Menjadi atau punya teman seorang pemburu kuis, promo dan gratisan, sering disebut kuter, memang penuh suka duka. Sukanya, kita senang melihat mereka mendapatkan rejeki yang sebegitu besarnya. Bahkan kita ikut kecipratan. Dukanya, ajakan mereka untuk mendukung di dunia nyata dan maya suka bikin kesel.

Tapi tahukah kamu, kalau perjuangan para kuter yang sesungguhnya tidak mudah? Ada yang memperjuangkan waktu, tenaga, dan juga modal agar mendapat hadiah gratis. Selanjutnya, sekelumit cerita inilah yang mewarnai hari-hari mereka.

1. Kuis Hunter atau biasa disebut kuter didominasi kaum hawa, tapi gak jarang mereka juga harus bersaing berat dengan cowok.

Cewek lebih suka gratisan dibandingkan cowok via photos1.blogger.com

Tidak bisa dipungkiri, cewek paling mudah tergoda dengan produk-produk baru di pasaran. Beberapa di antaranya bahkan lapar mata. Nah, kalau yang beli saja mudah tergoda, bagaimana dengan yang gratisan? Buat para cewek, mendapatkan gratisan itu ada dua kemungkinan. Pertama, hadiah yang didapatkan memanglah barang yang telah lama diimpikan. Kedua, bila itu adalah barang keperluan sehari-hari, tentunya mereka bisa menghemat pengeluaran rutin.

Meski begitu, kuter tak selamanya cewek. Beberapa kuter juga adalah cowok. Hanya saja, jumlahnya tidak sebanyak kuter cewek.

2. Kesibukan sehari-hari diisi dengan googling untuk mencari aneka kuis, promo diskon dan sampel gratisan yang terbaru.

Advertisement

Online teroooss via sarahj-art.tumblr.com

Sesibuk apapun mereka, kuter akan menyempatkan waktu untuk memantau internet, baik lewat laptop, smartphone atau kalau perlu ke warnet. Entah itu di sela-sela kuliah yang membosankan, di sela-sela kegiatan rumah, atau sewaktu hari libur. Mengupdate info kuis dan sampling gratis tak hanya memperbesar kesempatan mendapatkan hadiah, melainkan juga wujud penggunaan internet yang bermanfaat.

3. Kuter tak pernah kehabisan akal buat dapetin produk dobel (atau lebih) di tiap pembagian sampling gratis.

Bagi tester makanan, hajar! via teaandfangirling.blogspot.com

Kuter paham betul bahwa beberapa program bagi-bagi sampling tidak memperkenankan pesertanya mendaftar lebih dari sekali. Itu artinya mereka juga tidak boleh mendapatkan lebih dari satu sampling, dari program yang sama. Ajaibnya, mereka tak pernah kehabisan akal. Selain mendaftarkan nama lengkapnya, nama pendek, nama orang tua, saudara pun didaftarkan. Nomor dan alamat email yang didaftarkan pun berbeda-beda. Sample yang nyampe ke rumah pun bertumpuk.

4. Kuter paling jago buat merayu pengikutnya di media sosial. Ajakan buat ngasih jempol Like atau vote sudah tak asing lagi bagi kawan-kawan si kuter.

Jangan lupa like, ya! via 1.bp.blogspot.com

Jangan lupa vote aku jadi Teman Terbaik 2015, ya! Klik di sini buat pilih aku >>> bit.ly

Hal ini mungkin jadi sumber kekesalan bagi kawan-kawannya kuter. Selagi penjurian sebuah kuis atau kontes, kuter akan memenuhi lini masa sosial mediamu dengan ajakan Like atau vote. Sekali coba, mungkin biasa saja. Akan tetapi, seorang kuter memang dikenal pantang menyerah. Ada pula kuter yang rajin nyegat kawannya di kampus untuk login sosial media di hapenya dan menyuruhnya untuk Like dari handphone pribadinya.

5. Ngomong-ngomong soal temen, kuter punya ‘teman’ bertebaran di dunia maya. Mereka kalau gak sesama kuter, ya pasti brand dan buzzer kuis dan promo.

Siiiiss!!! Iya ciiin! via www.thefrisky.com

Karena kebanyakan program kuis dan program sampling gratis diadakan via website, otomatis si kuter  ini juga punya banyak teman maya. Dan rata-rata adalah sesama kuter juga. Mau tahu dari mana kenalnya? Twitter, Facebook, dan blog! Dari situ, biasanya mereka membuat forum atau komunitas di dunia maya untuk saling bertukar info. Panggilan akrab, seperti “sis” pun tercipta akibat pertemanan tersebut.

6. Punya blog pribadi untuk me-review kuis atau sampling yang diikuti dan didapati adalah sebuah kewajiban.

Review setelah pakai kosmetik via 2dayanotherday.files.wordpress.com

Rata-rata kuter mempunyai blog. Entah bagaimana konsep blognya, postingan yang bertema kuis dan sample gratis selalu ada. Misalnya, link pendaftaran sampling gratis. Meskipun mereka juga bersaing dengan kuter-kuter lainnya, tapi mereka tak pernah pelit berbagi info program sampling dari brand tertentu.

Selain berbagi link, kuter-kuter juga akan menulis review. Review tersebut biasanya berkisar tentang produk yang berhasil didapatkannya dari kuis atau sampling program.

“Hai kuter! Kemarin pagi, sample produk dari pelembap wajah dari Biona sampai ke alamatku! Makasih ya, Biona. Sample pelembapnya udah kupake semalam. Hasilnya, kulitku putih merona di pagi hari.”

7. Fan page brand mana yang belum dia Like? Semuanya udah!

Like fanpage supaya update via blog.arvorepropaganda.ppg.br

Sering melihat lini masa Facebook dan nama temanmu sering muncul sebagai penyuka brand tertentu? Hmmm… Bisa jadi dia adalah seorang kuter.

Beberapa brand yang mengadakan kuis, turut menjadikan kanal di Fanpage Facebook sebagai aplikasi kuis. Bentuknya beragam. Bisa dengan aplikasi games, foto narsis, atau pun hanya formulir. Ini pun dijadikan kesempatan kuter untuk keep in touch dengan program berhadiah brand tersebut.

8. Kalu udah berhasil dapetin, produk hasil sampling atau menang kuis dipamerin di Facebook dan media sosial lain. Dengan harapan siapa tahu brand-nya terkesima dan ngasih gratisan lagi.

Terimakasih buat kalian! via www.elainebaileyinternational.com

“Terimakasih dukungannya semua! Saya berhasil ke Inggris berkat vote kalian!”

atau

“Terimakasih sabun Lust. Samplingnya bikin badan wangi seharian!”

Tidak merasa aneh dengan kata-kata seperti itu? Itulah ekspresi kebahagiaan mereka. Gitu-gitu, mereka juga berterimakasih buat kamu-kamu yang mendukungnya, lho!

Kuter juga manusia. Mereka juga sama-sama makan nasi seperti kita yang bukan kuter. Sebagian lagi, menjadikan kuter sebagai sebuah profesi. Alangkah baiknya apabila kamu tidak membenci dan menjauhi mereka. Toh, mereka juga akan selalu berterimakasih kepada kamu yang mendukungnya. Dari mereka juga, kita tahu bahwa usaha keras diperlukan untuk mendapatkan apa yang dibutuhkan.