12 Kutipan Album Kenangan Anak SMA Zaman Now yang Kocak bin Miris. Bercanda Terus~

Kutipan album kenangan

Di akhir masa sekolah, biasanya satu angkatan bikin album kenangan. Isinya foto terakhir bareng teman-teman sekelas dan seangkatan. Nah, di album kenangan itu pastilah ada biodata singkat masing-masing. Dan yang paling menarik tentu saja ragam kutipan yang kita tulis.

Advertisement

Kutipan biasanya berisi kebijaksanaan atau harapan untuk masa depan. Namun agaknya itu berlaku di zaman dulu, sebab belakangan viral di media sosial kutipan album kenangan anak zaman sekarang yang nyeleneh. Alih-alih motivatif, kata-kata yang dituliskan justru kocak dan aneh-aneh. 😀

1. Yang ini masih mending ada sarkas-sarkasnya dikit, supaya orang belajar teknologi. Tapi tunggu kutipan setelah ini …

Tapi kenapa dijadikan kutipan album kenangan, ya? via www.instagram.com

2. Guru mana yang nggak miris kalau kelakuan muridnya kayak gini? Sekolah kok tergantung mood -_-

Sekolah kok mood! via www.instagram.com

3. Bukan karena sekolahnya kalau yang ini, besar kemungkinan karena orangnya yang malas dan pesimis. Bener nggak?

Sekolah yang bener makanya via www.instagram.com

4. Sebuah plot twist 😀

5. Nggak ngerti lagi, nyontek kok bangga. Hadeeeeeh!

Hadeeeh via www.instagram.com

Advertisement

6. Nggak bisa juga cowok jadi polwan, Bambang!

Bercanda terooos! via www.instagram.com

7. Pesan tobatnya sih bagus, tapi kenapa jadi ngeri banget, ya?

Peramal via www.instagram.com

8. Nggak masalah jelek, yang penting pede! 😀

Advertisement

9. Ini gimana maksudnya? Suruh ngambil duit orang apa gimana? -_-

Dagelan via www.instagram.com

10. Kamu kok nyebelin, ya, Mbak!

11. Hadeeeeh, apalagi ini segala kutipannya ngambil dari video dagelan. Yang kreatif dong!

Ngg …. via www.instagram.com

12. Miris aja gitu bacanya. Murid zaman sekarang bercandanya jelek

Memang sih niatnya bercanda, tapi agak aneh aja gitu. Soalnya album kenangan, kan, bakal dilihat di kemudian hari. Masa iya diisi kutipan-kutipan nyeleneh semacam itu? Nggak takut malu apa ya mereka? Entahlah. Menurutmu gimana? Pantas nggak kalimat kayak gitu ditulis di album kenangan?

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Fiksionis senin-kamis. Pembaca di kamar mandi.

CLOSE