10 Lagu ini Ternyata Lagu Daerah yang Mungkin Nggak Pernah Kamu Sadari

Lagu-lagu ceria memang selalu bisa mencairkan suasana yang hening dan membebaskan kamu dari rasa bosan. Coba aja bayangkan bagaimana jika kamu hidup tanpa ada lagu yang memanjakan telingamu, pasti rasanya akan jadi hampa banget.

Advertisement

Bicara soal lagu, banyak banget lagu yang mungkin sudah sering kamu dengar dari kecil tapi nggak kamu sadari kalau itu sebenarnya merupakan daerah. Kali ini Hipwee akan mengajak kamu bernostalgia bersama dengan lagu-lagu yang nggak habis dari masa ke masa yang ternyata merupakan lagu daerah. Yuk, nyimak sama-sama!

1. “Potong bebek angsa masak di kuali…” Hayo, lagu ini berasal dari mana?

potong bebek angsa~

potong bebek angsa / Credit: Pinterest

Potong bebek angsa, masak di kuali

Nona minta dansa, dansa ampat kali

Dorong ke kiri, dorong ke kanan

La la la la la la la

Lagu anak-anak yang berjudul Potong Bebek Angsa ini ternyata merupakan lagu daerah asal Kupang, lho. Mungkin kamu nggak menyadarinya karena bahasa yang dinyanyikan sepertinya sama dengan bahasa Indonesia pada umumnya. Namun, ternyata kata ‘empat’ yang sering kamu nyanyikan itu salah, yang benar adalah ‘ampat’. Mulai sekarang jangan salah lagi, ya.

Advertisement

2. Lagu Ampar Ampar Pisang yang sering dijadikan permainan ini ternyata berasal dari Kalimantan Selatan

Pisang / Credit: Pexels Arminas Raudys

Ampar ampar pisang

Pisangku balum masak

Masak bigi di hurung bari-bari

Masak bigi di hurung bari-bari

Lagu Ampar Ampar Pisang yang diciptakan oleh Hamiedan AC ini ternyata berasal dari Kalimantan Selatan, lho. Mungkin kamu bingung arti dari lagu ini, ya? Jadi, lagu ini bercerita tentang pisang yang dikerubuti oleh binatang kecil yang di sana disebut sebagai bari-bari. Zaman dulu, lagu ini digunakan untuk menakuti anak kecil yang suka mencuri pisang saat masih dalam proses penjemuran. Tapi, mengikuti perkembangan zaman, lagu ini dijadikan sebagai lagu dalam sebuah permainan.

3. “Mana di mana anak kambing saya…” ternyata berasal dari Nusa Tenggara Timur

Anak kambing / Credit: Pexels Christy Rice

Advertisement

Mana di mana anak kambing saya

Anak kambing tuan ada di pohon waru

Mana di mana kawan baru saya

Kawann baru tuan yang pakai baju biru

Anak Kambing Saya merupakan jenis lagu pantun yang dinyanyikan dengan sahut menyahut dan berasal dari Nusa Tenggara Timur. Lagu daerah yang satu ini banyak dimodifikasi agar selalu bisa eksis untuk dinyanyikan oleh anak-anak. Kamu pasti bisa kan, nyanyi lagu ini?

4. Cing Cangkeling merupakan lagu dalam sebuah permainan yang berasal dari Jawa Barat

cing cang keling~

Cing cang keling~ / Credit: YouTube via www.youtube.com

Cing cangkeling

Manuk cingkleung cindeten

Plos ka kolong

Bapa satar buleneng

Di masa kecilmu, apa kamu sering memainkan permainan yang satu ini? Yap, permainan asal Sunda ini ditujukan untuk berhitung sebelum akhirnya kamu melakukan permainan kucing-kucingan. Masih ingat nggak cara bermainnya? Hihihi.

5. “Burung kakatua, hinggap di jendela…”, pasti kamu hafal banget sama lagu ini, kan?

trek dung~

Trek dung~ / Credit: YouTube via www.youtube.com

Burung kakatua

Hinggap di jendela

Nenek sudah tua

Giginya tinggal dua

Lesbum lesbum lesbum lalala

Kamu pasti sudah hafal banget sama lagu Burung Kakatua yang hits terus sepanjang masa. Tapi, apa kamu sudah tau juga kalau ternyata lagu ini merupakan lagu daerah? Betul banget, Burung Kakatua merupakan lagu daerah dari Maluku, lho.

6. Cublak Cublak Suweng juga merupakan lagu dari sebuah permainan yang berasal dari Jawa Timur

cublak cublak suweng~

Cublak cublak suweng / Credit: YouTube via www.lagudaerah.xyz

Cublak cublak suweng

Suwenge ting gelenter

Mambu ketudhung gudel

Pak empong lera-lere

Sapa ngguyu ndelikkake

Sir sir pong dhele kopong

Tembang dolanan atau lagu yang biasa kamu gunakan sebagai pengiring dalam permainan tradisional ini merupakan lagu asal Jawa Timur. Kamu pernah nggak main permainan ini? Kalau belum pernah, coba deh bareng teman-temanmu. Caranya, salah satu pemain telungkup dan dia harus bisa menebak jari siapa yang ada di atas punggungnya sambil menyanyikan lagu tersebut. Asyik, lho!

7. Naik-naik ke Puncak Gunung juga berasal dari daerah. Kamu tahu dari mana?

naik-naik ke puncak gunung~

Naik-naik ke puncak gunung / Credit: YouTube via www.pinterest.com

Naik-naik ke puncak gunung

Tinggi-tinggi sekali

Kiri-kanan kulihat saja

Banyak pohon cemara

Lagu anak yang bercerita tentang perjalanan naik gunung atau piknik ini pasti sudah nempel banget di otak kamu, kan? Tapi, tahu nggak kalau lagu ini ternyata juga berasal dari Maluku juga?

8. Lagu Jali Jali asli dari Betawi ini pasti pernah menghiasi masa kecilmu, kan?

nyanyi sambil nari jali-jali~

Nyanyi sambil nari jali-jali / Credit: sanggarbetawipelangi

Ini dia si jali-jali

Lagunya enak, lagunya enak merdu sekali

Capek sedikit tidak perduli sayang

Asalkan tuan, asalkan tuan senang di hati

Lagu daerah asal Jakarta yang dipopulerkan oleh M. Sagi ini sudah ada sejak 1942, lho. Jangankan kamu, orangtuamu di tahun itu juga mungkin belum lahir ya. Hihihi.

9. “Desaku yang kucinta pujaan hatiku…”, siapa kira kalau lagu satu ini juga berasal dari Nusa Tenggara Timur

Ilustrasi pedesaan / Credit: Pexels

Desaku yang kucinta pujaan hatiku

Tempat ayah dan bunda, dan handai taulanku

Tak mudah kulupakan, tak mudah bercerai

Selalu kurindukan, desaku yang permai

Lagu yang menceritakan tentang desa atau kampung halaman yang selalu menjadi kerinduan ini ternyata juga berasal dari daerah. Kamu mungkin nggak akan menyangka kalau lagu yang berjudul Desaku ini berasal dari Nusa Tenggara Timur. Duh, jadi mau mudik…

10. Jambi juga punya lagu yang digunakan untuk bermain, yakni Injit Injit Semut

njit injit semut...

Injit injit semut / Credit: YouTube via www.fiezasani.xyz

Jalan-jalan ke Tanah Deli

Sungguh indah tempat tamasya

Kawan jangan bersedih

Mari nyanyi bersama-sama

Dulu, kamu mungkin pernah bermain cubit-cubitan bersama dengan temanmu, ingat nggak apa yang jadi lagu dalam permainan tersebut?  Lagu Injit-injit Semut yang berasal dari Jambi merupakan lagu yang dinyanyikan sambil mencari pemenang dari siapa yang tahan oleh cubitan.

Nah, itu dia lagu-lagu yang sebenarnya berasal dari daerah. Mulai sekarang jangan lagi salah kira dan salah menyanyikannya, ya. Kalau kamu mau mengenangnya sambil bermain juga nggak masalah kok. Yuk! 🙂

Advertisement

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Penyuka kuning dan Kamu.

CLOSE