bulan Juli 2015. Namun penggeledahan lebih jauh di rumah dan kantor Nobuhiro baru dilakukan pihak berwajib kemarin. Hasilnya mencengangkan, ditemukan sekitar 100 DVD dan CD dengan konten pornografi anak-anak. Akhirnya barang bukti tersebut telah disita oleh pihak kepolisian.

Advertisement

Nobuhiro sendiri sejatinya sudah mengeluarkan pernyataan yang nggak kalah mencengangkan pada pihak kepolisian.

“Aku suka gadis-gadis yang usianya sekitaran anak SD hingga kelas 2 SMP”

Berdasarkan perundangan Jepang dari Juli 2016 tentang kepemilikan pornografi anak (di bawah 18 tahun), atas tuduhan ini Nobuhiro dapat dikenakan hukuman satu tahun penjara dan denda sebesar satu juta Yen (atau setara 121 juta rupiah).

Gara-gara kasus ini, manga seri terbaru dari Rurouni Kenshin terpaksa ditunda. Yah, sayang banget nggak sih? 🙁

Rurouni Kenshin Hokkaido Arc ditunda rilis via kenshin.wikia.com

Kita mendapatkan laporan (tentang kasus Nobu), dan selaku perusahaan, kita menanggapi hal ini dengan sangat serius. Rurouni Kenshin Hokkaido Arc yang sedang tergabung di Jump Square akan ditunda untuk sementara waktu.

Dikutip dari Kapanlagi.com, akibat dari terjeratnya Nobuhiro Watsuki dalan kasus pornografi anak ini, peluncuran manga seri terbaru dari Rurouni Kenshin yang bertajuk Hokkaido Arc harus ditunda. Padahal sejauh ini, Nobuhiro dan timnya telah merilis 3 chapter dari seri terbaru tersebut.

Di Indonesia sendiri, penyebaran konten-konten berbau pornografi sempat menjadi headline di beberapa media. Kamu tentu masih ingat dengan grup facebook ‘Candy Crash’ yang menghebohkan beberapa waktu lalu. Ditambah dengan kabar dari Nobuhiro tadi, secara tersirat menegaskan bahwa perkembangan sindrom pedofilia (orientasi seksual terhadap anak di bawah umur) ini semakin hari semakin meresahkan. Di Jepang, hukum tentang pornografi anak sudah ditetapkan sejak tahun 2016 silam. Lantas bagaimana dengan Indonesia?

Berangkat dari kasus ini, sungguh ironis bukan, mengetahui sosok yang telah memberikan banyak sekali kenangan indah pada anak—termasuk kita—di seluruh dunia ini, kini justru malah terjerat kasus pornografi anak. Imbauan untuk para orangtua (atau orang dewasa) untuk selalu mengawasi dan menjaga setiap gerak-gerik anak, adik, atau saudara kita, agar terhindar dari masalah-masalah terkait dengan pornografi yang meresahkan ini.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya